Cafe Giang
Cafe Giang Hanoi: Mencoba Egg Coffee di Tempat Asalnya
Kalau ada satu minuman yang paling membuat saya penasaran sebelum berangkat ke Hanoi, itu egg coffee.
Namanya sendiri sudah cukup untuk membuat saya bertanya-tanya.
Kopi.
Telur.
Haruskah dua hal ini bertemu dalam satu cangkir?
Ternyata iya.
Dan kalau mau mencoba egg coffee di Hanoi, salah satu tempat yang paling terkenal tentu Cafe Giang.
Saya sengaja mampir ke sini karena ingin mencoba langsung kopi yang sekarang sudah menjadi salah satu ikon Hanoi.
Bukan sekadar minum egg coffee di café mana saja.
Tapi mencoba di tempat yang memang punya sejarah panjang dengan minuman ini.
Dan setelah minum sendiri, saya akhirnya mengerti kenapa orang membicarakannya terus.
Apa Itu Cafe Giang?
Cafe Giang adalah salah satu café legendaris Hanoi yang terkenal sebagai tempat lahirnya egg coffee atau cà phê trứng. Café ini berdiri sejak 1946 dan masih menjadi salah satu tempat paling populer untuk mencoba minuman tersebut.
Lokasi klasik Cafe Giang berada di 39 Nguyễn Hữu Huân, Hoàn Kiếm, Hanoi, tidak jauh dari kawasan Old Quarter dan Hoan Kiem Lake.
Website resmi Cafe Giang saat ini mencantumkan tiga lokasi di Hanoi, termasuk Nguyễn Hữu Huân, Tràng Tiền, dan Lotte Mall Tây Hồ. Cabang Nguyễn Hữu Huân buka setiap hari sekitar pukul 07.00–22.00. CafeGiang
Tapi kalau pertama kali datang ke Hanoi, saya pribadi tetap lebih tertarik ke lokasi yang lama di Nguyễn Hữu Huân.
Ada sesuatu yang rasanya lebih cocok dengan cerita egg coffee itu sendiri.
Siapa yang Menciptakan Egg Coffee?
Cerita egg coffee berkaitan erat dengan Nguyễn Văn Giảng, yang bekerja sebagai bartender di Metropole Hotel Hanoi pada era 1940-an.
Pada masa itu susu sulit didapat, sehingga ia bereksperimen menggunakan campuran kuning telur, gula, dan bahan manis lain sebagai pengganti susu.
Dari eksperimen sederhana itu lahirlah minuman yang kemudian dikenal sebagai cà phê trứng.
Vietnam Airlines juga mencatat bahwa egg coffee muncul pada dekade 1940-an ketika susu sulit diperoleh, dan kemudian berkembang menjadi salah satu minuman khas Hanoi. Vietnam Airlines
Lucu juga kalau dipikir.
Sebuah minuman yang sekarang sengaja dicari turis dari berbagai negara awalnya lahir karena keterbatasan bahan.
Kadang makanan dan minuman paling menarik memang muncul dari situasi seperti ini.
Cafe Giang Sejak 1946
Cafe Giang berdiri sejak 1946.
Dan angka itu bahkan sekarang masih menjadi bagian dari identitas café.
Kalau melihat cangkirnya, biasanya ada tulisan:
Cafe Giang Since 1946.
Menurut saya detail kecil seperti itu membuat pengalaman minum kopi di sini terasa sedikit berbeda.
Karena kita tidak hanya datang ke café populer karena viral.
Ada sejarah panjang di belakangnya.
Vietnam Airlines menyebut Cafe Giang sebagai birthplace of Hanoi’s egg coffee dan masih mempertahankan resep klasik yang berasal dari 1946. Vietnam Airlines
Lokasinya Sedikit Tersembunyi
Salah satu hal yang saya suka dari café-café di Hanoi adalah banyak yang tidak langsung kelihatan dari jalan.
Cafe Giang juga punya karakter seperti itu.
Dari luar tidak terasa seperti café besar atau modern.
Masuk ke dalam, suasananya jauh lebih sederhana.
Tidak ada desain interior berlebihan.
Tidak ada konsep café Instagrammable yang terlalu dibuat-buat.
Justru itu yang menurut saya menarik.
Kalau cuma melihat eksterior, mungkin orang tidak menyangka tempat sederhana seperti ini menjadi salah satu café paling terkenal di Hanoi.
Suasana Cafe Giang
Kalau datang mengharapkan café modern yang luas, sofa empuk, dan interior minimalis, mungkin akan sedikit salah ekspektasi.
Cafe Giang terasa lebih seperti café lama yang memang sudah hidup bertahun-tahun.
Mejanya sederhana.
Kursinya sederhana.
Ruangan cukup padat ketika ramai.
Dan suasananya tidak terlalu polished.
Tapi justru itu yang saya suka.
Rasanya lebih genuine.
Bukan café baru yang dibuat supaya terlihat vintage.
Memang sudah punya umur.
Vietnam Airlines bahkan menggambarkan interiornya sebagai sederhana dan nostalgik, bukan café mewah. Vietnam Airlines
Pertama Kali Mencoba Egg Coffee
Saya datang memang untuk satu tujuan:
egg coffee.
Awalnya tetap ada sedikit rasa ragu.
Karena kalau belum pernah mencoba, kita mudah membayangkan rasanya seperti telur mentah dicampur kopi.
Padahal bukan begitu.
Bagian atasnya creamy.
Manis.
Lembut.
Teksturnya cukup tebal.
Di bawahnya ada kopi Vietnam yang kuat.
Jadi ketika diminum bersama, rasa pahit kopi dan rasa manis creamy dari egg foam saling menyeimbangkan.
Buat saya pribadi, rasanya malah lebih dekat ke:
dessert kopi.
Bukan kopi biasa.
Rasanya Seperti Apa?
Kalau harus menjelaskan kepada orang yang belum pernah mencoba, mungkin saya akan bilang:
bayangkan kopi Vietnam yang kuat,
lalu bagian atasnya diberi lapisan cream yang rasanya seperti custard lembut.
Ada rasa telur?
Sedikit sekali menurut saya.
Tidak sampai seperti makan omelet sambil minum espresso, tenang saja.
Yang lebih terasa justru kombinasi:
manis + creamy + pahit kopi.
Vietnam Airlines menjelaskan egg coffee sebagai perpaduan kopi Vietnam yang kuat dengan campuran kuning telur, gula, dan condensed milk yang menghasilkan tekstur lembut seperti custard. Vietnam Airlines
Dan deskripsi itu menurut saya cukup pas.
Egg Coffee Panas atau Dingin?
Cafe Giang menyediakan egg coffee versi hot maupun iced.
Versi panas biasanya disajikan di dalam wadah atau mangkuk kecil berisi air hangat agar suhu kopinya tetap terjaga lebih lama.
Ini penting karena lapisan cream di atasnya memang lebih enak ketika tidak keburu dingin.
Versi dingin tentunya lebih refreshing.
Kalau pertama kali, saya pribadi akan memilih hot egg coffee dulu.
Rasanya lebih klasik.
Vietnam Airlines juga menyebut dua penyajian utama tersebut: hot dan iced egg coffee. Vietnam Airlines
Cara Minum Egg Coffee
Ini sebenarnya tidak ada aturan saklek.
Tapi menurut saya jangan langsung diaduk sampai semuanya hilang bentuk.
Coba dulu bagian cream-nya.
Lalu sedikit kopi.
Baru pelan-pelan diminum bersama.
Kalau cream dan kopi langsung tercampur total dari awal, teksturnya jadi berbeda.
Saya lebih suka menikmati layer-nya.
Sedikit seperti minum cappuccino yang lebih decadent.
Manis Tidak?
Iya.
Setidaknya buat saya, egg coffee termasuk minuman yang cukup manis dan rich.
Makanya saya tidak membayangkan minum tiga gelas sekaligus.
Satu sudah cukup.
Ini bukan tipe kopi yang diminum untuk sekadar caffeine fix pagi hari.
Lebih seperti pengalaman kuliner.
Dan menurut saya justru itu daya tariknya.
Bukan Cuma Egg Coffee
Walaupun orang paling banyak datang untuk egg coffee, Cafe Giang punya variasi minuman lain.
Ada kopi hitam.
Kopi susu.
Cocoa.
Dan beberapa minuman berbasis egg cream lainnya.
Website resmi juga menjual berbagai produk kopi Giang untuk dibawa pulang. CafeGiang
Tapi kalau datang pertama kali dan tidak mencoba egg coffee…
rasanya seperti pergi ke restoran pizza lalu pesan teh saja.
Boleh.
Tapi agak kehilangan inti pengalaman.
Harga Cafe Giang
Harga tentu bisa berubah.
Saat saya menulis ini, referensi terbaru menempatkan minuman Cafe Giang di kisaran sekitar 25.000–60.000 VND, tergantung minuman dan lokasi. Vietnam Airlines
Menurut saya untuk café yang sudah sangat terkenal di kalangan turis, harganya masih relatif terjangkau.
Dan saya lebih suka menulis range daripada angka satu minuman yang terlalu spesifik, karena harga mudah berubah.
Cek menu terbaru saat datang.
Alamat Cafe Giang Hanoi
Lokasi yang paling terkenal:
Cafe Giang
39 Nguyễn Hữu Huân
Hoàn Kiếm, Hanoi
Cabang ini berada cukup dekat dengan Hanoi Old Quarter dan Hoan Kiem Lake.
Jadi menurut saya sangat mudah dimasukkan ke itinerary jalan kaki.
Misalnya:
Hoan Kiem Lake → Hanoi Old Quarter → Cafe Giang → lanjut jalan lagi.
Tidak perlu dibuat sebagai perjalanan khusus setengah hari.
Jam Buka Cafe Giang
Menurut website resmi, cabang Nguyễn Hữu Huân saat ini buka:
07.00–22.00 setiap hari. CafeGiang
Tapi seperti biasa untuk informasi praktis seperti ini, saya tetap menyarankan cek lagi saat akan datang.
Jam buka bisa berubah.
Terutama saat hari libur atau periode tertentu.
Waktu Terbaik Datang
Kalau ingin suasananya lebih santai, saya akan datang bukan di jam yang paling ramai.
Pagi cukup menarik.
Atau siang di sela jalan-jalan Old Quarter.
Kalau datang ketika penuh rombongan turis, suasananya tentu beda.
Saya pribadi suka café ketika masih bisa duduk tanpa buru-buru.
Apalagi egg coffee bukan minuman yang menurut saya enak diteguk tiga menit lalu pergi.
Bisa Digabung dengan Tempat Apa?
Lokasinya sangat enak untuk digabung dengan beberapa spot Hanoi.
Hanoi Old Quarter
Ini kombinasi paling natural.
Jalan-jalan dulu, lalu ngopi.
Atau ngopi dulu, baru lanjut jalan.
Hoan Kiem Lake
Dekat dan mudah dicapai.
Kalau kaki sudah mulai capek mengelilingi Old Quarter, Cafe Giang bisa jadi tempat istirahat.
Ngoc Son Temple
Bisa masuk rute yang sama.
St. Joseph’s Cathedral
Masih berada di kawasan pusat dan bisa dijadikan bagian walking route.
Hanoi Train Street
Bisa juga dilakukan pada hari yang sama, meskipun Train Street berada sedikit lebih jauh dibanding Hoan Kiem.
Jadi satu hari khusus Hanoi pusat sudah cukup untuk menggabungkan beberapa tempat.
Cafe Giang atau Café Egg Coffee Lain?
Sekarang egg coffee bisa ditemukan di banyak café Hanoi.
Ada Cafe Dinh.
Ada café modern.
Ada café yang tempatnya jauh lebih cantik.
Jadi apakah Cafe Giang pasti yang “paling enak”?
Saya tidak mau bilang begitu.
Taste itu personal.
Tapi menurut saya Cafe Giang tetap punya satu keunggulan yang tidak dimiliki semua café:
cerita asal-usulnya.
Kalau kita hanya mengejar rasa, mungkin ada banyak pilihan.
Kalau ingin merasakan kopi sekaligus konteks sejarahnya, Cafe Giang jadi menarik.
Cafe Giang atau Cafe Dinh?
Dua nama ini sering muncul kalau membahas egg coffee Hanoi.
Cafe Dinh juga terkenal dengan egg coffee dan punya lokasi menarik dekat Hoan Kiem Lake. Vietnam Airlines
Kalau waktu saya lebih panjang, sebenarnya enak juga mencoba keduanya.
Baru dibandingkan.
Tapi kalau hanya punya waktu satu café dan baru pertama kali ke Hanoi, saya tetap cenderung memilih Cafe Giang dulu.
Karena ada alasan historisnya.
Apakah Cafe Giang Terlalu Turistik?
Sekarang tentu sudah sangat terkenal di kalangan wisatawan.
Jadi jangan berharap datang lalu hanya ditemani dua warga lokal yang membaca koran.
Turis banyak.
Orang foto kopi.
Orang cari egg coffee.
Tapi menurut saya itu tidak otomatis menghilangkan nilai tempatnya.
Kadang ada tempat populer yang memang pantas populer.
Yang penting kita datang bukan karena sekadar ingin foto logo.
Coba kopinya.
Duduk.
Nikmati sebentar.
Baru lanjut lagi.
Worth It Tidak?
Buat saya:
iya.
Apalagi kalau ini perjalanan pertama ke Hanoi.
Cafe Giang bukan café yang membuat saya berkata:
“wah interiornya luar biasa.”
Bukan itu poinnya.
Saya lebih ingat:
rasa egg coffee,
tekstur cream-nya,
suasana café lama,
dan fakta bahwa saya akhirnya mencoba minuman yang memang lahir dari kota ini.
Itu jauh lebih menarik.
Egg Coffee dan Cara Saya Melihat Hanoi
Setelah perjalanan ini, saya makin merasa bahwa mengenal kota tidak selalu harus lewat monument.
Kadang justru lewat makanan atau minuman.
Hanoi punya Old Quarter.
Hoan Kiem.
Train Street.
Temple of Literature.
Tapi saya juga mengingat kota ini lewat secangkir egg coffee.
Karena minuman seperti ini punya cerita.
Lahir dari keterbatasan.
Bertahan puluhan tahun.
Kemudian berubah menjadi sesuatu yang dicari wisatawan.
Dan lucunya, semuanya masih bisa dinikmati di café sederhana yang tidak terlihat terlalu istimewa dari luar.
Kalau Kembali ke Hanoi, Apakah Saya Akan ke Cafe Giang Lagi?
Mungkin iya.
Tapi saya juga ingin mencoba lebih banyak café lain.
Karena setelah datang sekali, saya sadar budaya kopi Hanoi jauh lebih luas daripada egg coffee saja.
Ada Vietnamese coffee.
Coconut coffee.
Café lama.
Café baru.
Hidden café.
Café lantai dua yang bahkan pintunya kadang tidak terlihat.
Jadi kalau kembali, saya tidak ingin hanya mengulang satu tempat.
Saya ingin menjadikannya pembanding.
Tapi Cafe Giang kemungkinan tetap menjadi salah satu tempat yang ingin saya tunjukkan kalau ada teman bertanya:
“Kalau pertama kali ke Hanoi, egg coffee enaknya coba di mana?”
Saya akan bilang:
coba mulai dari tempat ceritanya dimulai.
Cafe Giang.
Bukan karena saya bisa memastikan itu egg coffee terenak di seluruh Hanoi.
Tapi karena ketika perjalanan dan sejarah bertemu dalam satu cangkir, menurut saya rasanya jadi sedikit lebih menarik.
