Sleeper Bus Sapa Hanoi
Sleeper Bus Sapa Hanoi Naik S Trip: Lebih Praktis daripada Kereta?
Waktu berangkat dari Hanoi ke Sapa, saya memilih sleeper train Damitrans Express.
Untuk perjalanan pulang, saya sengaja tidak menggunakan kereta lagi.
Kali ini saya mencoba sleeper bus S Trip dari Sapa ke Hanoi.
Dan menurut saya keputusan mencoba dua jenis transportasi yang berbeda ini justru membuat perjalanan Vietnam terasa lebih menarik.
Pergi naik kereta.
Pulang naik bus.
Jadi ketika ada yang bertanya:
“Lebih enak sleeper train atau sleeper bus dari Hanoi ke Sapa?”
setidaknya saya pernah mencoba keduanya.
Walaupun jawabannya ternyata tidak sesederhana memilih mana yang lebih nyaman.
Karena pengalaman keduanya benar-benar berbeda.
S Trip Itu Bus Apa?
S Trip Vietnam adalah operator transportasi yang melayani sejumlah rute wisata di Vietnam Utara, termasuk Hanoi–Sapa, Sapa–Hanoi, Lao Cai, Halong Bay, dan Ninh Binh.
Untuk rute Sapa–Hanoi, operator ini saat ini menggunakan antara lain 22-Cabin Sleeper Bus dan juga menyediakan pilihan limousine. Situs resminya mencantumkan jarak sekitar 320 kilometer dengan estimasi perjalanan sekitar 6,5 jam. S Trip Việt Nam
Jadi berbeda dengan sleeper bus lama yang berupa deretan kursi rebah terbuka.
Konsep cabin bus memberi ruang tidur yang lebih individual.
Dan menurut saya justru itu yang membuat bus seperti ini menarik untuk perjalanan cukup panjang.
Kenapa Saya Pulang dari Sapa Naik Sleeper Bus?
Salah satu alasan paling praktis:
bus berangkat langsung dari Sapa menuju Hanoi.
Tidak perlu turun ke Lao Cai terlebih dahulu.
Ini perbedaan besar dibanding sleeper train.
Ketika naik Damitrans Express dari Hanoi, saya harus:
Hanoi → kereta → Lao Cai → kendaraan lagi → Sapa.
Sedangkan sleeper bus:
Sapa → Hanoi.
Lebih sederhana.
Setelah beberapa hari jalan kaki, Cat Cat Village, Fansipan, dan entah berapa ratus anak tangga, saya mulai menghargai konsep perjalanan yang tidak perlu terlalu banyak pindah kendaraan.
Bus Berangkat Langsung dari Sapa
S Trip saat ini memiliki kantor Sapa di 697 Dien Bien Phu Street.
Untuk rute Sapa–Hanoi, situs resminya menawarkan beberapa keberangkatan dari siang hingga malam.
Contoh jadwal yang tersedia saat saya mengecek antara lain keberangkatan sekitar:
13.00
14.00
15.00
16.00
19.00
22.00
23.00
dengan perjalanan sekitar 6,5 jam. Jadwal bisa berubah, jadi tentu cek kembali saat akan memesan. S Trip Việt Nam
Menurut saya banyaknya pilihan waktu seperti ini menjadi salah satu keuntungan sleeper bus.
Kita bisa menyesuaikan dengan itinerary Sapa.
Perjalanan Sapa ke Hanoi Sekitar 6,5 Jam
Secara resmi S Trip mencantumkan durasi sekitar 6 jam 30 menit untuk rute Sapa–Hanoi. S Trip Việt Nam
Tentu perjalanan darat selalu tergantung:
- lalu lintas,
- kondisi jalan,
- cuaca,
- rest stop,
- dan kondisi perjalanan hari itu.
Jadi jangan membuat jadwal lanjutan terlalu mepet.
Misalnya bus dijadwalkan sampai pukul 20.30, lalu kita booking penerbangan pukul 21.00.
Itu bukan itinerary.
Itu latihan meningkatkan tekanan darah.
Cabin Sleeper Bus Itu Seperti Apa?
Konsepnya cukup berbeda dari bus antarkota biasa.
Daripada duduk tegak di kursi selama enam jam, setiap penumpang punya semacam ruang atau cabin tidur.
S Trip saat ini mengoperasikan tipe 22-cabin sleeper bus untuk rute Hanoi–Sapa dan sebaliknya. S Trip Việt Nam
Cabin seperti ini umumnya berupa tempat rebah memanjang dengan ruang yang lebih private dibanding sleeper bus model lama.
Posisinya berjajar di kanan dan kiri lorong bus.
Ada bagian atas dan bawah.
Jadi kurang lebih seperti bunk bed versi bus.
Tentu ruangannya tetap terbatas.
Ini bus, bukan kamar hotel.
Tapi untuk perjalanan beberapa jam, posisi rebah menurut saya jauh lebih menarik daripada duduk tegak terus-menerus.
Jangan Bayangkan Tempat Tidurnya Seperti Kasur Hotel
Kata “cabin sleeper” memang bisa membuat imajinasi agak terlalu jauh.
Realitanya kita tetap berada di bus.
Ruang terbatas.
Lebar tempat tidur terbatas.
Bus bergerak.
Ada tikungan.
Ada suara jalan.
Jadi konsepnya lebih tepat:
tempat rebah individual untuk perjalanan jauh.
Bukan kamar mini di atas roda.
Kalau datang dengan ekspektasi seperti itu, menurut saya lebih mudah menikmati perjalanannya.
Upper Cabin atau Lower Cabin?
Kalau bisa memilih posisi, saya pribadi cenderung suka bagian lower.
Lebih mudah naik turun.
Tidak perlu memanjat.
Dan untuk orang yang tidak terlalu suka berada di posisi tinggi ketika kendaraan bergerak, rasanya lebih nyaman.
Upper cabin biasanya memberi sedikit rasa lebih private karena posisinya lebih tinggi.
Tapi kembali lagi ke preferensi.
Kalau booking melalui situs resmi S Trip, sistem saat ini memang memungkinkan penumpang memilih kursi atau cabin yang tersedia. S Trip Việt Nam
Kalau punya preferensi kuat, booking lebih awal.
Jangan berharap dapat posisi favorit ketika bus tinggal satu cabin kosong.
Bisa Benar-Benar Tidur Tidak?
Ini salah satu pertanyaan paling sulit dijawab.
Karena sangat tergantung orangnya.
Kalau tipe orang yang bisa tidur:
di mobil,
di pesawat,
di kereta,
bahkan sambil menunggu boarding,
kemungkinan besar sleeper bus bukan masalah besar.
Kalau sangat sensitif terhadap:
tikungan,
rem,
suara,
atau gerakan kendaraan,
tidurnya mungkin tidak senyenyak di hotel.
Dan rute keluar dari Sapa memang melewati kawasan pegunungan terlebih dahulu sebelum masuk jalur yang lebih panjang menuju Hanoi.
Jadi awal perjalanan tidak selalu terasa seperti jalan tol lurus.
Perjalanan Turun dari Sapa Menarik Juga
Salah satu bagian yang menurut saya menarik dari perjalanan darat adalah perubahan landscape.
Sapa berada di pegunungan.
Ketika bus mulai turun, perlahan kita meninggalkan:
kabut,
gunung,
udara dingin,
dan jalan berkelok.
Kemudian perjalanan mulai berubah ketika mendekati kawasan yang lebih rendah.
Kalau naik bus siang, bagian ini bisa dinikmati dari jendela.
Kalau malam?
Ya sudah.
Tidur saja.
Landscape-nya bisa dilihat di Google besok.
Apakah Ada Rest Stop?
Untuk perjalanan jarak sekitar 320 kilometer, umumnya ada pemberhentian selama perjalanan.
Durasi dan lokasinya bisa berbeda tergantung jadwal serta operasi bus.
Saya selalu menyarankan menggunakan kesempatan rest stop untuk:
ke toilet,
meregangkan kaki,
membeli minum,
atau sekadar berdiri sebentar.
Enam jam lebih dalam posisi rebah tetap membuat badan ingin bergerak.
Jangan terlalu malas turun hanya karena cabin sudah terasa nyaman.
Nanti setelah sampai Hanoi baru sadar pinggang protes.
Toilet di Bus Ada atau Tidak?
Fasilitas bisa berbeda berdasarkan armada.
Saya tidak akan menjadikan toilet onboard sebagai sesuatu yang wajib diasumsikan ada.
Lebih aman:
gunakan toilet sebelum berangkat,
manfaatkan rest stop,
dan jangan minum dua liter kopi tepat sebelum naik bus.
Untuk fasilitas spesifik armada pada tanggal perjalanan, sebaiknya tanyakan langsung ke operator saat booking.
Bagaimana dengan Koper?
Koper besar umumnya ditempatkan di ruang bagasi bus.
Karena itu saya menyarankan membuat satu tas kecil khusus untuk cabin.
Isi dengan:
- HP,
- power bank,
- charger,
- dompet,
- paspor,
- obat pribadi,
- tissue,
- earphone,
- jaket tipis,
- dan air minum.
Jangan taruh paspor di koper besar.
Itu termasuk aturan traveling yang menurut saya berlaku hampir di mana pun.
Bawa Jaket Tipis
Walaupun turun dari Sapa yang dingin, suhu di dalam bus juga bisa terasa dingin karena AC.
Jadi saya tetap akan membawa jaket ringan ke cabin.
Jangan masukkan semuanya ke bagasi.
Saya punya prinsip sederhana kalau naik transportasi malam:
barang yang bisa membuat tidur lebih nyaman harus berada dalam jangkauan.
Jaket.
Earphone.
Air.
Obat.
Dan HP.
Sisanya boleh masuk bagasi.
Harga Sleeper Bus S Trip Sapa–Hanoi
Saat saya mengecek situs resmi S Trip, harga untuk 22-Cabin Sleeper Bus Sapa–Hanoi mulai sekitar 450.000 VND per orang.
Operator juga menawarkan limousine mulai sekitar 460.000 VND. S Trip Việt Nam
Harga tentu bisa berubah tergantung:
- tanggal,
- musim,
- tipe kendaraan,
- promo,
- dan titik pickup/drop-off.
Jadi anggap angka tersebut sebagai referensi, bukan harga permanen.
Untuk artikel Travellumy saya memang lebih suka seperti ini.
Kita memberi gambaran harga.
Tapi tidak pura-pura angka hari ini pasti sama tahun depan.
Sampai Hanoi Turunnya di Mana?
Untuk beberapa jadwal Sapa–Hanoi yang saya cek, S Trip saat ini menggunakan titik kedatangan di 214 Tran Quang Khai Street, Hoan Kiem, selain memiliki beberapa kantor lain di Hanoi. S Trip Việt Nam
Lokasi di Hoan Kiem tentu cukup praktis kalau hotel berada di area pusat Hanoi atau Old Quarter.
Tapi titik drop-off bisa berubah sesuai layanan dan jadwal.
Jadi cek booking confirmation.
Jangan otomatis menganggap bus akan menurunkan tepat di depan hotel.
Keuntungan Besar Sleeper Bus: Tidak Perlu Transfer di Lao Cai
Ini menurut saya salah satu pembeda paling terasa dengan sleeper train.
Kalau kereta:
Sapa → kendaraan ke Lao Cai → stasiun → kereta → Hanoi.
Kalau bus:
Sapa → Hanoi.
Selesai.
Kalau sedang membawa koper cukup banyak, traveling dengan anak, atau sekadar sudah capek setelah beberapa hari perjalanan, satu kali pindah transportasi yang hilang terasa cukup berarti.
Sleeper Bus S Trip vs Damitrans Express
Nah, karena saya mencoba keduanya dalam satu trip, menurut saya bagian ini penting.
Damitrans Express Sleeper Train
Yang saya suka:
- pengalaman naik sleeper train lebih unik,
- ada kabin kereta,
- bisa berdiri dan berjalan di koridor,
- suasana perjalanan malamnya lebih memorable,
- terasa lebih seperti bagian dari perjalanan.
Yang kurang praktis:
- berhenti di Lao Cai,
- masih perlu kendaraan sekitar satu jam ke Sapa,
- perjalanan keseluruhan lebih panjang.
S Trip Sleeper Bus
Yang saya suka:
- direct Sapa–Hanoi,
- tidak perlu transfer Lao Cai,
- posisi sleeper/cabin lebih cocok untuk istirahat dibanding kursi bus biasa,
- pilihan jam cukup banyak.
Yang perlu dipertimbangkan:
- tetap perjalanan darat,
- ruang cabin terbatas,
- gerakan bus terasa berbeda dari kereta.
Jadi kalau ditanya:
mana yang menang?
Saya justru senang tidak memilih.
Pergi kereta.
Pulang bus.
Menurut saya itu kombinasi yang paling menarik untuk first trip.
Lebih Cepat Sleeper Bus atau Kereta?
Secara keseluruhan, bus biasanya lebih efisien.
S Trip saat ini mencantumkan sekitar 6,5 jam langsung dari Sapa ke Hanoi. S Trip Việt Nam
Sementara kalau menggunakan kereta, harus menghitung:
Sapa → Lao Cai,
menunggu kereta,
perjalanan kereta,
lalu tiba Hanoi.
Jadi dari sisi door-to-door, bus punya keunggulan.
Kalau prioritasnya waktu, saya akan lebih condong ke bus.
Kalau prioritasnya pengalaman, sleeper train punya daya tarik sendiri.
Sleeper Bus Cocok untuk Siapa?
Menurut saya cocok untuk traveler yang:
- waktunya terbatas,
- ingin perjalanan langsung,
- tidak mau pindah transportasi di Lao Cai,
- ingin menghemat waktu,
- nyaman dengan perjalanan darat,
- dan tidak masalah tidur atau rebahan di kendaraan.
Kalau sangat mudah mabuk perjalanan di jalan berkelok?
Pertimbangkan dulu.
Karena bagian awal dari Sapa tentu tetap melewati jalan pegunungan.
Kalau Gampang Mabuk Kendaraan
Ini perlu dipikirkan.
Jangan memilih cabin hanya karena terlihat keren.
Kalau memang punya riwayat motion sickness:
- pilih posisi yang terasa paling stabil,
- jangan makan terlalu berat sebelum perjalanan,
- lihat ke luar ketika perlu,
- bawa obat yang memang biasa digunakan sesuai petunjuk dokter/apoteker,
- dan hindari terlalu lama menatap HP saat bus melewati jalan berkelok.
Saya pribadi lebih suka tidur saat jalan mulai berkelok.
Lebih damai.
Sebaiknya Naik Bus Siang atau Malam?
Keduanya punya kelebihan.
Bus Siang
Enaknya:
bisa melihat landscape,
sampai Hanoi malam,
tidak terlalu mengganggu jam tidur.
Bus Malam
Enaknya:
bisa menghemat waktu,
tidur selama perjalanan,
sampai Hanoi pagi.
Tapi kalau tiba Hanoi pukul 04.30 atau 05.30, pikirkan juga mau ke mana setelah turun.
Hotel belum tentu bisa early check-in.
Kadang menghemat satu malam hotel terdengar pintar sampai kita tiba jam empat pagi sambil membawa koper.
Apakah Aman untuk Perempuan Traveling Sendiri?
Kalau solo traveler, saya akan memilih operator resmi, booking cabin yang jelas, menyimpan barang berharga di dekat tubuh, dan memastikan drop-off point sebelum berangkat.
S Trip memiliki website booking resmi, kantor di Sapa dan Hanoi, serta rute dan jadwal yang dipublikasikan secara terbuka. S Trip Việt Nam
Saya juga akan share detail perjalanan ke keluarga atau teman.
Bukan karena Sapa–Hanoi secara khusus harus ditakuti.
Itu kebiasaan traveling yang bagus di mana pun.
Booking S Trip di Mana?
S Trip sekarang punya situs resmi untuk memilih:
rute,
tanggal,
tipe kendaraan,
jam,
pickup/drop-off,
dan posisi cabin. S Trip Việt Nam
Selain itu tiket bisa muncul di beberapa OTA.
Kalau booking lewat pihak ketiga, saya akan tetap cross-check:
- nama operator,
- jam keberangkatan,
- alamat pickup,
- jenis bus,
- dan aturan bagasi.
Nama operator bus Vietnam cukup banyak dan beberapa terdengar mirip.
Jangan sampai booking Sapa Express lalu mengira itu S Trip.
Itu perusahaan berbeda.
Datang Berapa Lama Sebelum Berangkat?
Saya akan datang 30–45 menit sebelumnya.
Terutama kalau pertama kali.
Ada koper.
Perlu mencari kantor.
Belum familiar dengan area.
Lebih enak menunggu sedikit daripada lari-lari membawa koper mengejar bus.
Saya semakin lama traveling semakin tidak tertarik dengan adegan seperti itu.
Yang Perlu Dibawa ke Cabin
Versi saya:
- paspor,
- dompet,
- HP,
- power bank,
- earphone,
- jaket,
- tissue,
- wet wipes,
- air minum,
- snack kecil,
- obat pribadi.
Kalau sleeper bus malam, saya juga suka membawa eye mask.
Meskipun cabin sudah cukup tertutup, lampu dari lorong atau rest stop kadang masih terasa.
Apakah S Trip Worth It?
Untuk rute pulang dari Sapa ke Hanoi, menurut saya konsep sleeper bus sangat masuk akal.
Terutama karena direct.
Setelah menggunakan train saat berangkat, baru terasa perbedaannya.
Tidak perlu turun ke Lao Cai.
Tidak perlu pindah kendaraan.
Tidak perlu mengatur koneksi lagi.
Masuk bus di Sapa.
Kemudian turun di Hanoi.
Sederhana.
Dan pada perjalanan singkat lima hari seperti saya, efisiensi seperti ini penting.
Kalau Harus Memilih Satu: Train atau Sleeper Bus?
Kalau ini pengalaman pertama ke Sapa dan punya cukup waktu, saya masih suka ide:
Hanoi → Sapa naik sleeper train.
Lalu:
Sapa → Hanoi naik sleeper bus.
Persis seperti yang saya lakukan.
Kenapa?
Karena dapat dua pengalaman.
Sleeper train memberi rasa perjalanan yang lebih klasik.
Sleeper bus memberi gambaran transportasi modern yang sekarang banyak digunakan traveler di Vietnam.
Dan setelah mencoba keduanya, kita sendiri bisa menentukan mana yang lebih cocok.
Kalau Kembali ke Sapa, Saya Akan Naik Apa?
Kalau hanya mengejar praktis, kemungkinan besar saya akan memilih bus atau limousine.
Karena direct.
Tapi kalau pergi dengan orang yang belum pernah naik sleeper train, saya masih bisa mengajak mereka naik kereta sekali.
Saya rasa ada transportasi yang dipilih karena efisiensi.
Ada juga yang dipilih karena pengalaman.
Damitrans bagi saya lebih masuk kategori kedua.
S Trip lebih masuk kategori pertama.
Dan keduanya punya tempat masing-masing dalam itinerary.
Ternyata Transportasi Juga Jadi Bagian yang Saya Ingat dari Vietnam
Ini yang saya suka dari perjalanan Vietnam pertama saya.
Transportasinya tidak hanya:
“ya sudah, pindah tempat.”
Saya masih ingat sleeper train dari Hanoi.
Bangun di Lao Cai.
Naik menuju Sapa.
Lalu beberapa hari kemudian pulang dengan sleeper bus.
Dua moda.
Dua suasana.
Dua pengalaman.
Kalau semua perpindahan hanya menggunakan private car, mungkin memang lebih nyaman.
Tapi ceritanya tidak sebanyak ini.
Dan untuk saya pribadi, traveling memang bukan hanya soal sampai di tujuan.
Kadang perjalanan di antaranya justru menjadi bagian yang paling mudah diingat.
Jadi kalau ada yang bertanya apakah sleeper bus S Trip dari Sapa ke Hanoi layak dicoba?
Menurut saya iya.
Terutama kalau ingin transportasi yang lebih direct daripada kereta.
Tinggal masuk cabin.
Rebahan.
Lihat Sapa perlahan tertinggal.
Dan beberapa jam kemudian kita sudah kembali di Hanoi.
Lumayan praktis setelah beberapa hari kaki diajak naik turun gunung.
