Itinerary Vietnam 5 Hari 4 Malam
Itinerary Vietnam 5 Hari 4 Malam: Rute Hanoi, Sapa, Fansipan dan Halong Bay
Kalau cuma punya lima hari di Vietnam, pertanyaan pertamanya mungkin:
cukup nggak?
Jawaban saya: cukup, asal tidak mencoba melihat seluruh Vietnam.
Perjalanan saya sendiri hanya fokus ke Vietnam Utara dengan rute:
Jakarta → Hanoi → Sapa → Fansipan → Halong Bay → Hanoi → Jakarta.
Dan setelah menjalaninya, menurut saya lima hari empat malam sudah cukup untuk mendapatkan beberapa suasana Vietnam yang benar-benar berbeda.
Ada Hanoi yang ramai.
Sleeper train semalaman menuju pegunungan.
Sapa yang dingin.
Fansipan.
Perjalanan turun-naik gunung.
Sleeper bus kembali ke Hanoi.
Lalu ditutup dengan Halong Bay Day Cruise.
Lumayan banyak untuk lima hari.
Jujur, itinerary ini bukan tipe perjalanan yang bangun jam sembilan pagi lalu sarapan santai sampai sebelas.
Ada beberapa hari yang cukup padat.
Tapi masih masuk akal.
Dan yang paling penting, saya tidak merasa hanya pindah-pindah tempat untuk foto.
Setiap destinasi memang punya karakter berbeda.
Ringkasan Itinerary Vietnam 5 Hari 4 Malam
Kalau ingin melihat gambaran cepatnya dulu, kira-kira seperti ini:
| Hari | Rute | Highlight |
|---|---|---|
| Hari 1 | Jakarta – Hanoi | Hanoi, Old Quarter, kuliner, sleeper train ke Sapa |
| Hari 2 | Sapa | Sapa, Cat Cat Village, suasana kota |
| Hari 3 | Sapa – Fansipan – Hanoi | Fansipan, cable car, kembali dengan sleeper bus |
| Hari 4 | Hanoi – Halong Bay – Hanoi | Halong Bay Day Cruise |
| Hari 5 | Hanoi – Jakarta | Hanoi, oleh-oleh, pulang |
Rute ini cocok untuk traveler yang ingin kombinasi:
kota + pegunungan + pengalaman transportasi + cruise.
Kalau lebih suka liburan santai, itinerary-nya bisa dikurangi.
Tapi kalau waktu terbatas dan ingin mendapat banyak variasi, menurut saya rute ini enak.
Hari 1: Jakarta – Hanoi, Mulai dari Vietnam yang Ramai
Perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Hanoi.
Saya terbang menggunakan Vietnam Airlines Economy untuk penerbangan berangkat.
Setelah tiba di Noi Bai International Airport, perjalanan dilanjutkan menuju pusat Hanoi.
Untuk trip ini saya memang tidak membuat Hanoi sebagai destinasi yang berdiri sendiri selama dua atau tiga hari.
Hanoi lebih menjadi base.
Karena tujuan berikutnya adalah Sapa.
Tapi justru karena itu waktu yang tersedia di kota ini saya pakai untuk menikmati hal-hal yang paling mudah dijangkau.
Jalan-jalan di Hanoi Old Quarter
Kalau baru pertama datang ke Hanoi, menurut saya Old Quarter adalah tempat paling gampang untuk mulai.
Tidak perlu itinerary ribet.
Jalan saja.
Ada toko.
Street food.
Café.
Motor.
Gang kecil.
Bangunan lama.
Dan kehidupan Hanoi yang rasanya terjadi hampir tanpa jeda.
Saya suka Old Quarter karena meskipun sangat touristy, tetap terasa hidup.
Bukan kawasan kota tua yang hanya “dipajang” untuk wisatawan.
Orang memang tinggal dan bekerja di sini.
Hoan Kiem Lake
Kalau mulai merasa terlalu ramai dengan motor, lanjut ke Hoan Kiem Lake.
Danau ini masih berada di pusat kota dan suasananya jauh lebih santai.
Buat saya, Hanoi punya kombinasi yang lucu.
Lima menit lalu merasa mau ditabrak motor.
Lima menit kemudian duduk santai melihat danau.
Ngopi di Cafe Giang
Saya juga mampir ke Cafe Giang untuk mencoba egg coffee.
Kalau belum pernah, nama “kopi telur” memang tidak terdengar terlalu meyakinkan.
Tapi rasanya tidak seperti minum kopi dicampur telur mentah.
Teksturnya creamy, manis, dan hampir seperti dessert.
Dan karena Hanoi memang punya budaya café yang kuat, menurut saya ngopi justru termasuk bagian perjalanan yang wajib diberi waktu.
Malam Hari: Sleeper Train Hanoi ke Sapa
Nah, malamnya mulai bagian yang menurut saya seru.
Saya menuju Sapa menggunakan sleeper train.
Lebih tepatnya kereta sampai Lao Cai, lalu perjalanan ke Sapa dilanjutkan lewat darat.
Saya menggunakan sleeper train yang waktu itu kami pilih untuk perjalanan malam.
Kenapa train?
Karena selain menghemat satu malam hotel, saya memang ingin mencoba pengalaman tidur di kereta.
Dan ternyata benar.
Perjalanannya sendiri akhirnya menjadi salah satu bagian yang saya ingat.
Masuk kabin.
Menata barang.
Mencari posisi tidur.
Merasakan kereta bergerak sepanjang malam.
Lalu pagi-pagi bangun dan sudah berada jauh dari Hanoi.
Vietnam Tourism sendiri menyebut night train Hanoi–Lao Cai sebagai salah satu opsi menuju Sapa, dengan waktu perjalanan sekitar delapan jam sebelum dilanjutkan perjalanan darat ke Sapa. Vietnam Tourism
Catatan Hari 1
Kalau penerbangan tiba siang atau sore, jangan memasukkan terlalu banyak attraction Hanoi.
Saya malah lebih memilih:
Old Quarter → makan → café → jalan sebentar → siap-siap sleeper train.
Masih ada hari terakhir untuk Hanoi kalau flight pulangnya memungkinkan.
Hari 2: Sapa dan Cat Cat Village
Bangun pagi, suasananya sudah benar-benar berbeda.
Kalau Hanoi ramai, Sapa jauh lebih dingin dan terbuka.
Gunung mulai terlihat.
Udara lebih segar.
Dan setidaknya buat saya, baru di titik ini rasanya seperti benar-benar masuk ke Vietnam bagian lain.
Vietnam Tourism menggambarkan Sapa sebagai kota pegunungan dengan lembah dalam, rice terraces, dan pegunungan Hoàng Liên Son yang mengelilinginya. Vietnam Tourism
Untuk menginap di Sapa, kami memilih Green Forest Sapa Hotel.
Lokasinya cukup enak sebagai base untuk menjelajah.
Cat Cat Village
Salah satu tempat yang masuk itinerary kami adalah Cat Cat Village.
Desa ini memang sudah sangat berkembang untuk wisata.
Jadi jangan datang dengan bayangan akan menemukan desa Hmong yang benar-benar terisolasi dari pariwisata.
Ada toko.
Spot foto.
Penyewaan pakaian tradisional.
Jalur wisata.
Pertunjukan.
Dan cukup banyak pengunjung.
Tetapi menurut saya masih menarik untuk kunjungan pertama.
Terutama karena landscape di sekitarnya cantik.
Yang perlu diketahui sebelum ke Cat Cat
Satu hal yang saya rasa penting:
jalannya cukup banyak naik turun.
Jadi sepatu nyaman jauh lebih penting daripada sepatu paling bagus untuk foto.
Buat orang yang tidak terbiasa jalan jauh, jangan terlalu meremehkan karena kelihatannya cuma “desa wisata”.
Lumayan juga.
Jalan-jalan di pusat Sapa
Setelah Cat Cat, enak kalau tidak terlalu memadatkan jadwal lagi.
Pusat Sapa sendiri menyenangkan untuk berjalan.
Ada Sun Plaza, Sapa Church, café, restoran, dan toko-toko.
Udara sore di Sapa juga berbeda sekali dari Hanoi.
Kalau Hanoi membuat saya ingin terus bergerak, Sapa justru membuat saya ingin berhenti lebih lama.
Hari 3: Fansipan dan Kembali ke Hanoi
Hari ketiga adalah salah satu highlight terbesar perjalanan.
Fansipan.
Fansipan merupakan puncak tertinggi Vietnam dengan ketinggian sekitar 3.143 meter dan sering dijuluki Roof of Indochina. Sekarang perjalanan ke area puncaknya jauh lebih mudah karena tersedia cable car sekitar enam kilometer yang membawa pengunjung naik dalam kira-kira 15 menit. Vietnam Tourism
Mudah?
Secara teori iya.
Secara kaki…
nanti dulu.
Dari Sapa Naik Funicular
Kami memulai perjalanan dari area Sapa menggunakan funicular.
Kereta kecil ini membawa penumpang melewati landscape pegunungan menuju area cable car.
Vietnam Tourism mencatat Muong Hoa Mountain Train berangkat dari kawasan dekat Hotel de la Coupole dan perjalanannya sekitar lima menit melintasi lembah. Vietnam Tourism
Menurut saya ini bukan cuma transportasi.
View sepanjang jalan juga sudah menjadi bagian dari pengalaman Fansipan.
Lanjut Cable Car Fansipan
Setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan cable car.
Kalau cuacanya bagus, pemandangan dari cable car cantik sekali.
Gunung.
Lembah.
Kabut.
Kadang view muncul.
Kadang hilang lagi.
Dan semakin tinggi, suasananya berubah.
Saya suka bagian ini karena perjalanan menuju Fansipan tidak terasa seperti sekadar “naik lift ke attraction”.
Ada prosesnya.
Sampai Atas Belum Berarti Selesai
Nah, ini bagian yang kadang tidak terlalu terlihat dari artikel wisata.
Setelah keluar dari cable car, masih ada kompleks besar yang harus dilewati.
Ada:
pagoda,
patung,
tangga,
jalur naik turun,
dan titik-titik lain sebelum mencapai summit.
Vietnam Tourism juga menyebut setelah cable car, pengunjung masih akan melewati kompleks pagoda dan tangga menuju area puncak. Vietnam Tourism
Kami menggunakan transportasi tambahan di bagian atas untuk membantu perjalanan.
Tetapi tetap saja…
tangga ada.
Dan waktu turun saya masih ingat harus melewati sekitar 600 anak tangga.
Ini detail yang mungkin kecil di itinerary.
Tapi kaki saya cukup ingat.
Jadi kalau traveling bersama orang tua atau orang yang punya masalah lutut, bagian ini perlu diperhitungkan.
Berapa Lama Waktu untuk Fansipan?
Jangan alokasikan cuma satu atau dua jam.
Menurut saya lebih aman memberi setengah hari.
Karena ada:
transport dari hotel,
funicular,
antre cable car,
perjalanan cable car,
jalan di kawasan atas,
foto,
makan atau istirahat,
lalu perjalanan turun lagi.
Cuaca juga bisa memengaruhi ritme.
Dan di tempat seperti Fansipan, saya tidak ingin datang hanya untuk foto papan summit lima menit lalu turun.
Sore/Malam: Kembali ke Hanoi dengan Sleeper Bus
Setelah Fansipan, kami kembali dari Sapa ke Hanoi.
Kalau berangkat ke Sapa saya menggunakan sleeper train, untuk pulangnya saya sengaja mencoba moda berbeda:
S-Trip sleeper bus.
Dan ternyata memang pengalaman train dan bus cukup berbeda.
Bus lebih langsung menuju Hanoi karena tidak perlu turun di Lao Cai lalu sambung kendaraan lagi.
Tempat tidurnya juga punya karakter berbeda dari kabin train.
Nanti menurut saya artikel Sleeper Bus Sapa-Hanoi S-Trip memang perlu dibuat sendiri, karena pertanyaan traveler biasanya detail:
nyaman nggak?
bisa tidur nggak?
bagasinya bagaimana?
lebih enak train atau bus?
Kalau ditaruh semua di itinerary ini nanti malah terlalu panjang.
Malam di Hanoi
Setelah perjalanan panjang dari Sapa, akhirnya kembali ke Hanoi.
Kami menginap di Luxor Boutique Hotel.
Menurut saya malam seperti ini jangan diberi terlalu banyak agenda.
Makan.
Mandi.
Tidur.
Karena besok pagi perjalanan dimulai lagi.
Dan kali ini menuju Halong Bay.
Hari 4: Hanoi – Halong Bay Day Cruise – Hanoi
Hari keempat adalah hari yang cukup panjang.
Dari Hanoi, kami berangkat menuju Halong Bay untuk mengikuti day cruise.
Saya sengaja memilih day cruise, bukan overnight cruise.
Alasannya sederhana:
waktunya cuma lima hari.
Kalau satu malam menginap di Halong, itinerary Sapa kemungkinan harus dikurangi.
Jadi day cruise adalah kompromi.
Dan menurut saya komprominya cukup berhasil.
Perjalanan Hanoi ke Halong Bay
Halong Bay berada di timur laut Vietnam.
UNESCO mencatat kawasan Ha Long Bay–Cat Ba Archipelago mencakup lebih dari seribu pulau dan islet limestone yang membentuk landscape karst laut yang sangat khas. UNESCO World Heritage Centre
Perjalanan dari Hanoi sekarang relatif lebih mudah lewat jalan tol.
Tapi tetap butuh waktu.
Jadi day cruise memang berarti:
berangkat pagi,
seharian di luar,
pulang malam.
Jangan membuat agenda makan malam terlalu ambisius setelahnya.
Naik Halong Bay Cruise
Begitu kapal mulai bergerak keluar dari pelabuhan, baru terasa kenapa Halong Bay begitu sering muncul sebagai wajah Vietnam.
Limestone karst muncul satu per satu.
Ada yang besar.
Ada yang kecil.
Ada yang berdiri seperti menara di tengah air.
Dan karena jumlahnya banyak sekali, pemandangannya terus berubah saat kapal bergerak.
Foto Halong Bay memang cantik.
Tapi berada di tengah landscape-nya memberi skala yang berbeda.
UNESCO menyebut kawasan ini salah satu contoh paling luas dan terkenal untuk marine-invaded tower karst di dunia. UNESCO World Heritage Centre
Versi sederhananya:
batu-batu kapur raksasa yang muncul dari laut memang bukan pemandangan biasa.
Apa Saja yang Dilakukan Saat Day Cruise?
Program tiap cruise berbeda.
Biasanya day cruise bisa mencakup:
- makan siang di kapal,
- melihat gugusan karst,
- cave,
- kayaking atau boat kecil,
- island stop,
- sunset tea atau snack,
- perjalanan kembali ke pelabuhan.
Tidak semua paket sama.
Jadi waktu booking, cek itinerary cruise dengan teliti.
Ada cruise singkat.
Ada yang enam jam.
Ada yang lebih panjang.
Menurut saya kalau sudah menempuh perjalanan dari Hanoi, lebih enak mengambil program yang cukup panjang supaya tidak terasa cuma naik kapal sebentar.
Apakah Halong Bay Day Cruise Worth It?
Untuk itinerary lima hari seperti saya, iya.
Kalau punya waktu lebih panjang, mungkin saya akan mempertimbangkan overnight cruise.
Karena bisa merasakan Halong dengan tempo lebih pelan.
Tapi untuk perjalanan pertama dan waktu terbatas, day cruise masih memberi gambaran yang cukup kuat tentang kawasan ini.
Saya pulang tidak merasa, “wah, tadi percuma.”
Capek?
Iya.
Tapi worth it.
Kembali ke Hanoi
Sore atau malam perjalanan kembali ke Hanoi.
Hari ini biasanya energi sudah mulai turun.
Sleeper train.
Sapa.
Fansipan.
Sleeper bus.
Halong Bay.
Semua terjadi dalam beberapa hari.
Kalau masih kuat jalan malam, silakan.
Saya sendiri lebih menyukai ide makan santai lalu istirahat.
Besok masih ada perjalanan pulang.
Hari 5: Hanoi – Jakarta
Hari terakhir kembali ke Hanoi.
Kalau penerbangan pulang sore atau malam, waktu ini bisa digunakan untuk hal-hal yang belum sempat.
Misalnya:
belanja oleh-oleh, ngopi, jalan lagi di Old Quarter, atau mencari makanan yang belum sempat dicoba.
Saya pribadi suka menyisakan sedikit free time di hari terakhir.
Tidak semuanya harus attraction.
Kadang hari terakhir justru enak digunakan untuk kembali ke tempat yang disukai.
Atau membeli oleh-oleh yang lima hari sebelumnya kita bilang:
“nanti aja belinya.”
Dan tentu saja akhirnya “nanti” datang juga.
Pulang dengan Vietnam Airlines
Untuk penerbangan pulang, sebenarnya tiket awal saya adalah Vietnam Airlines Economy.
Tapi di bandara saya akhirnya melakukan upgrade ke Business Class.
Jadi perjalanan Vietnam ini malah punya dua pengalaman penerbangan berbeda:
berangkat Economy,
pulang Business.
Itu juga kenapa nanti menurut saya enak dibuat dua artikel review terpisah.
Supaya bisa benar-benar dibandingkan dari sudut pandang orang yang mencoba keduanya dalam satu perjalanan.
Apakah Itinerary Vietnam 5 Hari 4 Malam Ini Terlalu Padat?
Jawaban saya:
padat, tapi masih masuk akal.
Yang membuatnya bisa dilakukan adalah pemilihan transportasi malam.
Sleeper train Hanoi-Sapa membantu menghemat waktu.
Sleeper bus Sapa-Hanoi juga memindahkan kami tanpa harus mengorbankan seluruh siang.
Lalu Halong dilakukan sebagai day trip.
Jadi lima hari bisa dipakai cukup maksimal.
Tapi jangan menganggap ini itinerary santai.
Kalau ingin liburan yang bangunnya bebas dan banyak waktu nongkrong, saya akan mengurangi satu destinasi.
Kalau Ingin Lebih Santai, Apa yang Sebaiknya Dikurangi?
Ada beberapa opsi.
Pilihan 1: Hanoi + Sapa + Fansipan
Hilangkan Halong Bay.
Hasilnya:
lebih banyak waktu di Hanoi dan Sapa.
Cocok kalau prioritasnya pegunungan.
Pilihan 2: Hanoi + Halong Bay + Ninh Binh
Hilangkan Sapa.
Ini mengurangi perjalanan malam dan logistik menjadi lebih mudah.
Pilihan 3: Hanoi + Halong Bay
Kalau ingin sangat santai.
Bisa menginap satu malam di cruise.
Kemudian Hanoi lebih leluasa.
Tapi buat saya pribadi, perjalanan pertama justru menyenangkan karena ada Sapa.
Sleeper Train atau Sleeper Bus ke Sapa?
Karena saya mencoba dua-duanya, pertanyaan ini enak untuk dijawab.
Secara umum:
Sleeper train
lebih terasa seperti pengalaman perjalanan, punya kabin, dan menurut saya lebih memorable.
Tapi berhenti di Lao Cai, jadi masih perlu transfer ke Sapa.
Sleeper bus
lebih praktis karena langsung ke Sapa/Hanoi.
Namun pengalaman tidurnya tentu berbeda dari kabin kereta.
Mana yang saya sarankan?
Kalau pertama kali dan punya waktu, saya suka pola yang saya lakukan:
pergi train, pulang bus.
Jadi dapat dua pengalaman tanpa harus memilih.
Hotel yang Saya Gunakan
Dalam perjalanan ini saya menginap di:
Hanoi: Luxor Boutique Hotel
Sapa: Green Forest Sapa Hotel
Hotel merupakan salah satu bagian yang nanti bisa saya review lebih detail kalau memang ada cukup foto dan catatan.
Untuk itinerary pendek seperti ini, lokasi hotel cukup penting.
Saya tidak mencari hotel yang terlalu jauh hanya demi kamar sedikit lebih besar.
Karena waktu banyak habis di luar.
Yang dibutuhkan justru:
lokasi praktis,
bisa istirahat nyaman,
mudah untuk pick-up transport,
dan sarapan kalau jadwal berangkat pagi.
Transportasi Kami Selama di Vietnam
Karena perjalanan dilakukan dalam rombongan, sekitar belasan orang, beberapa transportasi lokal kami atur sendiri.
Jadi tidak sepenuhnya backpacking dengan public transport.
Ada kendaraan yang sudah disiapkan untuk perpindahan tertentu.
Ini penting saya jelaskan karena itinerary untuk satu orang dan itinerary untuk grup tentu bisa berbeda.
Kalau bepergian sendiri atau berdua, Grab, shuttle, sleeper bus, dan tour pickup mungkin lebih praktis.
Kalau rombongan cukup besar, sewa kendaraan bisa lebih nyaman.
Dan biaya per orang kadang justru masuk akal setelah dibagi.
Berapa Budget untuk Itinerary Ini?
Saya sengaja tidak memasukkan angka total di artikel ini.
Karena biaya perjalanan sangat tergantung pada:
- harga tiket pesawat,
- tipe hotel,
- cabin sleeper train,
- tipe sleeper bus,
- kelas cruise,
- tiket Fansipan,
- kendaraan,
- makan,
- jumlah orang dalam grup.
Nanti menurut saya jauh lebih berguna kita membuat artikel khusus:
Biaya Liburan Vietnam 5 Hari 4 Malam
Di sana baru kita bongkar satu per satu.
Walaupun perjalanan kamu dulu dibantu travel agent dan kendaraan grup, kita tetap bisa membuat estimasi yang realistis menggunakan harga pasar terbaru dan memisahkan antara biaya aktual yang masih diingat dengan estimasi.
Waktu Terbaik untuk Rute Hanoi – Sapa – Halong Bay
Ini perlu sedikit hati-hati karena tiga tempat tersebut tidak selalu punya cuaca yang sama.
Sapa berada di pegunungan.
Hanoi lebih rendah.
Halong Bay berada di pesisir.
Jadi sebelum berangkat, jangan hanya cari “cuaca Vietnam”.
Cari:
cuaca Hanoi, cuaca Sapa, dan cuaca Halong Bay pada tanggal perjalanan.
Sapa terutama bisa dingin dan berkabut.
Di Fansipan cuaca juga bisa berubah cepat.
Halong Bay pun kadang berkabut atau bahkan cruise bisa terdampak cuaca buruk.
Jadi saya selalu lebih suka membawa itinerary yang sedikit fleksibel kalau melibatkan alam.
Barang yang Menurut Saya Penting Dibawa
Untuk rute ini, saya akan membawa:
- sepatu jalan yang benar-benar nyaman,
- jaket untuk Sapa dan Fansipan,
- pakaian yang mudah dilayer,
- power bank,
- tas kecil untuk day trip,
- obat pribadi,
- payung kecil atau rain jacket,
- uang tunai secukupnya,
- eSIM/SIM lokal,
- dan ruang kosong di koper untuk oleh-oleh.
Khusus Fansipan:
jangan memilih sepatu hanya karena bagus di foto.
Setelah ratusan anak tangga, estetika biasanya tidak lagi menjadi prioritas.
Apakah Lima Hari Cukup untuk Vietnam?
Untuk Vietnam secara keseluruhan, jelas tidak.
Untuk Vietnam Utara, cukup untuk perjalanan pertama.
Dan menurut saya itu bedanya.
Kita tidak perlu merasa harus melihat:
Hanoi,
Sapa,
Halong,
Da Nang,
Hoi An,
Hue,
Ho Chi Minh City
dalam lima hari.
Secara teknis mungkin bisa pindah dengan pesawat.
Tapi buat apa.
Saya lebih memilih pulang dengan benar-benar mengingat beberapa tempat daripada punya foto dari tujuh kota tapi sebagian besar perjalanan dihabiskan di bandara.
Apa yang Paling Saya Suka dari Itinerary Ini?
Variasinya.
Hari pertama saya berada di tengah keramaian Hanoi.
Besoknya melihat pegunungan Sapa.
Hari berikutnya berada di Fansipan.
Lalu pulang menggunakan sleeper bus.
Besok pagi sudah naik kapal di Halong Bay.
Perubahannya cepat.
Tapi bukan terasa repetitif.
Dan mungkin itu yang membuat perjalanan ini masih gampang saya ingat.
Kalau itinerary-nya cuma kota, lama-lama bangunan mulai bercampur di kepala.
Di sini tidak.
Hanoi dan Sapa tidak mungkin tertukar.
Fansipan dan Halong Bay jelas beda dunia.
Kalau Mengulang Perjalanan yang Sama, Apa yang Akan Saya Ubah?
Mungkin saya akan menambah satu atau dua hari.
Bukan untuk menambahkan lebih banyak tempat.
Justru untuk memperlambatnya.
Satu hari tambahan di Hanoi akan menyenangkan.
Satu malam lagi di Sapa juga tidak buruk.
Atau mengganti Halong Day Cruise dengan overnight cruise kalau waktu memungkinkan.
Tapi kalau hanya punya lima hari lagi?
Saya tetap bisa menjalani rute ini.
Karena untuk perjalanan pertama, Hanoi – Sapa – Fansipan – Halong Bay memberi pengenalan yang sangat bagus pada Vietnam Utara.
Bukan seluruh Vietnam.
Tapi cukup untuk membuat saya ingin kembali.
Dan buat saya, itinerary yang bagus memang seharusnya begitu.
Bukan membuat kita merasa sudah selesai dengan suatu negara.
Malah membuat kita pulang sambil berpikir:
“Next ke Vietnam, saya mau ke mana lagi ya?”
