Wisata Vietnam
Wisata Vietnam: Tempat-Tempat yang Sebaiknya Masuk Itinerary.
Sebelum pergi ke Vietnam, saya kira negara ini termasuk yang gampang dibuat itinerary-nya.
Dekat dari Indonesia.
Bentuk negaranya memang panjang, tapi di peta kelihatannya tidak terlalu rumit.
Lalu mulai melihat daftar tempatnya.
Hanoi.
Sapa.
Halong Bay.
Ninh Binh.
Da Nang.
Hoi An.
Hue.
Ho Chi Minh City.
Mekong Delta.
Phu Quoc.
Dan mendadak lima hari terasa sangat sedikit.
Itu yang saya rasakan ketika menyusun perjalanan Vietnam pertama saya.
Akhirnya saya memilih fokus di Vietnam Utara, dengan rute Jakarta → Hanoi → Sapa → Fansipan → Halong Bay → Hanoi.
Menurut saya keputusan itu justru tepat.
Vietnam bukan negara yang harus “diselesaikan” dalam satu perjalanan.
Negaranya memanjang lebih dari 1.600 kilometer dari utara ke selatan, dan masing-masing kawasan punya karakter yang sangat berbeda. Vietnam Tourism sendiri membagi destinasi utama menjadi tiga wilayah besar: Vietnam Utara, Vietnam Tengah, dan Vietnam Selatan. Vietnam Tourism
Jadi kalau baru pertama kali ke Vietnam, pertanyaan yang lebih berguna bukan:
“Tempat wisata Vietnam apa saja?”
Tapi:
“Bagian Vietnam mana yang ingin saya lihat dulu?”
Kalau Pertama Kali ke Vietnam, Mulai dari Mana?
Kalau waktunya sekitar 4-6 hari, saya lebih menyarankan memilih satu region.
Pilihan yang paling masuk akal:
Vietnam Utara: Hanoi + Sapa + Halong Bay atau Ninh Binh
Vietnam Tengah: Da Nang + Hoi An + Hue
Vietnam Selatan: Ho Chi Minh City + Mekong Delta
Beach trip: Phu Quoc
Pola seperti ini juga muncul dalam berbagai panduan perjalanan Vietnam terbaru karena jarak antarkawasan cukup jauh untuk dipaksakan dalam perjalanan singkat. Zurich Kotak General Insurance
Kalau punya dua minggu, baru enak menggabungkan utara-tengah-selatan.
Bahkan Vietnam Tourism punya contoh rute heritage 14 hari yang bergerak dari Hanoi dan Ninh Binh, turun ke Halong Bay, Hoi An, Hue, Phong Nha, lalu berakhir di Ho Chi Minh City. Vietnam Tourism
Untuk perjalanan pertama saya sendiri, Vietnam Utara sudah cukup padat.
Dan setelah menjalaninya, saya justru tidak merasa kurang.
1. Hanoi, Kota yang Bagus untuk Memulai Vietnam
Kalau masuk Vietnam dari utara, kemungkinan besar perjalanan akan dimulai di Hanoi.
Dan menurut saya Hanoi memang enak dijadikan perkenalan pertama.
Tidak terlalu polished.
Ramai.
Motor di mana-mana.
Trotoar tidak selalu bisa digunakan seperti fungsi trotoar yang kita bayangkan.
Ada orang makan di kursi kecil pinggir jalan.
Ada bangunan kolonial Prancis.
Ada toko modern.
Ada kuil.
Ada café yang pintunya kadang nyaris tidak kelihatan dari jalan.
Hanoi terasa seperti kota yang harus sedikit “dipelajari” sambil jalan.
Bukan tipe kota yang langsung rapi dan mudah dipahami lima menit setelah turun dari mobil.
Justru itu yang saya suka.
Hanoi Old Quarter
Kalau cuma punya waktu singkat, saya akan mulai dari Hanoi Old Quarter.
Kawasan ini salah satu bagian kota yang paling hidup.
Gang sempit.
Toko.
Pedagang.
Café.
Restoran.
Motor.
Orang jalan.
Semua bercampur.
Saya tidak merasa perlu membuat itinerary terlalu rinci di Old Quarter.
Justru enaknya berjalan.
Lihat toko.
Berhenti makan.
Masuk café.
Lalu entah kenapa keluar di jalan yang berbeda.
Hoan Kiem Lake
Dan kalau sudah terlalu ramai dengan motor, jalan ke Hoan Kiem Lake.
Danau ini berada di pusat kota dan menjadi semacam ruang bernapas di tengah Hanoi.
Pagi atau sore menurut saya waktu yang paling enak.
Ada orang olahraga.
Duduk.
Jalan santai.
Dan suasananya lebih tenang dibanding gang-gang Old Quarter.
Ngoc Son Temple
Di tengah Hoan Kiem ada Ngoc Son Temple, yang bisa dicapai lewat jembatan merah yang cukup photogenic.
Tempatnya tidak besar, tetapi gampang digabungkan dengan jalan kaki di sekitar danau.
Hanoi Train Street
Kalau pernah melihat foto café yang meja dan kursinya nyaris menempel rel kereta, kemungkinan besar itu Hanoi Train Street.
Tempat ini memang sangat turistik sekarang.
Tetapi tetap menarik dilihat.
Kereta benar-benar melewati gang sempit dengan rumah dan café di kanan-kirinya.
Akses dan aturan kawasan ini kadang berubah, jadi saya tidak akan membuat informasi masuknya terlalu permanen di artikel evergreen.
Lebih baik cek kondisi terbaru sebelum datang.
Cafe Giang dan Egg Coffee
Kalau sudah di Hanoi, menurut saya coba egg coffee.
Saya sendiri mampir ke Cafe Giang, salah satu tempat yang paling terkenal dengan minuman ini.
Pertama kali dengar kopi dicampur telur memang agak membuat alis naik.
Tapi hasilnya tidak seperti telur mentah dicemplungkan ke kopi.
Teksturnya lebih creamy dan manis.
Sedikit seperti dessert yang kebetulan mengandung kopi.
Hanoi punya banyak café, jadi buat saya ngopi di kota ini bukan sekadar selingan.
Sudah menjadi bagian perjalanan.
2. Sapa, Vietnam yang Sama Sekali Berbeda dari Hanoi
Dari Hanoi saya melanjutkan perjalanan ke Sapa.
Dan rasanya seperti pindah negara.
Dari kota yang padat dan penuh motor, mendadak bertemu pegunungan, kabut, udara dingin, dan lembah.
Sapa berada di wilayah pegunungan Vietnam Utara dan dikenal dengan lanskap Hoàng Liên Son serta rice terraces. Situs resmi Vietnam Tourism juga memasukkan Sapa sebagai salah satu destinasi utama Vietnam Utara. Vietnam Tourism
Untuk saya pribadi, Sapa termasuk bagian paling menyenangkan dari perjalanan Vietnam.
Mungkin karena suasananya sangat berbeda.
Hanoi ke Sapa Naik Sleeper Train
Saya pergi dari Hanoi ke Sapa menggunakan sleeper train.
Dan jujur, perjalanan keretanya sendiri sudah menjadi bagian pengalaman.
Berangkat malam.
Tidur di kabin.
Bangun pagi di tempat yang suasananya berbeda.
Ini tipe perjalanan yang mungkin lebih lambat dibanding bus, tetapi punya cerita lebih banyak.
Kalau suatu hari menulis itinerary Vietnam Utara, saya tetap suka memasukkan opsi train bukan hanya sebagai transportasi, tapi sebagai pengalaman.
Kota Sapa
Pusat Sapa sendiri sekarang cukup ramai.
Ada hotel.
Restoran.
Café.
Toko.
Kawasan sekitar Sun Plaza juga menjadi salah satu titik yang paling mudah dikenali.
Jadi Sapa tidak selalu terasa seperti desa terpencil di pegunungan seperti yang kadang terlihat di foto.
Tetapi begitu keluar sedikit dari pusat kota, landscape-nya mulai berubah.
Dan bagian itulah yang menurut saya paling menarik.
3. Fansipan, Atap Indochina
Salah satu tujuan utama saya di Sapa adalah Fansipan.
Fansipan merupakan puncak tertinggi di Vietnam dan sering dijuluki Roof of Indochina.
Kalau dulu mencapai puncaknya identik dengan trekking panjang, sekarang perjalanan wisata jauh lebih mudah karena ada kombinasi funicular dan cable car.
Kedengarannya gampang.
Dan memang jauh lebih gampang.
Tapi jangan bayangkan begitu turun cable car langsung foto di puncak lalu selesai.
Masih ada perjalanan di kawasan atas.
Tangga.
Kompleks bangunan dan patung.
Jalur naik-turun.
Saya sendiri masih ingat bagian menuruni ratusan anak tangga.
Jadi sepatu tetap penting.
Itu salah satu contoh kenapa informasi dari pengalaman langsung bisa berbeda dengan sekadar kalimat, “Fansipan bisa dicapai dengan cable car.”
Secara teknis benar.
Secara kaki, ceritanya sedikit lebih panjang.
4. Cat Cat Village
Tidak jauh dari pusat Sapa ada Cat Cat Village, desa yang populer sebagai destinasi wisata budaya.
Kawasan ini dikaitkan dengan komunitas Hmong dan sekarang sudah cukup dikembangkan untuk wisata.
Ada rumah tradisional.
Jalan menurun.
Air terjun.
Pertunjukan.
Toko.
Spot foto.
Saya rasa datang ke sini harus dengan ekspektasi yang tepat.
Cat Cat bukan desa terpencil yang sama sekali tidak tersentuh pariwisata.
Sudah sangat touristy.
Tapi bukan berarti tidak menarik.
Kalau baru pertama kali ke Sapa dan ingin melihat kombinasi landscape, budaya lokal, dan jalan santai, tempat ini masih masuk akal.
Satu catatan: jalan turunnya lumayan.
Kemudian tentu saja apa yang turun biasanya harus naik lagi dalam bentuk tertentu.
5. Halong Bay, Pemandangan Vietnam yang Sudah Seperti Postcard
Setelah kembali dari Sapa ke Hanoi, perjalanan saya berlanjut ke Halong Bay.
Kalau ada satu landscape yang hampir selalu muncul dalam promosi Vietnam, mungkin ini.
Air.
Pulau-pulau limestone.
Karst yang muncul satu per satu dari laut.
Kapal.
Kabut tipis kalau cuacanya pas.
Halong Bay berada di Vietnam Utara dan menjadi salah satu destinasi utama negara tersebut. Situs resmi Vietnam Tourism juga menempatkannya dalam kelompok destinasi utama utara. Vietnam Tourism
Saya memilih day cruise.
Berangkat dari Hanoi pagi, menikmati cruise sepanjang hari, kemudian kembali ke Hanoi.
Banyak orang memilih overnight cruise dan saya bisa mengerti kenapa.
Pasti lebih santai.
Tapi kalau itinerary pendek, day cruise masih sangat mungkin dilakukan.
Apakah Day Cruise Halong Bay Terlalu Buru-buru?
Lumayan panjang harinya.
Karena perjalanan darat Hanoi-Halong sendiri memakan waktu.
Tetapi buat saya masih worth it.
Apalagi karena Vietnam saya hanya lima hari empat malam.
Kalau harus menginap satu malam, ada bagian rute lain yang harus dikorbankan.
Jadi ini kembali ke prioritas.
Kalau Halong Bay menjadi highlight utama, saya akan pilih overnight.
Kalau ingin memasukkan Sapa sekaligus dalam perjalanan pendek, day cruise bisa menjadi kompromi yang masuk akal.
6. Ninh Binh, “Halong Bay di Daratan”
Ini salah satu tempat yang belum masuk perjalanan saya waktu itu, dan mungkin justru menjadi salah satu alasan ingin kembali ke Vietnam Utara.
Ninh Binh terkenal dengan landscape karst yang muncul di antara sungai dan sawah.
Destinasi seperti Trang An dan Tam Coc sering menjadi pusat perjalanan ke sini.
Situs resmi Vietnam Tourism memasukkan Ninh Binh dalam daftar destinasi penting Vietnam Utara. Vietnam Tourism
Secara visual, banyak orang menyebutnya seperti Halong Bay on land.
Bukan berarti sama persis.
Tapi sama-sama punya tebing limestone dramatis.
Bedanya, perjalanan dilakukan melalui sungai, sawah, dan lembah.
Untuk trip Vietnam Utara 6-7 hari, menurut saya Hanoi + Sapa + Ninh Binh + Halong Bay mulai menjadi kombinasi yang sangat menarik.
Walaupun tentunya sudah cukup padat.
7. Ha Giang, untuk yang Ingin Vietnam Lebih Adventure
Kalau Sapa terasa terlalu touristy dan ingin perjalanan pegunungan yang lebih road-trip oriented, ada Ha Giang.
Kawasan ini terkenal dengan pegunungan, jalan berkelok, lembah, dan Ha Giang Loop.
Vietnam Tourism juga memasukkan Ha Giang sebagai destinasi utama utara. Vietnam Tourism
Ini bukan tempat yang akan saya masukkan ke perjalanan lima hari pertama.
Perlu waktu lebih banyak.
Dan perjalanan jalannya sendiri justru menjadi daya tarik utama.
Jadi menurut saya Ha Giang cocok untuk:
perjalanan Vietnam kedua,
orang yang suka landscape,
atau yang memang ingin road trip.
Bukan hanya datang-foto-pulang.
Wisata Vietnam Tengah
Kalau Vietnam Utara banyak bermain dengan gunung, kota tua, dan limestone, Vietnam Tengah punya karakter berbeda.
Ada pantai.
Kota bersejarah.
Warisan kerajaan.
Cave.
Dan beberapa destinasi paling cantik di Vietnam.
Kalau nanti saya kembali ke Vietnam, kemungkinan besar region inilah yang ingin saya eksplorasi berikutnya.
8. Hoi An, Kota Lentera yang Sulit Tidak Difoto
Hoi An mungkin salah satu kota yang paling mudah membuat orang ingin datang setelah melihat satu foto.
Bangunan tua warna kuning.
Lentera.
Sungai.
Gang kecil.
Café.
Dan suasana kota tua yang cukup berbeda dari Hanoi maupun Ho Chi Minh City.
Hoi An merupakan salah satu destinasi unggulan Vietnam Tengah dan secara konsisten muncul dalam panduan utama Vietnam. Vietnam Tourism
Kalau datang, menurut saya jangan cuma fokus foto malam dengan lantern.
Kota ini punya sejarah sebagai trading port dan banyak pengaruh budaya terlihat dari arsitektur serta kehidupan kotanya.
Saya membayangkan dua sampai tiga hari lebih enak daripada day trip yang terlalu cepat.
9. Da Nang, Kota Pantai yang Praktis
Kalau Hoi An terasa historis, Da Nang lebih modern.
Kota ini punya airport besar, pantai, hotel, restaurant, dan menjadi base yang praktis untuk menjelajah Vietnam Tengah.
Vietnam Tourism menyebut Da Nang sebagai salah satu kota utama region tengah dan gateway ke berbagai tempat lain di kawasan tersebut. Vietnam Tourism
Destinasi yang banyak dikenal antara lain:
- My Khe Beach
- Marble Mountains
- Son Tra Peninsula
- Dragon Bridge
- Ba Na Hills
Hoi An dan Da Nang sangat mudah digabungkan.
Jadi kalau perjalanan pertama ke Vietnam Tengah, saya lebih suka melihatnya sebagai satu cluster daripada memilih salah satu.
10. Ba Na Hills dan Golden Bridge
Kalau pernah melihat foto tangan batu raksasa yang seolah memegang jembatan, itu Golden Bridge di Ba Na Hills.
Tempat ini sangat touristy.
Tapi memang visually striking.
Ba Na Hills sendiri adalah kompleks wisata pegunungan dengan cable car, taman, bangunan bergaya Eropa, dan berbagai attraction.
Kalau suka tempat yang lebih natural mungkin tidak menjadi prioritas utama.
Kalau ingin melihat salah satu ikon Vietnam modern, masuk akal.
Saya pribadi ingin melihat dulu secara langsung sebelum memutuskan apakah rasanya terlalu theme-park-ish atau justru menyenangkan.
11. Hue, Bekas Ibu Kota Kekaisaran Vietnam
Buat saya yang suka tempat sejarah, Hue justru sangat menarik.
Kota ini pernah menjadi ibu kota dinasti Nguyen dan terkenal dengan kompleks Imperial City atau Citadel.
Selain istana, ada tomb kerajaan, pagoda, dan banyak peninggalan yang berkaitan dengan Vietnam imperial.
Vietnam Tourism memasukkan Hue sebagai salah satu destinasi utama kawasan tengah. Vietnam Tourism
Kalau suatu hari saya membuat itinerary Da Nang-Hoi An-Hue, Hue mungkin menjadi bagian yang paling “saya banget”.
Sejarah.
Bangunan.
Cerita keluarga kerajaan.
Biasanya akhirnya saya malah baca dua jam sebelum menulis satu paragraf.
12. Phong Nha, Vietnam untuk Pecinta Gua
Vietnam punya salah satu kawasan gua paling luar biasa di dunia, yaitu Phong Nha-Ke Bang.
Wilayah ini dikenal dengan sistem cave besar dan lanskap karst.
Termasuk di kawasan ini ada Son Doong, yang terkenal sebagai salah satu gua terbesar di dunia.
Tapi tentu saja tidak semua orang harus masuk Son Doong.
Ada cave lain yang lebih mudah diakses untuk wisatawan biasa.
Vietnam Tourism juga memasukkan Phong Nha sebagai destinasi utama Vietnam Tengah. Vietnam Tourism
Menurut saya ini salah satu destinasi yang layak dibuat perjalanan khusus kalau memang suka alam dan adventure.
Wisata Vietnam Selatan
Vietnam Selatan terasa berbeda lagi.
Lebih tropis.
Ho Chi Minh City jauh lebih modern dan hektik.
Lalu semakin keluar kota, kita bertemu sungai, delta, kebun, dan pulau.
13. Ho Chi Minh City, Vietnam yang Lebih Cepat
Kalau Hanoi terasa tua dan sedikit chaotic dengan caranya sendiri, Ho Chi Minh City punya energi yang berbeda.
Lebih metropolitan.
Lebih tinggi bangunannya.
Lebih modern.
Lebih cepat.
Tetapi sejarah tetap ada di mana-mana.
Beberapa tempat yang sering masuk itinerary:
- War Remnants Museum
- Independence Palace
- Notre-Dame Cathedral area
- Central Post Office
- Ben Thanh Market
- Nguyen Hue Walking Street
Situs resmi Vietnam Tourism menempatkan Ho Chi Minh City sebagai anchor utama Vietnam Selatan. Vietnam Tourism
Kalau suatu hari saya mengunjungi Vietnam Selatan, saya rasa minimal dua sampai tiga hari diperlukan sebelum lanjut ke luar kota.
14. Cu Chi Tunnels
Dari Ho Chi Minh City banyak traveler melakukan day trip ke Cu Chi Tunnels.
Ini jaringan tunnel bawah tanah yang digunakan selama periode perang Vietnam.
Tempatnya tentu bukan destinasi “cantik”.
Tapi penting dari sisi sejarah.
Dan mungkin justru itu yang membuatnya menarik.
Saya suka perjalanan yang memberi konteks ke negara yang kita kunjungi, tidak hanya foto bagus.
15. Mekong Delta
Kalau ingin melihat sisi Vietnam yang berbeda dari kota besar, ada Mekong Delta.
Daerah ini dipenuhi sungai, kanal, desa, kebun, dan kehidupan yang sangat berkaitan dengan air.
Destinasi populer antara lain:
- Can Tho
- Ben Tre
- Chau Doc
- My Tho
Vietnam Tourism menggambarkan kawasan selatan sebagai perpaduan kota yang aktif dengan desa, sungai, dan hutan mangrove di Mekong. Vietnam Tourism
Untuk pengalaman lebih baik, saya pribadi cenderung ingin menginap daripada hanya datang day trip dari Ho Chi Minh City.
Karena kalau sudah jauh-jauh, rasanya sayang kalau cuma melihat sebentar.
16. Phu Quoc, untuk Liburan Pantai
Kalau tujuan ke Vietnam bukan sejarah atau city trip, ada Phu Quoc.
Pulau ini berada di selatan dan sekarang punya banyak resort serta fasilitas wisata.
Vietnam Tourism memasukkannya sebagai salah satu destinasi penting Vietnam Selatan. Vietnam Tourism
Phu Quoc cocok untuk orang yang ingin:
pantai,
resort,
island holiday,
dan perjalanan yang lebih santai.
Saya tidak akan menggabungkannya dengan terlalu banyak kota kalau waktunya sedikit.
Kalau sudah memilih beach trip, ya sekalian istirahat.
Tidak perlu setiap liburan menjadi lomba ketahanan tubuh.
17. Da Lat, Vietnam yang Lebih Sejuk di Selatan
Da Lat berada di dataran tinggi dan dikenal dengan udara yang lebih sejuk.
Kota ini populer dengan:
- café
- kebun bunga
- air terjun
- perkebunan
- arsitektur
- suasana pegunungan
Karena temperaturnya berbeda dari daerah selatan yang lebih panas, Da Lat bisa menjadi kombinasi menarik setelah Ho Chi Minh City.
Buat saya, kota seperti ini biasanya punya potensi artikel banyak.
Bukan cuma attraction.
Tapi café, makanan, hotel, dan suasana.
Tempat Wisata Vietnam Mana yang Paling Saya Rekomendasikan?
Kalau baru pertama kali dan cuma punya 5 hari, saya tidak akan mencoba melihat seluruh Vietnam.
Saya akan pilih berdasarkan tipe perjalanan.
Kalau suka kota + alam pegunungan
Hanoi → Sapa → Fansipan
Ini cocok sekali kalau tidak keberatan perjalanan malam dan ingin melihat dua wajah Vietnam yang sangat berbeda.
Kalau suka Hanoi tapi tidak ingin perjalanan terlalu jauh
Hanoi → Ninh Binh → Halong Bay
Lebih mudah secara logistik.
Dan punya kombinasi kota + landscape.
Kalau ingin itinerary seperti yang saya jalani
Hanoi → Sapa → Fansipan → Halong Bay → Hanoi
Padat.
Tapi doable.
Saya menjalani rute ini dalam lima hari empat malam.
Dan buat saya cukup puas karena setiap tempat punya karakter yang benar-benar berbeda.
Kalau lebih suka sejarah dan kota cantik
Da Nang → Hoi An → Hue
Ini mungkin akan menjadi pilihan saya untuk perjalanan Vietnam berikutnya.
Kalau ingin city trip + kehidupan lokal
Ho Chi Minh City → Mekong Delta
Kalau hanya ingin santai
Phu Quoc.
Sesederhana itu.
Berapa Hari Ideal untuk Liburan ke Vietnam?
Tergantung seberapa besar wilayah yang ingin dilihat.
Secara kasar:
4-5 hari: pilih satu kawasan
7-10 hari: satu kawasan cukup mendalam atau gabungkan dua region secara selektif
12-14 hari: mulai memungkinkan Vietnam Utara-Tengah-Selatan
Saya justru tidak menyarankan membuat itinerary seperti:
Hanoi hari 1,
Halong hari 2,
Da Nang hari 3,
Hoi An hari 4,
Ho Chi Minh hari 5.
Secara teknis mungkin.
Secara menikmati perjalanan, saya kurang tertarik.
Terlalu banyak waktu akan habis pindah bandara, check-in hotel, dan menunggu transportasi.
Vietnam punya cukup banyak hal menarik di satu kawasan saja.
Waktu Terbaik ke Vietnam Tidak Bisa Dijawab dengan Satu Bulan
Ini salah satu hal penting.
Karena Vietnam panjang dari utara ke selatan, cuacanya tidak sama di seluruh negara.
Utara bisa cukup dingin pada musim tertentu.
Tengah punya pola musim hujan sendiri.
Selatan cenderung lebih tropis.
Jadi pertanyaan yang lebih baik adalah:
“Kapan waktu terbaik ke Sapa?”
atau
“Kapan waktu terbaik ke Hoi An?”
bukan sekadar “kapan waktu terbaik ke Vietnam?”
Saya suka prinsip ini karena membuat itinerary lebih realistis.
Kalau fokus Sapa, cek Sapa.
Kalau fokus Phu Quoc, cek Phu Quoc.
Negara ini terlalu panjang untuk dipukul rata.
Transportasi Antarkota di Vietnam Justru Bagian dari Pengalaman
Salah satu hal yang cukup saya nikmati dari Vietnam adalah pilihan transportasinya.
Ada pesawat domestik.
Train.
Sleeper bus.
Private car.
Limousine van.
Boat.
Dan masing-masing memberi pengalaman berbeda.
Saya sendiri sudah mencoba sleeper train Hanoi-Sapa dan sleeper bus Sapa-Hanoi.
Keduanya berbeda.
Dan kalau ditanya mana lebih bagus, menurut saya bukan cuma persoalan cepat atau murah.
Ada soal:
kenyamanan,
pengalaman,
waktu keberangkatan,
lokasi drop-off,
dan seberapa kuat kita tidur dalam kendaraan bergerak.
Makanya saya suka membuat artikel transportasi terpisah.
Karena satu kalimat “naik bus saja” sering kali tidak cukup membantu orang yang belum pernah mencoba.
Jangan Hanya Mengejar Tempat Viral
Vietnam sekarang sangat photogenic di social media.
Golden Bridge.
Hoi An lantern.
Halong Bay.
Fansipan.
Sapa rice terraces.
Train Street.
Semuanya gampang membuat itinerary berubah menjadi daftar spot foto.
Saya juga suka foto.
Tapi menurut saya perjalanan Vietnam justru paling terasa dari hal yang lebih kecil.
Duduk di kursi plastik kecil di Hanoi.
Melihat motor lewat tanpa habis-habis.
Ngopi.
Naik kereta malam.
Bangun pagi dan melihat pegunungan.
Makan sesuatu yang namanya kita tidak benar-benar tahu cara menyebutnya.
Jalan di Old Quarter dan merasa Google Maps entah kenapa tidak membantu.
Hal-hal seperti itu biasanya yang paling lama saya ingat.
Vietnam Lebih Menarik Kalau Tidak Dipaksakan Selesai Sekali Jalan
Setelah perjalanan pertama, saya justru merasa masih banyak Vietnam yang belum saya lihat.
Ninh Binh belum.
Ha Giang belum.
Hoi An belum.
Hue belum.
Da Nang belum.
Ho Chi Minh City juga belum.
Awalnya mungkin terasa seperti itinerary kurang lengkap.
Sekarang saya malah menganggapnya alasan untuk kembali.
Dan menurut saya itu cara yang lebih menyenangkan.
Perjalanan pertama tidak harus melihat seluruh Vietnam.
Pilih satu kawasan.
Nikmati.
Kenali.
Pulang dengan beberapa tempat yang masih membuat penasaran.
Saya sudah merasakan Hanoi yang ramai, Sapa yang dingin, perjalanan menuju Fansipan, tidur di sleeper train, mencoba sleeper bus, sampai berlayar di antara limestone Halong Bay.
Untuk lima hari empat malam, itu sudah banyak sekali cerita.
Dan mungkin memang itulah yang saya suka dari Vietnam.
Jarak antar tempatnya tidak selalu dekat.
Suasananya berubah cepat.
Tapi setiap perpindahan terasa seperti bertemu wajah negara yang berbeda.
Saya pergi dengan satu itinerary.
Pulang malah membawa daftar perjalanan berikutnya.
