Farmhouse Lembang
Farmhouse Lembang: Harga Tiket, Jam Buka, Aktivitas, dan Pengalaman Berkunjung
Kalau bicara tempat wisata keluarga di Lembang yang sudah cukup lama populer, Farmhouse Susu Lembang pasti termasuk salah satunya.
Kami datang ke sini waktu anak-anak masih kecil.
Dan kalau sekarang saya lihat lagi foto-fotonya, yang paling saya ingat justru bukan bangunan Eropanya.
Tapi anak-anak yang sibuk:
lari-larian.
kasih makan domba.
foto di depan Rumah Hobbit.
lalu mulai bete karena saya terlalu sering bilang,
“Ayo foto dulu.”
Hahaha.
Farmhouse Lembang menurut saya memang paling cocok untuk keluarga dengan anak kecil. Tempatnya tidak terlalu “wahana banget”, tapi ada kombinasi antara taman, bangunan bergaya Eropa, area hewan, spot foto, makanan, dan suasana Lembang yang sejuk.
Dan meskipun sudah bukan tempat wisata baru, Farmhouse Lembang masih aktif dan masih ramai dikunjungi sampai sekarang. Tiket online terbaru masih tersedia, dan aktivitas seperti berinteraksi dengan domba dan kelinci, Rumah Hobbit, kostum Belanda, serta susu segar tetap menjadi daya tarik utamanya. Traveloka
Farmhouse Lembang Itu Tempat Wisata Apa?
Farmhouse Lembang adalah tempat wisata keluarga di Lembang, Bandung Barat, dengan konsep yang menggabungkan:
- suasana pedesaan Eropa
- taman
- bangunan klasik
- mini zoo
- area feeding animal
- Rumah Hobbit
- penyewaan kostum ala Belanda
- kuliner dan susu segar
- spot foto
Jadi kalau datang ke sini, aktivitasnya lebih banyak:
jalan santai.
foto.
lihat-lihat taman.
main dengan hewan.
makan.
lalu foto lagi.
Hahaha.
Bukan tipe tempat wisata yang penuh roller coaster atau permainan ekstrem.
Menurut saya justru itu kelebihannya.
Lebih santai.
Lokasi Farmhouse Lembang
Alamat Farmhouse Lembang berada di:
Jl. Raya Lembang No.108, Gudangkahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40391. Traveloka
Lokasinya berada di jalur utama Bandung–Lembang.
Jadi sebenarnya gampang ditemukan.
Masalahnya cuma satu.
Macet.
Hahaha.
Kalau weekend atau musim liburan, kawasan ini memang bisa padat sekali.
Bahkan dari dulu saya merasa Farmhouse termasuk salah satu tempat yang bikin jalur Lembang makin terasa ramai.
Jadi kalau mau datang, menurut saya waktu kedatangan itu penting banget.
Jam Buka Farmhouse Lembang
Jam buka yang tercantum saat ini berbeda antara weekday dan weekend.
Senin–Jumat: sekitar 09.00–18.00 WIB
Sabtu–Minggu: sekitar 08.00–19.00 WIB Traveloka
Ada juga publikasi terbaru yang menyebut jam operasional 09.00–18.00 secara umum, jadi saya tetap menyarankan cek lagi sebelum datang, terutama saat libur nasional. Destinasi Bandung
Kalau saya pribadi:
datang pagi.
Jangan siang.
Selain lebih adem, suasananya juga belum terlalu penuh.
Harga Tiket Farmhouse Lembang
Harga tiket Farmhouse Lembang sekarang masih termasuk cukup terjangkau dibanding banyak tempat wisata keluarga lain di kawasan Lembang.
Saat artikel ini diperbarui, harga dasar tiket yang muncul di platform penjualan berada di sekitar:
Rp35.000 per orang, dengan promo online yang kadang membuat harga lebih murah. Traveloka
Publikasi lokal terbaru juga mencantumkan kisaran:
weekday sekitar Rp35.000
weekend sekitar Rp40.000 Destinasi Bandung
Karena ada perbedaan antara harga online, loket, weekday, weekend, dan promo, saya lebih nyaman menulis:
siapkan sekitar Rp35.000–Rp40.000 per orang untuk tiket masuk.
Lalu tambah budget kalau ingin mencoba aktivitas berbayar di dalam.
Tiket Bisa Ditukar Susu?
Nah, ini salah satu ciri khas Farmhouse dari dulu.
Waktu kami datang, tiket masuk bisa ditukar dengan susu segar.
Dan sampai sekarang, pengunjung terbaru juga masih menyebut tiket bisa ditukar dengan susu. Traveloka
Menurut saya ini salah satu gimmick yang justru masih menyenangkan.
Karena setelah jalan keliling tempat wisata:
haus.
lalu dapat susu.
Lumayan.
Dan memang sesuai namanya:
Farmhouse Susu Lembang.
Apa Saja yang Bisa Dilakukan di Farmhouse Lembang?
Nah, ini yang paling penting.
Karena kalau cuma datang, foto pintu masuk, lalu pulang…
sayang juga.
Ada beberapa aktivitas yang menurut saya cukup seru, terutama kalau datang bersama anak-anak.
Rumah Hobbit Farmhouse Lembang
Rumah Hobbit termasuk salah satu spot paling ikonik di Farmhouse Lembang sejak awal tempat ini populer.
Waktu kami datang dulu, anak-anak langsung tertarik.
Rumahnya kecil.
Pintunya bulat.
Warnanya lucu.
Dan area sekitarnya dibuat seperti kampung kecil fantasi.
Sekarang Rumah Hobbit masih disebut sebagai salah satu daya tarik utama Farmhouse. Traveloka
Bisa Masuk ke Rumah Hobbit?
Waktu kami datang dulu, area rumahnya lebih banyak dipakai untuk foto di bagian luar.
Jadi jangan membayangkan kita bisa eksplor satu rumah besar di dalam.
Daya tariknya memang lebih ke:
foto.
Dan anak-anak biasanya happy karena ukurannya seperti rumah mereka.
Atau mungkin mereka justru merasa:
“Wah ini rumah yang pas buat aku.”
Hahaha.
Sewa Kostum Belanda
Farmhouse Lembang juga terkenal dengan penyewaan kostum bergaya Eropa atau Belanda.
Sampai sekarang aktivitas ini masih disebut sebagai bagian dari pengalaman Farmhouse. Traveloka
Dulu biaya sewanya sekitar Rp75.000 per jam.
Publikasi yang lebih baru juga masih mencantumkan kisaran sekitar Rp75.000 per jam, tetapi karena tarif aktivitas bisa berubah, saya tetap tidak akan menjadikannya angka permanen. Teman Healing
Kalau memang suka foto-foto, menurut saya seru.
Ada baju perempuan.
Baju laki-laki.
Topi.
Aksesori.
Lalu foto dengan background bangunan Eropa.
Kalau saya?
Sekali coba mungkin lucu.
Tapi kalau antrenya terlalu panjang…
ya saya skip.
Hahaha.
Mini Zoo dan Feeding Animal
Nah, ini justru bagian favorit anak-anak kami.
Farmhouse punya area hewan yang masih aktif sampai sekarang.
Hewan yang paling sering disebut antara lain:
- domba
- kelinci
- beberapa hewan kecil lainnya
Pengunjung bisa melihat dari dekat dan pada area tertentu memberi makan. Traveloka
Waktu kami datang dulu, anak-anak excited banget.
Awalnya berani.
Begitu dombanya mulai mendekat rame-rame:
panik.
Hahaha.
Ada satu foto anak saya yang mukanya sudah benar-benar:
“BUUUU TOLONGINNN.”
Padahal dombanya cuma minta wortel.
Memberi Makan Domba
Kalau datang dengan anak kecil, menurut saya ini salah satu aktivitas wajib.
Biasanya ada wortel atau pakan yang bisa dibeli.
Biayanya terpisah dari tiket masuk.
Sumber wisata terbaru masih mencantumkan feeding animal sebagai salah satu aktivitas berbayar di Farmhouse. Teman Healing
Tips saya:
jangan langsung kasih seluruh wortelnya.
Karena kalau dombanya sadar Rora bawa makanan…
mereka bisa datang rame-rame.
Dan di situlah level keberanian anak diuji.
Hahaha.
Bermain dengan Kelinci
Selain domba, kelinci juga masih menjadi hewan yang ditonjolkan dalam informasi Farmhouse saat ini. Traveloka
Anak-anak biasanya lebih berani dengan kelinci.
Lebih kecil.
Lebih tenang.
Lebih tidak intimidating.
Tapi tetap ajarkan anak untuk:
pegang pelan.
jangan mengejar.
jangan menarik telinga.
dan jangan memperlakukan hewan seperti boneka.
Bangunan Bergaya Eropa
Salah satu daya tarik utama Farmhouse sejak awal adalah bangunan dengan gaya Eropa.
Ada:
fasad kayu.
jendela.
taman bunga.
jalan berbatu.
kincir.
dan berbagai dekorasi yang memang dibuat untuk foto.
Farmhouse masih memasarkan konsep European-style atmosphere sebagai salah satu daya tarik utamanya sampai sekarang. Traveloka
Kalau datang pagi dan belum ramai, foto-fotonya memang bisa bagus.
Masalahnya kalau datang weekend siang.
Background Eropa.
Foreground-nya seratus orang.
Hahaha.
Jadi sekali lagi:
datang pagi.
Taman Bunga
Saya juga suka area tamannya.
Bunganya cukup banyak.
Ada tanaman hias.
Area hijau.
Dan kombinasi dengan udara Lembang bikin suasananya lebih segar.
Kalau anak-anak lagi sibuk main hewan, orang tuanya masih bisa santai foto-foto.
Atau duduk.
Karena kalau usia sudah berbeda…
prioritas liburan juga berbeda.
Anak:
lari.
Orang tua:
cari kursi.
Hahaha.
Gembok Cinta
Dulu ada area Gembok Cinta.
Konsepnya seperti beberapa tempat wisata luar negeri:
tulis nama pasangan.
pasang gembok.
lalu simbolis seperti:
“cinta kita selamanya.”
Saya waktu itu nggak terlalu tertarik.
Hahaha.
Buat saya bagian ini masih kalah jauh menarik dibanding mini zoo atau taman.
Kalau sekarang masih tersedia saat kunjungan, ya silakan kalau memang suka konsep seperti itu.
Tapi saya tidak akan menjadikannya alasan utama datang ke Farmhouse.
Air Terjun Mini
Ada juga area air terjun kecil yang dulu cukup cantik untuk foto.
Bukan air terjun alam ya.
Lebih ke elemen taman.
Ada bebatuan.
Tanaman hijau.
Suara air.
Kalau suasananya sepi, enak buat duduk sebentar.
Naik Kereta di Area Farmhouse
Ini salah satu aktivitas yang lebih baru dibanding kunjungan kami dulu.
Review pengunjung terbaru menyebut ada pengalaman naik kereta sambil menikmati pemandangan pegunungan dan area mini zoo. Traveloka
Jadi kalau dulu Farmhouse lebih terasa sebagai:
foto + hewan + taman,
sekarang pilihan aktivitasnya sudah bertambah.
Kalau datang dengan anak kecil, menurut saya ini cukup menarik untuk dicoba.
Hobbit Slide dan Kids Zone
Beberapa aktivitas tambahan juga berkembang setelah kunjungan kami dulu, termasuk area Hobbit Slide dan Kids Zone.
Informasi wisata terbaru masih mencantumkan aktivitas tersebut sebagai pilihan tambahan berbayar. Teman Healing
Ini menurut saya bagus.
Karena jujur kalau anak hanya diminta:
“Lihat bangunan Eropa.”
mereka mungkin lima menit kemudian sudah tanya:
“Terus ngapain lagi?”
Hahaha.
Adanya permainan tambahan membuat tempat ini lebih relevan untuk keluarga.
Susu Segar Farmhouse Lembang
Kalau bicara Farmhouse, ya harus ngomongin susu.
Waktu kami datang, pilihan rasanya banyak.
Ada:
- original
- cokelat
- strawberry
- dan beberapa rasa lainnya
Sekarang susu segar tetap menjadi salah satu produk khas yang dipromosikan Farmhouse. Traveloka
Menurut saya enak.
Apalagi diminum dingin setelah keliling.
Dulu kami juga suka beli Bolu Susu Lembang untuk dibawa pulang.
Anak-anak suka karena lembut dan rasanya tidak terlalu berat.
Tempat Makan di Farmhouse Lembang
Farmhouse punya area kuliner sehingga tidak harus keluar kalau lapar.
Platform tiket terbaru juga mencantumkan restoran sebagai salah satu fasilitas di kawasan Farmhouse. Traveloka
Waktu kami datang dulu, ada area makan seperti Backyard Kitchen dan beberapa pilihan snack.
Menurut saya kalau datang dengan anak:
nggak usah terlalu repot membawa banyak makanan.
Tapi bawa air minum atau kebutuhan anak yang memang perlu.
Untuk aturan membawa makanan dari luar, sebaiknya cek kembali saat kunjungan karena kebijakan bisa berubah.
Fasilitas Farmhouse Lembang
Secara umum fasilitas di Farmhouse cukup lengkap untuk wisata keluarga.
Yang tersedia antara lain:
- area parkir
- toilet
- mushola
- tempat makan
- changing room
- area duduk
- toko oleh-oleh
- area wisata anak
Traveloka masih mencantumkan fasilitas seperti toilet, praying room, parking area, restaurant, dan changing room. Traveloka
Farmhouse Lembang Cocok untuk Anak Umur Berapa?
Menurut saya paling ideal untuk:
anak TK sampai SD.
Toddler juga bisa menikmati area hewan dan taman.
Kalau anak sudah remaja?
Mungkin lebih tertarik foto-foto daripada feeding domba.
Dan itu juga nggak masalah.
Farmhouse memang cukup fleksibel.
Bisa untuk:
keluarga.
couple.
teman-teman.
bahkan orang tua.
Waktu kami datang dulu pun saya merasa tempatnya cukup nyaman untuk bawa keluarga besar karena banyak area untuk duduk.
Cocok Nggak untuk Lansia?
Menurut saya masih cukup cocok.
Tapi tetap ada jalan kaki.
Ada tanjakan dan turunan kecil.
Kalau membawa orang tua yang gampang capek, jangan buru-buru.
Cari tempat duduk.
Nikmati pelan-pelan.
Tidak harus mengejar semua spot.
Cocok Nggak untuk Stroller?
Masih cukup memungkinkan di banyak area.
Tapi karena ada beberapa jalur luar ruang, cobblestone, dan kontur yang tidak selalu rata seperti mall, saya akan pilih stroller yang rodanya agak kuat.
Kalau bawa toddler, stroller tetap cukup membantu.
Berapa Lama Enaknya di Farmhouse Lembang?
Menurut saya:
2–4 jam sudah cukup.
Kalau cuma foto dan lihat hewan:
dua jam bisa selesai.
Kalau anak mau:
feeding animal.
naik kereta.
main Kids Zone.
foto kostum.
makan.
minum susu.
ya bisa lebih lama.
Saya pribadi tidak akan menjadikan Farmhouse sebagai itinerary seharian penuh.
Lebih enak digabung dengan tempat wisata Lembang lainnya.
Bisa Digabung dengan Wisata Apa?
Karena lokasinya berada di jalur Lembang, perjalanan bisa digabung dengan beberapa tempat lain di Bandung Utara.
Misalnya:
- Floating Market Lembang
- The Great Asia Africa
- Dusun Bambu
- Orchid Forest
- wisata kuliner Lembang
Tapi jangan serakah.
Hahaha.
Kawasan Lembang terkenal macet.
Kalau itinerary terlalu padat, nanti separuh liburannya malah habis di mobil.
Waktu Terbaik Datang ke Farmhouse Lembang
Menurut saya:
weekday pagi.
Kalau tidak bisa weekday:
weekend pagi sekali.
Farmhouse buka lebih awal saat weekend menurut informasi tiket terbaru, jadi manfaatkan itu. Traveloka
Semakin siang:
semakin ramai.
semakin panas.
semakin susah foto tanpa photobomb.
Dan perjalanan pulang juga makin berpotensi kena macet.
Apa yang Sebaiknya Dibawa?
Kalau datang bersama anak, saya biasanya akan bawa:
- topi
- sunscreen
- botol minum
- tisu basah
- hand sanitizer
- jaket tipis
- payung
- sandal atau sepatu nyaman
- baju ganti anak kalau perlu
Lembang bisa dingin.
Tapi kalau matahari sedang terang dan banyak jalan kaki, tetap panas juga.
Jadi layering lebih aman.
Apakah Farmhouse Lembang Masih Worth It?
Kalau pertanyaannya:
“Farmhouse kan sudah lama, masih worth it nggak?”
Menurut saya:
masih, asal ekspektasinya tepat.
Jangan datang expecting tempat wisata baru dengan puluhan wahana besar.
Farmhouse lebih cocok kalau suka:
jalan santai.
foto.
main dengan hewan.
bawa anak kecil.
minum susu.
menikmati udara Lembang.
Sekarang juga sudah ada beberapa aktivitas tambahan seperti kereta dan Kids Zone yang membuat pilihannya lebih banyak dibanding kunjungan kami dulu. Traveloka
Kekurangan Farmhouse Lembang
Supaya fair, tentu ada kekurangannya.
Bisa Sangat Ramai
Ini menurut saya kekurangan terbesar.
Weekend dan libur panjang bisa penuh banget.
Lalu Lintas Lembang
Kadang tempat wisatanya satu jam.
Macetnya dua jam.
Hahaha.
Aktivitas Tambahan Butuh Budget Lagi
Tiket masuk memang masih cukup murah.
Tapi kalau anak mau:
feeding.
main.
kostum.
kereta.
makan.
oleh-oleh.
ya totalnya tentu naik.
Lebih Banyak Spot Foto daripada Wahana Besar
Kalau anak sukanya theme park besar dan permainan ekstrem, mungkin Farmhouse terasa terlalu santai.
Pengalaman Kami Sekeluarga di Farmhouse Lembang
Kalau saya lihat kembali perjalanan kami dulu, sebenarnya Farmhouse bukan tempat wisata yang heboh-heboh banget.
Tapi anak-anak happy.
Dan itu yang paling saya ingat.
Mereka lari ke Rumah Hobbit.
Main dengan domba.
Beli wortel.
Panik ketika domba datang terlalu dekat.
Lalu saya sibuk menyuruh foto.
Mereka mulai bete.
Hahaha.
Foto-fotonya sekarang justru lucu banget dilihat.
Dulu saya mungkin berpikir:
“Kenapa sih susah banget diajak foto.”
Sekarang saya malah bersyukur tetap foto banyak.
Karena anak-anak sudah besar.
Dan momen seperti itu nggak bisa diulang.
Worth It Nggak Membawa Anak ke Farmhouse Lembang?
Kalau anak masih kecil:
iya.
Menurut saya Farmhouse cocok sebagai tempat wisata keluarga yang santai.
Tidak perlu punya itinerary rumit.
Masuk.
Keliling.
Main hewan.
Foto.
Minum susu.
Makan.
Lalu lanjut ke tempat lain atau pulang.
Simple.
Dan mungkin justru karena simple, anak-anak bisa menikmati tanpa harus dikejar jadwal.
Kalau saya kembali lagi sekarang?
Mungkin saya tidak akan terlalu heboh mengejar semua spot foto.
Saya akan lebih santai.
Duduk.
Minum susu.
Lihat anak-anak.
Tapi masalahnya anak-anak saya sekarang sudah besar.
Belum tentu mereka mau diajak kasih makan domba lagi.
Hahaha.
Makanya kalau anak Rora masih kecil dan memang sedang ke Lembang, Farmhouse masih layak masuk itinerary.
Datang pagi.
Jangan libur panjang kalau bisa.
Pakai sepatu nyaman.
Dan satu lagi:
jangan terlalu sering suruh anak foto.
Nanti mukanya seperti anak saya dulu.
Hahaha.
Artikel ini berdasarkan pengalaman pribadi kami sekeluarga berkunjung ke Farmhouse Susu Lembang. Harga tiket, jam buka, biaya aktivitas tambahan, fasilitas, dan aturan kunjungan dapat berubah. Selalu cek informasi terbaru sebelum datang.
