Flinders Street Station Melbourne
Flinders Street Station Melbourne: Ikon Kota yang Rasanya Wajib Dilihat
Kalau ada satu bangunan yang langsung membuat saya merasa, “Oh iya, ini Melbourne,” mungkin Flinders Street Station salah satunya.
Bangunannya kuning, punya kubah hijau besar, jam-jam tua di bagian depan, dan selalu ramai oleh orang yang datang dan pergi.
Waktu ke Melbourne, saya juga sempat mampir ke sini.
Sebenarnya kata “mampir” agak aneh juga, karena Flinders Street Station bukan sekadar tempat wisata. Ini stasiun yang benar-benar masih aktif dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Melbourne.
Tapi mungkin justru itu yang membuatnya menarik.
Kita bisa berdiri di depan bangunan yang sudah lebih dari seratus tahun, foto sebentar, lalu beberapa menit kemudian melihat orang berlari mengejar kereta.
Tidak terasa seperti museum.
Tetap hidup.
Flinders Street Station Ada di Mana?
Flinders Street Station berada di persimpangan Flinders Street dan Swanston Street, tepat di pusat Melbourne CBD.
Lokasinya sangat strategis.
Di seberangnya ada Federation Square, sementara St Paul’s Cathedral, Yarra River, Hosier Lane, Degraves Street, dan Southbank juga bisa dijangkau dengan berjalan kaki.
Jadi menurut saya tidak perlu membuat perjalanan khusus hanya untuk datang ke sini.
Flinders Street Station paling enak dimasukkan sebagai bagian dari walking itinerary di pusat Melbourne.
Alamat resminya berada di:
Flinders Street Railway Station
207–361 Flinders Street, Melbourne, Victoria 3000.
Kenapa Flinders Street Station Terkenal?
Hal pertama tentu karena bentuk bangunannya.
Facade kuning yang panjang, kubah tembaga hijau, entrance berbentuk lengkung, tower, dan deretan jam di bagian depan membuat Flinders Street Station mudah sekali dikenali.
City of Melbourne menyebutnya sebagai stasiun kereta tertua di Australia dan salah satu landmark Melbourne yang paling dikenal. Bangunan utama yang kita lihat sekarang selesai dibangun pada 1910.
Tapi menurut saya, terkenal karena arsitekturnya saja belum cukup menjelaskan kenapa tempat ini begitu lekat dengan Melbourne.
Stasiun ini sudah menjadi bagian dari sistem kereta kota sejak pertengahan abad ke-19.
Jalur kereta pertama di lokasi Flinders Street dibuka pada 1854, ketika Melbourne & Hobson’s Bay Railway mulai mengoperasikan layanan penumpang dengan lokomotif uap.
Jadi jauh sebelum bangunan kuning yang sekarang selesai dibuat, tempat ini memang sudah menjadi pusat transportasi Melbourne.
Bangunan Flinders Street Station yang Sekarang Dibangun Tahun Berapa?
Bangunan utama yang kita lihat sekarang berasal dari awal abad ke-20.
Pada akhir 1800-an, bangunan stasiun lama dianggap sudah tidak memadai untuk kota yang terus berkembang. Victorian Railways kemudian mengadakan kompetisi desain pada 1899.
Desain pemenangnya dibuat oleh James Fawcett dan H. P. C. Ashworth.
Pembangunannya berlangsung bertahun-tahun dan akhirnya selesai pada 1910.
Kalau melihat bangunannya sekarang, saya rasa masuk akal kenapa tetap menjadi landmark.
Bentuknya cukup dramatis untuk sebuah stasiun.
Apalagi kalau berdiri di seberang jalan dan melihat facade-nya secara utuh.
Jam di Depan Flinders Street Station
Salah satu bagian paling terkenal dari stasiun ini justru bukan kubahnya.
Tapi jam-jam di atas pintu masuk utamanya.
Deretan jam tersebut secara tradisional menunjukkan waktu keberangkatan kereta dari berbagai jalur.
Dan dari sinilah muncul salah satu ungkapan paling terkenal di Melbourne:
“Meet me under the clocks.”
Selama beberapa generasi, area di bawah jam memang menjadi meeting point warga Melbourne. Victorian Heritage Database bahkan mencatat tangga di bawah jam sebagai tempat bertemu yang populer selama bertahun-tahun.
Saya suka detail seperti ini.
Karena ternyata landmark sebuah kota tidak selalu harus punya cerita besar.
Kadang sesederhana tempat orang janjian.
Kalau di Jakarta mungkin bilang, “Ketemu di depan ini ya.”
Kalau di Melbourne:
“Under the clocks.”
Memang Jamnya Masih Dipakai?
Iya.
Jam-jam ikonik itu masih menjadi bagian dari facade Flinders Street Station.
Meskipun sekarang hampir semua orang tinggal membuka aplikasi transportasi di ponsel, jam tersebut tetap dipertahankan.
Kalau datang ke sini, menurut saya jangan cuma foto kubahnya.
Lihat juga bagian entrance dan jam di atasnya.
Justru di situlah salah satu bagian sejarah Melbourne yang paling menarik.
Foto-foto arsip City of Melbourne menunjukkan kebiasaan orang berkumpul di bawah jam ini setidaknya sudah berlangsung sejak pertengahan abad ke-20.
Flinders Street Station Bukan Sekadar Stasiun
Ada satu fakta yang cukup menarik.
Ketika dibangun, lantai-lantai atas Flinders Street Station tidak hanya dipakai untuk kantor.
Di sana pernah ada:
- library,
- lecture hall,
- gymnasium,
- dan ballroom.
City of Melbourne mencatat ruang-ruang di lantai atas memang sejak awal dirancang untuk berbagai kegiatan, bukan hanya fungsi transportasi.
Saya malah baru tahu soal ballroom ini setelah membaca sejarahnya.
Lucu juga membayangkan bangunan yang sekarang kita lihat dipenuhi commuter ternyata dulu punya ruang dansa di atasnya.
Platform Flinders Street Station Panjang Banget
Kalau dari luar stasiunnya kelihatan besar, ternyata bagian dalamnya juga memang luas.
City of Melbourne mencatat main platform Flinders Street Station memiliki panjang sekitar 708 meter dan termasuk salah satu platform kereta terpanjang di dunia.
Stasiun ini juga sampai sekarang termasuk salah satu titik transportasi utama Melbourne.
Jadi jangan membayangkan datang ke landmark tua yang sepi.
Suasananya justru sangat urban.
Kereta datang-pergi.
Orang keluar masuk.
Tram berlalu di depannya.
Semua bergerak terus.
Spot Foto Flinders Street Station yang Bagus
Kalau ingin mendapatkan facade stasiun secara utuh, jangan berdiri terlalu dekat.
Justru salah satu sudut terbaik adalah dari seberang persimpangan Flinders Street dan Swanston Street, dekat Federation Square.
Dari sana kita bisa memasukkan kubah, entrance, dan sebagian bangunan panjangnya dalam satu frame.
Tapi tentu hati-hati karena persimpangan ini ramai.
Jangan mengejar foto sampai berdiri di tempat yang tidak semestinya.
Sudut lain yang saya suka adalah dari arah Princes Bridge.
Dari sisi ini suasananya sedikit berbeda karena bisa sekalian menangkap kota, tram, dan lingkungan sekitar Yarra River.
City of Melbourne juga memasukkan Flinders Street Station dalam rute arsitektur klasik kota, jadi sebenarnya area ini memang bagus untuk walking photography.
Datang Pagi atau Malam?
Menurut saya dua-duanya punya karakter sendiri.
Pagi atau Siang
Bangunan kuningnya terlihat lebih jelas.
Bagus kalau ingin foto facade dan detail arsitekturnya.
Kawasan sekitarnya juga enak diteruskan dengan jalan kaki ke Federation Square, Hosier Lane, atau Degraves Street.
Malam
Flinders Street Station juga cantik saat lampunya menyala.
Suasana kota terasa lebih hidup, apalagi tram dan kendaraan terus bergerak di depannya.
City of Melbourne bahkan memasukkannya sebagai salah satu spot fotografi Melbourne pada malam hari.
Kalau saya harus memilih untuk first visit, saya mungkin tetap datang siang dulu.
Lebih mudah melihat detail bangunannya.
Apa yang Bisa Dilihat di Sekitar Flinders Street Station?
Ini salah satu alasan saya suka lokasinya.
Banyak tempat wisata Melbourne berada sangat dekat.
Federation Square
Tinggal menyeberang jalan.
Ini ruang publik besar dengan museum, café, event, dan bangunan berarsitektur modern.
Kontras sekali dengan Flinders Street Station yang klasik.
St Paul’s Cathedral
Juga berada tepat di dekat persimpangan.
Kalau sedang walking tour Melbourne CBD, pasti mudah terlihat.
Hosier Lane
Salah satu gang street art paling terkenal di Melbourne.
Jaraknya hanya beberapa menit berjalan kaki dari stasiun.
Degraves Street
Kalau setelah melihat stasiun mulai ingin cari kopi, bisa lanjut ke Degraves Street.
Suasananya lebih kecil dan intimate, dengan café-café yang memenuhi laneway.
Yarra River dan Southbank
Dari stasiun kita juga bisa berjalan menuju Princes Bridge lalu menyusuri Yarra River ke Southbank.
Jadi satu area ini sebenarnya bisa mengisi waktu beberapa jam tanpa harus naik kendaraan lagi.
Rute Jalan Kaki yang Saya Sarankan
Kalau sedang pertama kali ke Melbourne, saya mungkin akan membuat rute seperti ini:
Flinders Street Station → Federation Square → St Paul’s Cathedral → Hosier Lane → Degraves Street → Block Arcade → Yarra River → Southbank
Tidak perlu semuanya dikejar cepat.
Justru Melbourne enaknya dijalani pelan-pelan.
Kalau melihat café menarik, berhenti.
Kalau menemukan gang kecil, masuk sebentar.
Nanti akhirnya balik lagi ke Flinders Street Station juga bukan masalah karena stasiunnya memang berada di tengah banyak rute transportasi.
Apakah Perlu Masuk ke Dalam Stasiun?
Kalau memang akan naik kereta, tentu masuk.
Tapi kalau tujuan hanya sightseeing, menurut saya bagian paling menarik justru berada di luar bangunan, terutama facade, kubah, entrance, dan jamnya.
Flinders Street Station tetap merupakan stasiun aktif.
Jadi saya pribadi tidak melihatnya seperti atraksi yang harus dieksplorasi sampai semua platform.
Lebih enak dinikmati sebagai bagian dari kota.
Foto dari luar.
Lihat jamnya.
Perhatikan tram yang lewat.
Lalu lanjut berjalan.
Apakah Flinders Street Station Gratis Dikunjungi?
Melihat bagian luar stasiun tentu gratis.
Ini bukan atraksi bertiket.
Kalau masuk untuk menggunakan layanan kereta, tentu berlaku sistem tiket transportasi umum Melbourne.
Karena lokasinya berada di CBD, besar kemungkinan kita bahkan akan melewati Flinders Street Station berkali-kali selama liburan.
Saya sendiri lebih suka tempat seperti ini.
Tidak harus sengaja membuat jadwal khusus.
Dia muncul secara natural di tengah perjalanan.
Flinders Street Station dan Tram Melbourne
Kalau ingin foto yang benar-benar terasa Melbourne, tunggu saja sampai ada tram lewat di depan stasiun.
Kombinasi:
bangunan kuning Flinders Street + tram + kabel listrik di atas jalan
entah kenapa langsung terasa sangat Melbourne.
Area Swanston Street dan Flinders Street memang merupakan salah satu persimpangan transportasi yang sibuk.
Jadi tidak perlu menunggu lama.
Malah tantangannya biasanya menunggu jalan sedikit lebih kosong.
Apa Flinders Street Station Worth It?
Kalau pertanyaannya “apakah harus datang khusus demi melihat sebuah stasiun?”, mungkin jawabannya terdengar biasa saja.
Tapi saya rasa konteksnya bukan seperti itu.
Kalau kita sedang berada di Melbourne, hampir tidak ada alasan untuk melewatkan Flinders Street Station.
Lokasinya di pusat kota.
Tidak perlu tiket.
Banyak tempat lain berada di dekatnya.
Dan bangunannya memang merupakan salah satu ikon Melbourne yang sudah menjadi bagian kehidupan kota selama lebih dari satu abad.
Buat saya pribadi, tempat seperti ini justru menyenangkan karena tidak terasa dibuat khusus untuk wisatawan.
Saat kita berdiri mengambil foto, orang Melbourne tetap berjalan cepat masuk stasiun.
Ada yang pulang kerja.
Ada yang mau kuliah.
Ada yang mungkin sedang janjian di bawah jam.
Dan mungkin itu yang membuat Flinders Street Station menarik.
Kita datang sebagai turis untuk melihat landmark.
Sementara bagi orang Melbourne, tempat ini cuma bagian dari kehidupan sehari-hari.
