Lune Croissant
Lune Croissanterie Melbourne: Nyobain Croissant Viral yang Bikin Orang Rela Antre.
Kalau sedang di Melbourne dan suka lihat rekomendasi makanan di Instagram atau TikTok, nama Lune Croissanterie kemungkinan besar akan muncul cepat atau lambat.
Saya juga begitu.
Sebelum ke Melbourne, saya sudah beberapa kali melihat croissant Lune lewat media sosial. Bentuknya kelihatan cantik sekali, lapisannya rapi, bagian luarnya golden dan crispy. Ditambah lagi banyak yang menyebutnya sebagai salah satu croissant terbaik di Melbourne, bahkan “world’s best croissant”.
Ya sudah.
Akhirnya penasaran juga.
Mumpung sedang di Melbourne, saya sekalian mencoba sendiri apakah croissant yang viral ini memang seenak yang ramai dibicarakan orang atau cuma efek media sosial.
Lune Croissanterie Itu Apa?
Lune sebenarnya bukan bakery biasa yang kebetulan menjual croissant.
Dari awal, tempat ini memang dibangun dengan fokus utama pada laminated pastry, terutama croissant.
Lune didirikan oleh Kate Reid pada 2012. Yang menarik, Kate bukan memulai karier sebagai pastry chef. Sebelumnya dia bekerja sebagai aerodynamicist di dunia Formula 1.
Mungkin itu juga menjelaskan kenapa pendekatan Lune terhadap pembuatan croissant terasa sangat teknis.
Suhu, laminasi, proses fermentasi, sampai waktu memang diperhatikan dengan serius. Traditional croissant mereka bahkan dibuat melalui proses sekitar tiga hari.
Dan kalau melihat hasil akhirnya, kelihatan sekali lapisannya memang bukan asal jadi.
Kenapa Lune Croissant Bisa Sampai Viral?
Sebenarnya popularitas Lune sudah dimulai jauh sebelum TikTok ramai seperti sekarang.
Pada 2016, Lune mendapat perhatian internasional setelah tulisan di The New York Times mempertanyakan apakah croissant terbaik dunia justru dibuat di Australia.
Sejak itu namanya makin besar.
Orang datang pagi-pagi.
Antre.
Bahkan dulu sempat ada cerita orang datang sebelum toko buka supaya tidak kehabisan.
Kemudian tentu saja media sosial melakukan sisanya.
Croissant memang makanan yang sangat “Instagrammable” kalau bentuknya bagus.
Dan Lune punya semua bahannya:
lapisan pastry yang kelihatan jelas,
warna golden brown,
bagian dalam yang honeycomb,
serta toko dengan konsep yang cukup minimalis.
Tidak heran kalau akhirnya semakin viral.
Pengalaman Saya Datang ke Lune Croissanterie
Waktu itu alasan saya datang sebenarnya sederhana saja.
Penasaran.
Saya sudah terlalu sering melihat Lune di media sosial dan akhirnya ingin tahu sendiri.
Kalau sudah jauh-jauh ke Melbourne lalu tidak dicoba, rasanya nanti malah masih kepikiran.
Suasana Lune sendiri cukup berbeda dari bakery tradisional yang penuh dekorasi atau etalase besar.
Kesan yang saya dapat justru modern dan cukup industrial.
Croissant yang dipajang juga terlihat sangat rapi.
Dan memang susah untuk tidak mulai berpikir:
“Yang mana dulu ya?”
Masalah tempat seperti ini biasanya bukan tidak ada pilihan.
Justru terlalu banyak yang kelihatan menarik.
Saya Mulai dari Croissant yang Original
Kalau pertama kali mencoba Lune, menurut saya masuk akal mulai dari traditional croissant.
Bukan yang topping-nya paling heboh.
Bukan yang filling-nya paling banyak.
Karena kalau ingin tahu apakah sebuah croissanterie memang bagus, basic croissant justru yang paling gampang dinilai.
Traditional croissant Lune dibuat dari laminated pastry dengan proses selama tiga hari.
Begitu dipegang, bagian luarnya terasa ringan dan berlapis.
Dan ketika digigit, lapisan luarnya pecah dengan tekstur crispy, sementara bagian dalamnya lebih lembut dan airy.
Ini tipe croissant yang ketika dimakan memang berantakan sedikit.
Serpihan pastry ke mana-mana.
Tapi ya begitulah.
Kalau croissant-nya sama sekali tidak meninggalkan remah, justru saya mulai curiga.
Teksturnya Memang Cantik
Salah satu hal yang paling terlihat dari croissant Lune adalah struktur bagian dalamnya.
Kalau croissant dibelah, terlihat rongga-rongga besar dengan pola seperti sarang lebah.
Ini yang biasa disebut honeycomb structure.
Lapisan luarnya crispy, tapi bagian dalam tidak berat atau bantat.
Ada aroma butter yang cukup terasa, tetapi menurut saya tidak sampai membuat eneg.
Dan kalau dimakan saat masih fresh, teksturnya memang jauh lebih menarik.
Lune sendiri menyebut pastry yang dijual umumnya baru keluar dari oven dalam waktu sekitar satu jam. Mereka juga terus memanggang sepanjang hari.
Jadi kalau beruntung dapat batch yang masih hangat, tentu lebih enak lagi.
Selain Croissant Original, Ada Apa Saja?
Nah, ini bagian berbahayanya.
Karena setelah melihat etalasenya, rasanya ingin mencoba lebih dari satu.
Menu klasik Lune saat ini mencakup antara lain:
- Traditional Croissant
- Pain au Chocolat
- Kouign Amann
- Morning Bun
- Ham & Gruyere
- Lemon Curd Cruffin
- Almond Croissant
Selain itu mereka juga punya seasonal specials yang berubah secara berkala.
Justru menu seasonal ini sering kelihatan paling menarik di media sosial karena bentuk dan filling-nya lebih unik.
Tapi untuk kunjungan pertama, saya tetap senang mulai dari yang original.
Baru setelah itu bandingkan dengan versi lainnya.
Lune Bukan Cuma Punya Croissant Manis
Ini juga yang kadang tidak terlalu kelihatan kalau hanya melihat Instagram.
Lune bukan hanya menjual pastry manis.
Ada juga pilihan savoury.
Salah satu menu klasik mereka misalnya Ham & Gruyere, berupa croissant dengan ham, Swiss gruyere dan mustard.
Menu seasonal mereka juga kadang cukup eksperimental.
Jadi kalau datang bersama beberapa orang, sebenarnya enak kalau pesan beberapa jenis lalu sharing.
Bisa mencoba lebih banyak tanpa harus masing-masing menghabiskan tiga croissant.
Walaupun kalau sanggup, ya silakan.
Saya tidak menghakimi.
Benarkah Harus Antre Panjang?
Lune memang terkenal dengan antreannya.
Tapi situasinya sangat tergantung hari, jam, dan cabang.
Pihak Lune sendiri menyarankan datang sedekat mungkin dengan jam buka kalau ingin mendapatkan pilihan pastry yang paling lengkap.
Saat ini Lune buka mulai 07.30 pada weekday dan 08.00 saat weekend di sebagian besar lokasi Melbourne, dengan catatan toko bisa tutup lebih awal kalau pastry habis.
Jadi kalau memang punya satu menu incaran, datang pagi lebih aman.
Saya juga tidak akan sengaja datang mendekati sore lalu kecewa karena menu yang viral sudah sold out.
Pastry seperti ini memang dibuat fresh dan jumlahnya terbatas.
Cabang Lune Croissanterie di Melbourne
Sekarang Lune sudah jauh berkembang dibanding ketika awal viral.
Saat artikel ini saya update, ada empat lokasi Lune di Melbourne:
Fitzroy
119 Rose Street, Fitzroy
Melbourne CBD on Russell
Shop 16, 161 Collins Street, masuk dari Russell Street
Melbourne CBD on Lonsdale
670 Lonsdale Street
Armadale
Shop 2, 835 High Street, Armadale
Jadi sekarang sebenarnya tidak harus pergi jauh-jauh ke Fitzroy.
Kalau itinerary kebanyakan berada di Melbourne CBD, pilihan Russell Street atau Lonsdale jauh lebih praktis.
Waktu saya ke sana dulu tentu kondisinya belum sebanyak sekarang.
Fitzroy atau CBD?
Kalau hanya mengejar croissant, menurut saya pilih cabang yang paling cocok dengan itinerary.
Tidak perlu memaksakan pergi ke Fitzroy kalau waktunya terbatas.
Tapi kalau memang ingin merasakan suasana Lune yang paling identik dengan brand-nya, Fitzroy punya sejarah kuat karena lama menjadi flagship mereka.
Sedangkan Lonsdale sekarang merupakan lokasi yang jauh lebih besar, lengkap dengan production kitchen dan area tempat duduk lebih banyak. Lokasi Lonsdale baru dibuka pada 2026 dan menjadi flagship terbesar mereka saat ini.
Kalau saya datang lagi sekarang, justru mungkin penasaran melihat Lonsdale.
Bisa Dine-In?
Tergantung lokasinya.
Tidak semua cabang Lune punya area duduk yang sama.
Untuk regular counter service mereka juga menggunakan sistem first come, first served, jadi tidak menerima reservasi meja biasa.
Kalau tempatnya penuh, take away juga bukan masalah.
Croissant termasuk makanan yang gampang dibawa.
Asal jangan terlalu lama disimpan di tas sampai gepeng.
Sayang sekali.
Apakah Bisa Pre-Order?
Sekarang bisa di sebagian besar outlet.
Lune menyediakan pre-order untuk semua venue kecuali Russell Street.
Ini sebenarnya opsi menarik kalau sedang membuat itinerary yang padat.
Pesan dulu, lalu tinggal ambil.
Terutama kalau takut menu tertentu habis.
Tetapi kalau first visit dan punya waktu, saya pribadi tetap suka masuk langsung dan melihat pilihan pastry di counter.
Ada sensasi pilih-pilihnya.
Walaupun akhirnya biasanya beli lebih banyak daripada rencana awal.
Jadi, Apakah Croissant Lune Memang Seenak Hype-nya?
Nah, pertanyaan paling penting.
Menurut saya Lune memang bukan sekadar croissant yang viral karena fotonya bagus.
Tekniknya kelihatan.
Pastry-nya rapi.
Teksturnya bagus.
Dan traditional croissant-nya memang punya kombinasi crispy di luar, ringan di dalam, serta rasa butter yang cukup jelas.
Apakah otomatis menjadi croissant paling enak yang pernah dimakan semua orang?
Belum tentu.
Soal rasa tetap personal.
Ada orang yang mungkin lebih suka croissant yang lebih buttery, lebih soft, atau justru yang filling-nya banyak.
Saya sendiri lebih nyaman mengatakan:
Lune memang pantas dicoba kalau sedang di Melbourne.
Apalagi kalau sebelumnya sudah sering melihatnya di media sosial seperti saya.
Setidaknya setelah mencoba sendiri, saya jadi tahu kenapa tempat ini punya reputasi sebesar itu.
Dan ternyata kali ini bukan cuma karena viral.
Lune Croissanterie Worth It Nggak?
Kalau harus perjalanan satu jam hanya untuk membeli satu croissant?
Saya mungkin akan berpikir dulu.
Tapi sekarang cabangnya sudah cukup banyak di Melbourne, jadi jauh lebih mudah dimasukkan ke itinerary.
Kalau kebetulan berada di CBD atau Fitzroy, saya rasa worth it untuk mampir.
Apalagi untuk first timer.
Pesan traditional croissant dulu.
Kalau masih penasaran, tambah satu menu lain untuk sharing.
Minum kopi.
Lalu lanjut jalan lagi keliling Melbourne.
Tidak perlu menjadikan Lune sebagai misi besar satu hari.
Buat saya justru lebih menyenangkan ketika masuk sebagai salah satu bagian kecil dari perjalanan.
Waktu itu saya datang karena penasaran dengan croissant yang sering muncul di media sosial.
Dan setelah mencobanya sendiri, setidaknya saya bisa bilang:
iya, croissant-nya memang bagus.
Bukan cuma bagus di kamera.
