Mamak Melbourne
Mamak Melbourne: Makan Malaysian Food di Tengah Kota
Setelah beberapa hari mencoba makanan yang agak “Melbourne banget”, mulai dari croissant sampai pastry, ada satu titik ketika saya rasanya ingin makan sesuatu yang lebih familiar.
Akhirnya kami makan di Mamak Restaurant Melbourne.
Begitu lihat menunya, rasanya langsung aman.
Ada roti canai, nasi lemak, kari, satay, mee goreng, teh tarik.
Makanan yang namanya sudah tidak perlu diterjemahkan lagi.
Dan mungkin karena kami orang Indonesia, rasa seperti ini memang lebih dekat ke lidah. Setelah beberapa hari traveling, kadang yang dicari bukan makanan yang paling unik, tapi yang bikin makan jadi benar-benar puas.
Mamak Melbourne Itu Restoran Apa?
Mamak adalah restoran Malaysia yang terinspirasi dari mamak stalls di Kuala Lumpur, yaitu warung makan Indian-Malay yang biasa menjual roti canai, kari, teh tarik, satay, dan berbagai makanan sederhana lainnya.
Mamak sendiri didirikan oleh tiga sahabat, Alan, Clement, dan Julian. Mereka awalnya tinggal di Sydney dan kangen makanan yang biasa mereka makan semasa muda di Kuala Lumpur.
Sebelum membuka restoran, mereka sempat berjualan di Chinatown Night Markets Sydney sambil terus mengasah kemampuan membuat roti canai, membakar satay, dan menarik teh.
Restoran pertamanya kemudian dibuka di Sydney pada 2007, sedangkan cabang Melbourne menyusul pada September 2012. (mamak.com.au)
Sekarang Mamak punya cabang di Sydney, Melbourne, dan Brisbane. (mamak.com.au)
Lokasi Mamak Melbourne
Mamak Melbourne berada di:
366 Lonsdale Street, Melbourne VIC 3000
Lokasinya masih di Melbourne CBD, jadi cukup mudah dimasukkan ke itinerary kalau sedang jalan-jalan di pusat kota. (mamak.com.au)
Ini salah satu hal yang saya suka.
Tidak perlu sengaja pergi jauh hanya untuk makan.
Bisa diselipkan setelah jalan-jalan di CBD, Queen Victoria Market, Chinatown, atau area sekitar Lonsdale Street.
Suasana Mamak Melbourne
Mamak bukan tipe restoran yang datang untuk duduk dua jam sambil ngobrol panjang.
Suasananya lebih casual.
Ramai.
Cepat.
Mejanya tidak terlalu formal dan orang datang memang untuk makan.
Menurut saya justru cocok dengan konsep mamak stall yang menjadi inspirasinya.
Kalau datang saat jam makan, jangan heran kalau cukup ramai. Mamak memang sudah lama terkenal dengan antreannya, bahkan sejak restoran pertamanya di Sydney. (mamak.com.au)
Di Melbourne pun suasananya cukup hidup.
Tapi buat saya, restoran seperti ini memang lebih seru kalau sedikit ramai.
Kalau terlalu sepi malah rasanya aneh.
Menu Mamak Melbourne
Menu Mamak cukup straightforward.
Banyak makanan Malaysia yang familiar seperti:
- roti canai
- roti telur
- roti bawang
- murtabak
- satay
- kari ayam
- kari ikan
- kari kambing
- nasi lemak
- mee goreng
- maggi goreng
- nasi goreng
- ayam goreng
- sambal udang
- kangkung belacan
- cendol
- ais kacang
- teh tarik. (mamak.com.au)
Justru karena menunya familiar, memilihnya jadi susah.
Rasanya ingin pesan banyak.
Roti Canai, Menu yang Paling Terkenal
Kalau pertama kali ke Mamak, menurut saya roti canai hampir wajib dicoba.
Ini memang salah satu menu yang membesarkan nama mereka.
Roti dibuat fresh dan disajikan dengan dua curry dips serta sambal.
Menu resmi Mamak mendeskripsikan roti canai mereka dengan bagian luar crispy dan bagian dalam fluffy. (mamak.com.au)
Dan menurut saya roti seperti ini paling enak dimakan langsung saat masih panas.
Bagian luarnya sedikit crispy.
Dalamnya masih lembut.
Lalu dicocol ke kari.
Sederhana sebenarnya.
Tapi susah berhenti.
Kalau rotinya sudah dingin tentu pengalaman makannya beda, jadi saya lebih suka pesan bertahap daripada langsung banyak.
Ada Banyak Jenis Roti
Kalau bosan dengan roti canai original, pilihannya cukup banyak.
Ada:
Roti telur
Roti dengan telur.
Roti planta
Lebih buttery dan rich.
Roti bawang
Dengan bawang merah.
Roti telur bawang
Telur plus bawang.
Lalu ada versi manis seperti:
Roti pisang
Roti kaya
Roti bom
dan roti tisu yang tipis, crispy, dan disajikan tinggi. (mamak.com.au)
Roti tisu ini sebenarnya menarik untuk dipesan ramai-ramai karena bentuknya memang cukup dramatis.
Datang ke meja tinggi menjulang.
Lalu beberapa menit kemudian tinggal serpihan.
Nasi Lemak
Kalau ingin makanan yang lebih mengenyangkan, ada nasi lemak.
Versi dasarnya berisi nasi santan dengan sambal, kacang, ikan bilis, timun, dan telur rebus.
Kemudian kita bisa menambahkan kari ayam, ikan, kambing, vegetarian, sambal prawn, calamari, atau fried chicken. (mamak.com.au)
Untuk orang Indonesia, nasi lemak tentu bukan rasa yang terlalu asing.
Justru itu enaknya.
Ada rasa santan.
Sambal.
Ikan bilis.
Setelah beberapa hari makan Western food, nasi seperti ini rasanya bisa membuat mood membaik secara instan.
Kari Kambing
Kalau suka makanan berbumbu kuat, kari kambing juga menarik.
Menu resminya menyebut lamb curry ini dimasak perlahan sampai dagingnya empuk dengan bumbu yang cukup spicy. (mamak.com.au)
Ini juga pasangan yang enak untuk roti.
Menurut saya justru kalau datang beberapa orang, enak pesan beberapa curry atau lauk di tengah lalu sharing.
Jadi bisa mencoba lebih banyak.
Satay
Ada juga chicken dan beef satay yang dibakar lalu disajikan dengan peanut sauce.
Satay-nya dijual setengah lusin atau satu lusin. (mamak.com.au)
Buat orang Indonesia mungkin otomatis membandingkan dengan sate di rumah.
Dan menurut saya sebaiknya jangan.
Makanan Malaysia dan Indonesia memang banyak yang mirip, tapi rasa bumbunya tetap berbeda.
Lebih seru dinikmati sebagai versi mereka sendiri.
Mee Goreng dan Maggi Goreng
Mamak juga punya mee goreng dengan Hokkien noodles, telur, udang, fish cake, dan tauge.
Kalau suka sesuatu yang sedikit lebih “warung Malaysia”, ada Maggi goreng.
Bentuknya memang sederhana.
Tapi ini tipe makanan yang sangat comforting.
Apalagi kalau sedang lapar berat.
Menu seperti ini mungkin tidak terlalu cantik untuk Instagram.
Tapi setelah traveling seharian, biasanya justru makanan seperti ini yang habis paling cepat.
Jangan Lupa Teh Tarik
Makan di restoran bernama Mamak rasanya kurang lengkap kalau tidak pesan teh tarik.
Mamak punya hot teh tarik maupun minuman Malaysia lainnya seperti:
- teh halia
- kopi tarik
- cham
- Milo tarik
- teh ais
- kopi ais
- limau ais. (mamak.com.au)
Saya sendiri memang suka konsep minuman seperti teh tarik.
Manis.
Milky.
Hangat.
Dan cocok sekali dengan makanan yang agak spicy.
Kalau sudah pesan roti canai, kari, lalu teh tarik, rasanya sudah cukup untuk memahami kenapa konsep mamak stall begitu populer.
Dessert: Cendol dan Ais Kacang
Kalau masih sanggup makan setelah semua itu, ada cendol dan ais kacang.
Cendol Mamak menggunakan pandan noodles, gula melaka, coconut milk, red bean, dan shaved ice.
Sedangkan ais kacang berisi red beans, corn, grass jelly, rose syrup, sweetened milk, dan shaved ice. (mamak.com.au)
Dessert-nya memang bukan sesuatu yang baru buat kita dari Asia Tenggara.
Tapi justru rasanya familiar.
Dan setelah kari serta sambal, sesuatu yang dingin dan manis memang terasa enak.
Harga Makanan di Mamak Melbourne
Harga tentu sudah bukan harga mamak stall Kuala Lumpur.
Saat saya cek menu resminya sekarang, beberapa contoh harga adalah:
| Menu | Harga |
|---|---|
| Roti canai | AUD 11.50 |
| Roti telur | AUD 12.50 |
| Murtabak | AUD 20 |
| Nasi lemak | AUD 15 |
| Mee goreng | AUD 20 |
| Kari ayam | AUD 26 |
| Kari kambing | AUD 28 |
| Satay 6 tusuk | AUD 19 |
| Teh tarik | AUD 7.50 |
| Cendol | AUD 12 |
Untuk standar Melbourne CBD, menurut saya masih cukup masuk akal.
Apalagi porsinya bukan fine dining kecil-kecil.
Tapi tetap saja, kalau dikonversi ke rupiah jangan terlalu sering dihitung.
Nanti makannya jadi kurang nikmat.
Apakah Mamak Melbourne Halal?
Ini bagian yang penting buat saya.
Beberapa direktori halal dan platform restoran saat ini mencantumkan Mamak Melbourne sebagai halal, termasuk FindHalal dan Tripadvisor. (findhalal.au) (tripadvisor.com)
Tapi saya tidak menemukan keterangan sertifikasi halal resmi pada website Mamak sendiri.
Website resminya juga mencantumkan kebijakan BYO dengan biaya per orang, artinya restoran mengizinkan pengunjung membawa minuman sendiri. (mamak.com.au)
Jadi kalau standar halal kamu membutuhkan restoran yang punya sertifikasi tertentu atau bebas alkohol sepenuhnya, menurut saya paling aman konfirmasi langsung ke restoran sebelum makan.
Saya lebih suka menuliskan seperti ini daripada langsung memberi cap “halal” tanpa penjelasan.
Perlu Reservasi?
Untuk cabang Melbourne, reservasi saat ini hanya tersedia untuk grup delapan orang atau lebih. (mamak.com.au)
Kalau datang dalam grup kecil, biasanya tinggal datang dan antre bila sedang penuh.
Jam operasional juga terbagi antara lunch dan dinner.
Saat artikel ini saya update:
Senin–Rabu
11.30–14.00
17.30–21.00
Kamis
11.30–14.30
17.30–21.00
Jumat
11.30–14.30
17.30–22.00
Sabtu
11.30–14.30
17.30–21.30
Minggu
11.30–14.30
17.30–21.00. (mamak.com.au)
Jam bisa berubah, jadi cek lagi sebelum datang.
Mamak Melbourne Worth It Nggak?
Kalau sudah beberapa hari di Melbourne dan mulai kangen makanan Asia?
Menurut saya worth it.
Rasanya familiar.
Porsinya mengenyangkan.
Menunya gampang dipahami.
Dan lokasinya di CBD membuatnya mudah diselipkan di tengah itinerary.
Kalau harus pilih yang saya sarankan untuk first visit:
roti canai + kari + satay + teh tarik.
Itu sudah cukup Mamak.
Buat saya pribadi, restoran seperti ini juga jadi pengingat bahwa traveling tidak selalu harus makan sesuatu yang benar-benar baru.
Kadang justru menyenangkan menemukan makanan yang membuat kita merasa sedikit dekat dengan rumah.
Waktu itu setelah makan pastry, croissant, dan berbagai makanan Melbourne lainnya, duduk di depan roti canai dan kari rasanya seperti:
nah.
Ini baru makan.
