Plataran Heritage Borobudur
Plataran Heritage Borobudur, Hotel Cantik Dekat Candi Borobudur
Kalau sedang mencari hotel di sekitar Borobudur, pilihannya sekarang sebenarnya banyak sekali.
Mulai dari hotel sederhana untuk sekadar tidur sampai resort mewah yang harga per malamnya bisa bikin mikir dua kali.
Salah satu yang saya suka adalah Plataran Heritage Borobudur Hotel.
Saya sudah pernah menginap di sini lebih dari sekali, dan setiap datang kesannya tetap sama: hotelnya cantik, tenang, dan enak dijadikan tempat menginap kalau memang ingin menjelajah Borobudur dan Magelang tanpa harus bolak-balik dari Yogyakarta.
Lokasinya dekat dengan Candi Borobudur, tetapi suasananya nggak terasa berada di tengah kawasan wisata yang ramai.
Di sekeliling hotel masih ada sawah, pepohonan, dan Bukit Menoreh.
Bangunan utamanya sendiri langsung kelihatan beda.
Putih, klasik, dengan gaya kolonial yang cukup kuat.
Tapi jangan salah.
Walaupun namanya Heritage dan tampilannya seperti hotel tua peninggalan Belanda, bangunan ini bukan hotel kolonial lama yang direstorasi.
Plataran Heritage Borobudur baru mulai beroperasi pada 2017, dengan desain yang memang dibuat terinspirasi arsitektur kolonial dan dipadukan dengan unsur Jawa serta Borobudur.
Menurut saya justru enak.
Dapat suasana klasiknya, tapi kamar mandi dan fasilitasnya tetap zaman sekarang.
Hahaha.
Plataran Heritage dan Plataran Borobudur Resort Itu Beda
Ini perlu dijelaskan karena namanya memang gampang bikin bingung.
Di kawasan Borobudur ada:
Plataran Heritage Borobudur Hotel & Convention Center
dan
Plataran Borobudur Resort & Spa.
Dua-duanya Plataran.
Lokasinya juga masih di kawasan yang sama.
Tapi konsepnya beda.
Plataran Borobudur Resort lebih seperti luxury resort dengan villa-villa luas, sebagian punya private pool dan view ke arah Borobudur.
Sedangkan Plataran Heritage, yang saya bahas di sini, lebih berbentuk hotel klasik dengan sekitar 75 kamar dan suite dalam bangunan utama.
Kalau datang bersama keluarga atau memang lebih banyak beraktivitas di luar hotel, saya pribadi merasa konsep Heritage lebih praktis.
Kamarnya dekat.
Restoran gampang dicapai.
Pool ada di tengah hotel.
Nggak perlu naik buggy setiap mau sarapan.
Hahaha.
Lokasinya Dekat Candi Borobudur
Plataran Heritage berada di kawasan Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.
Jaraknya hanya sekitar beberapa kilometer dari Candi Borobudur, kurang lebih 5–10 menit dengan kendaraan tergantung kondisi jalan.
Ini salah satu alasan saya suka lokasinya.
Kalau ingin masuk Borobudur pagi-pagi, perjalanan nggak panjang.
Tapi ketika kembali ke hotel, suasananya sudah berbeda.
Lebih sepi.
Lebih hijau.
Bukit Menoreh terlihat dekat.
Dan udara pagi Magelang punya rasa yang menurut saya memang beda dengan kota besar.
Lebih dingin sedikit.
Lebih tenang.
Entah kenapa membuat sarapan terasa harus lebih lama.
Bangunannya Bergaya Kolonial, Tapi Nggak Terasa Kaku
Kesan pertama ketika melihat hotel ini memang cukup klasik.
Bangunan putih.
Jendela-jendela besar.
Kayu.
Langit-langit tinggi.
Balkon.
Ada sedikit suasana hotel kolonial zaman dulu.
Tapi interiornya nggak dibuat terlalu berat.
Masih nyaman buat keluarga, masih terasa santai, dan nggak membuat kita merasa harus berpakaian rapi hanya untuk turun sarapan.
Saya suka hotel yang punya karakter seperti ini.
Kelihatan bagus di foto, tetapi tetap terasa seperti tempat yang bisa ditinggali.
Bukan cuma tempat untuk difoto.
Tipe Kamar di Plataran Heritage Borobudur
Saat ini Plataran Heritage punya beberapa kategori utama:
- Deluxe Room
- Deluxe Premier
- Suite
- Founder’s Suite
Deluxe Room luasnya sekitar 35 m² dan umumnya menghadap area kolam renang. Kamarnya sudah punya balkon atau teras.
Kalau ingin kamar sedikit lebih luas, ada Deluxe Premier sekitar 45 m² dengan pemandangan ke arah Bukit Menoreh dan area persawahan.
Kategori ini juga sudah dilengkapi bathtub.
Lalu ada Suite dan Founder’s Suite yang ukurannya sekitar 80 m².
Kalau saya harus memilih lagi, saya kemungkinan akan mempertimbangkan kamar yang menghadap Bukit Menoreh atau sawah.
Bukan karena pool view jelek.
Tapi kalau sudah jauh-jauh ke Magelang, saya memang lebih suka bangun tidur lalu melihat hijau.
Kolam renang bisa dilihat nanti pas turun.
Kamarnya Nyaman dan Cukup Luas
Interior kamar masih mengikuti tema hotel.
Kayu gelap.
Warna-warna netral.
Furniture klasik.
Kemudian ada beberapa aksen Jawa supaya nggak terasa seperti hotel kolonial yang bisa berada di negara mana saja.
Menurut saya ukurannya cukup nyaman.
Bahkan kategori paling dasar pun nggak terasa sempit.
Yang saya suka justru balkon atau area luarnya.
Kalau menginap di daerah seperti Borobudur, rasanya sayang kalau pagi-pagi langsung menyalakan TV.
Lebih enak buka pintu balkon dulu.
Lihat cuaca.
Lihat bukit.
Kemudian baru memikirkan kopi.
Prioritas hidup sudah berubah.
Hahaha.
Kolam Renangnya Ada di Tengah Hotel
Salah satu area yang paling gampang dikenali dari Plataran Heritage adalah kolam renangnya.
Kolam besar berada di tengah kompleks bangunan.
Jadi banyak kamar dan balkon menghadap ke area tersebut.
Pool-nya cukup luas dan suasananya santai.
Kalau datang bersama anak-anak, ini jelas salah satu bagian yang biasanya paling cepat ditemukan.
Belum sempat buka koper:
“Boleh berenang?”
Hahaha.
Kolam saat ini umumnya beroperasi sekitar pukul 08.00 sampai 20.00.
Area di sekitarnya juga cukup nyaman kalau cuma ingin duduk sambil minum atau menemani orang lain berenang.
Saya termasuk yang kadang lebih senang bagian menemani.
Tergantung suhu air.
Sarapan di Menoreh Restaurant
Sarapan utama disajikan di Menoreh Restaurant.
Restorannya punya area indoor dan outdoor, dengan posisi dekat kolam renang.
Menu biasanya campuran Indonesia dan internasional.
Kalau menginap di hotel Indonesia, saya pribadi hampir selalu lebih tertarik ke bagian Indonesian food.
Nasi goreng.
Bubur.
Mie.
Buah.
Kadang jamu.
Walaupun akhirnya lewat egg station tetap juga berhenti.
Hahaha.
Untuk review hotel, menurut saya sarapan memang bagian yang lumayan penting.
Karena kamar sebagus apa pun, kalau paginya sarapan mengecewakan rasanya tetap ada yang kurang.
Di Plataran Heritage sendiri pilihan makan cukup banyak dan suasana paginya menurut saya enak karena kawasan sekitarnya masih hijau dan udara belum panas.
Stupa Restaurant untuk Makan dengan Suasana Lebih Santai
Selain Menoreh Restaurant, dalam kawasan Plataran Borobudur juga ada Stupa Restaurant.
Konsepnya lebih terbuka, dengan pemandangan sawah dan Bukit Menoreh.
Menu utamanya banyak mengambil makanan Indonesia.
Tempat seperti ini menurut saya enak kalau sudah malas keluar hotel.
Sudah seharian jalan.
Balik kamar.
Mandi.
Kemudian tinggal cari makan tanpa harus mikir lagi:
“Malam ini ke mana?”
Saya semakin ke sini makin menghargai hotel yang punya restoran bagus.
Mengurangi satu keputusan saat liburan itu ternyata menyenangkan.
Enam Langit, Salah Satu Tempat yang Paling Menarik
Kalau bicara Plataran di kawasan Borobudur sekarang, ada juga Enam Langit by Plataran.
Namanya berasal dari panorama enam gunung yang bisa terlihat dari kawasan tersebut:
Merapi, Merbabu, Telomoyo, Andong, Sumbing, dan Prau.
Tempat ini banyak dikenal untuk sunrise atau sunset dining.
Kalau cuacanya bagus, pemandangannya memang menjadi daya tarik utama.
Menurut saya kalau mau ke Enam Langit, lebih baik direncanakan dari awal dan reservasi.
Apalagi kalau mengejar sunrise.
Karena problem terbesar pengalaman sunrise bukan reservasinya.
Bangunnya.
Hahaha.
Padma Spa dengan View Bukit Menoreh
Plataran Heritage juga punya Padma Spa.
Lokasinya di bagian atas hotel, jadi view ke arah Bukit Menoreh dan persawahan cukup bagus.
Jam operasionalnya sekitar pukul 09.00 sampai 21.00.
Kalau sedang membuat itinerary menginap santai, sebenarnya enak juga menyisihkan satu sesi spa.
Saya bilang “menyisihkan” karena kalau cuma berkata:
“Nanti kalau sempat.”
Biasanya nggak sempat.
Selalu ada kegiatan lain.
Atau makan.
Seringnya makan.
Hahaha.
Cocok Juga untuk Liburan Keluarga
Walaupun desainnya terlihat cukup elegan, Plataran Heritage menurut saya bukan hotel yang terlalu formal untuk keluarga.
Sekarang ada program Plataran Junior dengan aktivitas anak seperti coloring, gardening, pot painting, feeding animals, badminton, dan beberapa kegiatan lainnya.
Ada pula fasilitas gym dan berbagai kelas atau aktivitas seperti cooking class, membuat jamu, sampai kegiatan membatik.
Kalau datang bersama anak, kegiatan seperti ini lumayan membantu.
Karena jujur saja, orang dewasa mungkin bahagia melihat Bukit Menoreh dua jam.
Anak-anak belum tentu.
Hahaha.
Pool biasanya tetap menang.
Enak Dijadikan Base untuk Wisata Borobudur
Ini mungkin fungsi Plataran Heritage yang menurut saya paling pas.
Base untuk menjelajah Borobudur dan Magelang.
Dari hotel, kita gampang menuju Candi Borobudur.
Punthuk Setumbu juga relatif dekat.
Begitu juga Bukit Rhema atau yang lebih dikenal sebagai Gereja Ayam.
Ada desa-desa wisata.
Candi Mendut dan Pawon.
Kalau mau agak jauh bisa sekalian jelajah Magelang.
Jadi nggak harus setiap hari hanya berada di hotel.
Tapi ketika sudah capek jalan, hotelnya tetap cukup nyaman untuk membuat kita ingin cepat kembali.
Menurut saya kombinasi ini penting.
Ada hotel yang bagus untuk staycation tapi lokasinya nggak terlalu praktis.
Ada hotel yang lokasi praktis tetapi begitu balik kamar rasanya biasa saja.
Plataran Heritage ada di tengah.
Harga Plataran Heritage Borobudur
Harga kamar tentu berubah tergantung tanggal perjalanan, weekend, musim liburan, tipe kamar dan promo.
Saat pengecekan terbaru, rate untuk kategori awal pada beberapa tanggal bisa ditemukan mulai sekitar Rp1,5 jutaan, sementara tanggal lain berada di kisaran Rp2–3 jutaan sebelum pajak dan biaya.
Suite dan Founder’s Suite tentu lebih tinggi.
Saya sengaja nggak mau menulis satu angka sebagai:
“harga Plataran Heritage adalah sekian.”
Karena hotel seperti ini dinamis sekali.
Lebih baik cek langsung sesuai tanggal perjalanan.
Apalagi kalau fleksibel.
Selisih satu hari kadang lumayan.
Uangnya bisa dipakai spa.
Atau makan.
Saya lagi-lagi kembali ke makan.
Hahaha.
Plataran Heritage atau Plataran Borobudur Resort?
Kalau sedang memilih antara dua properti Plataran di Borobudur, menurut saya lihat dulu tipe liburannya.
Saya akan memilih Plataran Heritage kalau:
- ingin hotel yang praktis
- datang bersama keluarga
- banyak rencana jalan-jalan di luar
- suka konsep kamar dalam satu bangunan
- ingin pool besar dan fasilitas hotel yang gampang dijangkau
- budget ingin sedikit lebih terkontrol.
Sementara Plataran Borobudur Resort lebih cocok kalau:
- ingin villa
- mengejar privasi
- ingin private pool
- lebih banyak waktu di resort
- budget bukan pertimbangan utama.
Dua-duanya nggak benar-benar apple to apple.
Jadi nggak perlu mencari mana yang mutlak lebih bagus.
Apakah Plataran Heritage Borobudur Worth It?
Menurut saya iya, terutama kalau mencari hotel nyaman dan cantik yang dekat dengan Borobudur tetapi tidak berada di tengah keramaian wisata.
Saya suka lokasinya.
Saya suka suasana klasik bangunannya.
Saya suka karena gampang dipakai untuk perjalanan keluarga.
Dan saya suka pemandangan Bukit Menoreh serta area hijau di sekeliling hotel.
Bukan hotel yang harus dipaksakan terlihat spektakuler.
Justru nyaman.
Dan saya rasa itu juga alasan saya masih mau kembali menginap di sini.
Kadang hotel yang paling kita ingat bukan yang paling wow.
Tapi yang saat datang lagi rasanya:
“Oh iya, saya suka tempat ini.”
Plataran Heritage buat saya termasuk yang begitu.
Kalau sedang merencanakan perjalanan ke Borobudur dan ingin tinggal beberapa malam di kawasan Magelang, hotel ini masih masuk daftar yang akan saya pertimbangkan lagi.
Apalagi kalau dapat kamar menghadap Bukit Menoreh.
Dan semoga kunjungan berikutnya saya benar-benar sempat ke spa.
Biar nggak cuma niat lagi.
