Kota di Turki
Kota di Turki: 15 Kota dan Destinasi yang Menarik untuk Liburan
Kalau baru pertama kali merencanakan perjalanan ke Turki, biasanya nama yang langsung muncul cuma dua:
Istanbul dan Cappadocia.
Saya juga dulu begitu.
Padahal setelah jalan-jalan ke beberapa wilayah di Turki, saya baru sadar negara ini luas banget dan karakter setiap kotanya beda.
Ada Istanbul yang ramai dan penuh sejarah.
Bursa yang terasa lebih tenang.
Konya yang kuat dengan cerita Rumi.
Izmir dan kawasan Aegea yang lebih santai.
Antalya dengan Laut Mediterania.
Sampai Gaziantep yang kalau dibicarakan soal makanan bisa bikin itinerary berantakan karena maunya makan terus.
Hahaha.
Dan ada satu hal yang penting diluruskan dari awal.
Tidak semua destinasi terkenal di Turki sebenarnya sebuah kota.
Cappadocia misalnya adalah sebuah kawasan di Anatolia Tengah yang mencakup beberapa kota dan kota kecil seperti Göreme, Ürgüp, Uçhisar, dan Nevşehir. Pamukkale adalah kawasan wisata di Provinsi Denizli. Bodrum berada di Provinsi Muğla.
Jadi di artikel ini saya akan membahas kota-kota utama di Turki sekaligus beberapa destinasi yang biasanya dicari wisatawan ketika menyusun itinerary.
Supaya nanti nggak bingung harus memasukkan yang mana.
Ada Berapa Kota di Turki?
Secara administratif, Türkiye dibagi menjadi 81 provinsi atau il. Pemerintah Turki saat ini mencatat 81 provinsi dan 922 distrik. Ministry of Interior
Tapi tentu saja kalau sedang merencanakan liburan kita nggak perlu mengenal semuanya.
Untuk perjalanan pertama, kota dan wilayah yang paling sering masuk itinerary biasanya antara lain:
| Kota/Destinasi | Paling dikenal karena | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Istanbul | sejarah, Bosphorus, kuliner | first timer |
| Bursa | sejarah Ottoman, Uludağ | sejarah & day trip |
| Izmir | Aegea, akses Ephesus | sejarah & coastal trip |
| Denizli | Pamukkale | alam & sejarah |
| Cappadocia/Nevşehir | balon udara, cave hotel | pengalaman unik |
| Konya | Rumi & Mevlana | budaya & sejarah |
| Ankara | ibu kota & museum | sejarah modern |
| Antalya | Mediterranean coast | pantai |
| Safranbolu | kota Ottoman | old town |
| Edirne | Selimiye Mosque | sejarah Ottoman |
| Gaziantep | kuliner | food trip |
| Mardin | arsitektur batu | budaya |
| Şanlıurfa | Göbekli Tepe | arkeologi |
| Trabzon | Black Sea | alam |
| Bodrum/Fethiye | pantai Aegea | summer holiday |
Kalau cuma punya waktu 7–10 hari, tentu jangan dipaksakan semuanya.
Turki bukan negara yang enak kalau dikejar cuma demi centang kota.
1. Istanbul, Kota yang Hampir Selalu Jadi Pintu Masuk
Kalau baru pertama kali ke Turki, menurut saya Istanbul hampir nggak mungkin dilewatkan.
Bukan karena kota ini ibu kota.
Justru banyak orang masih salah soal ini.
Ibu kota Turki adalah Ankara, bukan Istanbul.
Istanbul adalah kota terbesar dan pusat sejarah, budaya, perdagangan, serta pariwisata yang sangat penting. Kota ini membentang di sisi Eropa dan Asia yang dipisahkan oleh Selat Bosphorus. Go Türkiye
Saya masih ingat kesan pertama waktu melihat Istanbul.
Ramai.
Bangunan tuanya ada di mana-mana.
Suara adzan terdengar.
Tram lewat.
Kapal bergerak di Bosphorus.
Turis bercampur dengan orang lokal yang sedang menjalani hari biasa.
Kota ini terasa hidup.
Tempat yang biasanya masuk itinerary antara lain:
- Hagia Sophia
- Blue Mosque
- Topkapi Palace
- Grand Bazaar
- Basilica Cistern
- Galata
- Bosphorus
- Dolmabahçe Palace
- Taksim
- sisi Asia Istanbul
Kalau first timer, saya akan memberi minimal 3 hari.
Dua hari menurut saya terlalu buru-buru.
2. Bursa, Kota Ottoman yang Lebih Tenang
Setelah Istanbul, salah satu kota yang saya suka justru Bursa.
Auranya beda.
Kalau Istanbul ramai dan agak hectic, Bursa waktu saya datang terasa lebih tenang.
Ada banyak peninggalan awal Kesultanan Ottoman, masjid tua, makam para sultan, pasar, sampai kawasan tradisional.
Bursa bahkan termasuk dalam situs UNESCO “Bursa and Cumalıkızık: the Birth of the Ottoman Empire.” UNESCO World Heritage Centre
Beberapa tempat yang menarik:
- Grand Mosque atau Ulu Cami
- Koza Han
- Green Mosque
- Green Tomb
- Cumalıkızık
- Uludağ
Oh iya, ada satu koreksi dari tulisan lama saya.
Koza Han bukan dibangun tahun 1941. Bangunan ini berasal dari masa Ottoman dan dibangun pada akhir abad ke-15.
Dan kalau ngomong makanan, Bursa juga terkenal sebagai tempat lahirnya İskender kebab. GoTürkiye mencatat sejarah İskender bermula di Bursa pada 1867. Go Türkiye
Kalau suka sejarah Ottoman, Bursa jangan cuma dijadikan tempat lewat.
3. Izmir, Kota Aegea yang Sering Kalah Populer dari Ephesus
Nama Izmir kadang kalah terkenal dibanding tempat-tempat di sekitarnya.
Padahal Izmir sendiri adalah salah satu kota besar di Turki dan berada di pesisir Aegea.
GoTürkiye menyebut Izmir sebagai kota terbesar ketiga di Türkiye dan bekas kota pelabuhan kuno Smyrna. Go Türkiye
Banyak wisatawan datang ke wilayah Izmir karena ingin menuju:
- Ephesus
- Selçuk
- House of Virgin Mary
- Basilica of St. John
- Şirince
Waktu saya ke Ephesus, yang paling saya ingat justru panasnya.
Karena hampir seluruh area terbuka.
Jadi kalau datang mendekati musim panas, topi, kacamata hitam, sunscreen, dan air minum itu bukan aksesori.
Itu penyelamat.
Ephesus sendiri sekarang merupakan salah satu situs UNESCO Türkiye. UNESCO World Heritage Centre
4. Denizli, Gerbang Menuju Pamukkale
Kalau nama Denizli terasa asing, mungkin nama berikutnya jauh lebih familiar:
Pamukkale.
Pamukkale berada di Provinsi Denizli.
Jadi Pamukkale sebenarnya bukan nama kota besar seperti Istanbul atau Ankara.
Yang membuat kawasan ini terkenal adalah teras-teras travertine putih yang terbentuk dari air kaya mineral.
Dari kejauhan memang seperti bukit tertutup salju.
Padahal bukan.
Di atas area travertine ada Hierapolis, kota kuno yang membuat perjalanan ke Pamukkale jadi bukan cuma wisata foto.
Hierapolis-Pamukkale masuk UNESCO World Heritage sejak 1988. UNESCO World Heritage Centre
Waktu saya ke sana, salah satu pengalaman paling menyenangkan justru melepas sepatu lalu berjalan di area travertine sambil kena aliran air.
Tapi licin.
Jadi foto boleh cantik, jalannya tetap lihat bawah.
Hahaha.
5. Nevşehir dan Cappadocia
Nah, ini juga sering bikin bingung.
Cappadocia bukan kota.
Cappadocia adalah kawasan historis dan geografis di Anatolia Tengah. Sebagian besar area yang paling sering didatangi wisatawan berada di Provinsi Nevşehir.
Di dalam kawasan inilah ada nama-nama seperti:
- Göreme
- Uçhisar
- Ürgüp
- Avanos
- Kaymaklı
- Derinkuyu
Jadi kalau kita bilang “menginap di Cappadocia”, sebenarnya bisa saja hotelnya berada di Göreme atau Uçhisar.
GoTürkiye menggambarkan Cappadocia sebagai kawasan dengan lanskap vulkanik yang unik akibat erosi selama jutaan tahun. Go Türkiye
Buat saya, Cappadocia memang salah satu tempat yang paling memorable di Turki.
Fairy chimneys.
Cave hotel.
Lembah.
Kota bawah tanah.
Dan tentu saja hot air balloon.
Kalau belum pernah ke sana, menurut saya alokasikan minimal 2 malam.
Satu malam terlalu berisiko kalau tujuan utama ingin melihat atau naik balon udara karena penerbangan sangat tergantung cuaca.
6. Konya, Kota yang Selalu Mengingatkan Saya pada Rumi
Kalau mendengar Konya, saya langsung ingat Jalaluddin Rumi.
Konya berada di Anatolia Tengah dan menjadi salah satu pusat budaya penting di Türkiye. Mevlana Museum menjadi tempat yang paling banyak dikunjungi wisatawan yang tertarik dengan Rumi dan tradisi Mevlevi. Go Türkiye
Nuansa Konya waktu saya datang terasa berbeda dengan Istanbul.
Lebih kalem.
Lebih konservatif.
Dan tidak terlalu terasa seperti kota yang hidup untuk wisatawan.
Yang paling terkenal:
- Mevlana Museum
- Selimiye Mosque
- Alaeddin Hill
- pertunjukan atau upacara Sema
Sedikit koreksi juga dari artikel lama: Rumi bukan pencipta “tarian Whirling Dervishes” secara sederhana seperti itu. Tradisi Mevlevi berkembang setelah wafatnya Rumi dan dikembangkan oleh para pengikutnya.
Detail seperti ini penting supaya artikel kita lebih akurat.
7. Ankara, Ibu Kota Turki yang Sering Terlupakan Wisatawan
Kalau ada satu pertanyaan yang sering muncul:
Apa ibu kota Turki?
Jawabannya Ankara.
Bukan Istanbul.
Ankara menjadi ibu kota Republik Türkiye pada 1923 dan sekarang merupakan pusat pemerintahan negara. GoTürkiye menyebutnya sebagai kota terbesar kedua di Türkiye. Go Türkiye
Untuk wisatawan, tempat yang paling terkenal tentu:
- Anıtkabir
- Museum of Anatolian Civilizations
- Ankara Castle
- kawasan kota tua
Kalau itinerary pertama cuma 7 hari, Ankara memang sering tidak masuk.
Tapi buat yang tertarik sejarah Republik Turki dan Atatürk, kota ini jauh lebih relevan.
8. Antalya, Kalau Mau Melihat Turki yang Berbeda
Kalau Istanbul identik dengan masjid dan istana, Antalya rasanya beda dunia.
Pantai.
Laut Mediterania.
Old town.
Resort.
Matahari.
GoTürkiye bahkan menyebut Antalya sebagai salah satu destinasi wisata internasional utama dan pusat pariwisata di pesisir Mediterania Türkiye. Go Türkiye
Beberapa tempat populer:
- Kaleiçi
- Hadrian’s Gate
- Düden Waterfalls
- Perge
- Aspendos
- pantai Konyaaltı
- Lara
Kalau ke Turki saat summer dan ingin menggabungkan sejarah dengan beach holiday, Antalya masuk akal banget.
9. Safranbolu, Kota Ottoman yang Serasa Berhenti di Masa Lalu
Kalau suka old town, saya akan memasukkan Safranbolu ke bucket list.
Rumah-rumah Ottoman putih dengan struktur kayu, jalan kecil, hamam, caravanserai, dan suasana kota lamanya masih terjaga.
UNESCO memasukkan City of Safranbolu ke World Heritage List pada 1994 dan menyebut kota ini dahulu merupakan salah satu persinggahan penting jalur perdagangan Timur-Barat. UNESCO World Heritage Centre
Ini salah satu kota yang menurut saya cocok untuk slow travel.
Bukan tempat yang harus dikejar lima objek dalam sehari.
Justru jalan kaki pelan, minum teh, lalu lihat rumah-rumah tua.
10. Edirne, Bekas Ibu Kota Ottoman di Eropa
Edirne berada di bagian Eropa Türkiye, dekat perbatasan Yunani dan Bulgaria.
Kota ini pernah menjadi ibu kota Ottoman sebelum Konstantinopel ditaklukkan.
Landmark terbesarnya adalah Selimiye Mosque, karya Mimar Sinan dan salah satu situs UNESCO Türkiye. UNESCO World Heritage Centre
Kalau sudah beberapa kali ke Istanbul dan ingin melihat sisi Thrace yang berbeda, Edirne menurut saya menarik.
Dan lebih realistis dijadikan side trip dibanding mencoba mengejar kota jauh di Anatolia.
11. Gaziantep, Kota untuk Orang yang Liburannya Banyak Makan
Kalau motivasi traveling separuhnya makanan…
Gaziantep berbahaya.
Hahaha.
Kota di tenggara Türkiye ini dikenal sangat kuat dengan budaya kulinernya, terutama:
- baklava
- pistachio
- kebab
- lahmacun
- katmer
- berbagai hidangan daging
GoTürkiye menyebut Gaziantep sebagai salah satu kota dengan tradisi kuliner yang kuat dan bagian dari UNESCO Creative Cities Network di bidang gastronomi. Go Türkiye
Selain makanan, ada juga Zeugma Mosaic Museum yang terkenal dengan koleksi mosaiknya.
Kalau suatu hari kembali ke Turki, kota ini termasuk yang ingin saya datangi.
Kemungkinan itinerary-nya nanti lebih banyak makan daripada sightseeing.
12. Mardin, Kota Batu di Tenggara Turki
Dari foto saja, Mardin sudah terlihat berbeda.
Bangunan batu berwarna madu memenuhi lereng bukit dan menghadap dataran Mesopotamia.
Kota ini punya lapisan sejarah yang panjang dan komunitas dengan latar budaya serta agama yang beragam.
Ada:
- masjid
- madrasah
- gereja
- biara
Mardin bukan destinasi first timer klasik seperti Istanbul atau Cappadocia.
Tapi kalau sudah pernah ke Turki dan mencari sesuatu yang terasa berbeda, menurut saya menarik sekali.
13. Şanlıurfa dan Göbekli Tepe
Şanlıurfa sering disebut Urfa.
Banyak cerita lokal dan tradisi keagamaan menghubungkan kota ini dengan Nabi Ibrahim.
Tapi alasan lain kota ini semakin terkenal di dunia adalah Göbekli Tepe.
Göbekli Tepe berada di Provinsi Şanlıurfa dan masuk UNESCO World Heritage pada 2018. UNESCO World Heritage Centre
Situs arkeologi ini membuat Şanlıurfa menarik bukan hanya untuk wisata religi, tetapi juga sejarah manusia awal.
Oh iya, artikel lama saya menulis Şanlıurfa hanya 12 km dari Ankara.
Itu jelas salah.
Jarak keduanya jauh sekali.
Ini salah satu contoh kenapa artikel lama memang harus sesekali dibongkar total.
14. Trabzon, Kalau Ingin Melihat Black Sea Turki
Kalau selama ini bayangan tentang Turki hanya Istanbul, Cappadocia, dan daerah kering Anatolia…
lihat Trabzon.
Nuansanya beda.
Hijau.
Pegunungan.
Kabut.
Laut Hitam.
Di dekat Trabzon ada Sümela Monastery, biara yang dibangun menempel pada tebing dan termasuk salah satu landmark paling terkenal kawasan Black Sea. GoTürkiye juga memasukkan Sümela Monastery dalam daftar heritage penting di wilayah ini. Go Türkiye
Trabzon cocok kalau ingin melihat sisi Turki yang lebih hijau.
15. Bodrum, Fethiye, dan Muğla untuk Liburan Pantai
Muğla sebenarnya adalah provinsi.
Di dalamnya ada beberapa nama yang jauh lebih populer untuk wisatawan:
Bodrum, Marmaris, dan Fethiye.
Bodrum dikenal dengan yacht, beach club, whitewashed houses, dan suasana summer yang lebih upscale. GoTürkiye juga menggambarkannya sebagai kota pelabuhan dengan hotel, pantai, nightlife, dan marina. Go Türkiye
Fethiye beda lagi.
Lebih banyak orang datang untuk:
- Ölüdeniz
- Blue Lagoon
- paragliding
- boat trip
- Lycian coast
Kalau perjalanan pertama ke Turki fokus sejarah, saya mungkin belum memasukkan wilayah ini.
Tapi kalau trip kedua?
Saya justru ingin membuat itinerary yang jauh lebih santai di sisi Aegea dan Mediterania.
Lalu Kota Mana yang Sebaiknya Dipilih untuk Pertama Kali ke Turki?
Kalau baru pertama kali dan waktunya sekitar 7–10 hari, saya pribadi tidak akan mengejar terlalu banyak kota.
Kombinasi paling masuk akal menurut saya:
Istanbul + Bursa + Ephesus/Kuşadası + Pamukkale + Cappadocia + Konya
Kurang lebih memang rute seperti yang pernah saya jalani.
Rasanya sudah cukup memberi gambaran bahwa Turki bukan cuma Istanbul.
Ada kota Ottoman.
Ada reruntuhan Romawi.
Ada travertine Pamukkale.
Ada lanskap Cappadocia.
Ada Konya dan Rumi.
Kalau punya waktu lebih panjang, baru tambahkan Antalya atau kota lain.
Kota di Turki untuk Pengalaman yang Berbeda
Kalau bingung memilih, saya akan melihat gaya perjalanan.
Untuk pertama kali:
Istanbul, Cappadocia, Bursa.
Untuk sejarah kuno:
Izmir/Selçuk, Denizli/Pamukkale, Şanlıurfa.
Untuk sejarah Ottoman:
Istanbul, Bursa, Edirne, Safranbolu.
Untuk pantai:
Antalya, Bodrum, Fethiye.
Untuk kuliner:
Gaziantep, Istanbul, Izmir.
Untuk suasana yang lebih lokal:
Konya, Mardin, Trabzon.
Jadi sebenarnya bukan pertanyaan:
“Kota terbaik di Turki yang mana?”
Tapi lebih ke:
“Saya mau melihat Turki yang seperti apa?”
Jangan Sampai Salah: Cappadocia, Pamukkale, dan Ephesus Bukan Nama Kota
Ini saya beri bagian khusus karena ternyata gampang sekali tertukar.
Cappadocia
Kawasan di Anatolia Tengah, bukan kota.
Pamukkale
Kawasan wisata di Provinsi Denizli.
Ephesus
Kota kuno dekat Selçuk, Provinsi Izmir.
Bodrum
Kota/distrik di Provinsi Muğla.
Göreme
Town di kawasan Cappadocia.
Sille
Kawasan bersejarah dekat Konya, bukan kota besar tersendiri.
Memahami ini cukup membantu saat booking hotel, tiket bus, atau mencari bandara.
Karena nama destinasi wisata belum tentu sama dengan nama provinsi atau kota transportasi terdekat.
Dari Semua Kota di Turki, Mana Favorit Saya?
Kalau ditanya yang paling berkesan, saya masih susah memilih.
Istanbul karena hidup dan penuh cerita.
Cappadocia karena memang tidak mirip tempat lain yang pernah saya lihat.
Bursa karena lebih tenang.
Dan Konya karena auranya berbeda lagi.
Turki itu memang tipe negara yang semakin banyak kotanya dikunjungi, semakin terasa kalau kita baru melihat sebagian kecil saja.
Dulu waktu pertama kali ke sana, saya pikir perjalanan klasik Istanbul–Bursa–Ephesus–Pamukkale–Cappadocia–Konya sudah lumayan lengkap.
Sekarang?
Malah tambah banyak wishlist.
Gaziantep.
Mardin.
Trabzon.
Şanlıurfa.
Antalya lagi.
Belum Black Sea.
Belum pantainya.
Jadi mungkin artikel ini bukannya membantu mengurangi pilihan.
Malah nambah.
Hahaha.
Tapi setidaknya sekarang kalau sedang menyusun itinerary, kita sudah tahu satu hal:
Turki tidak cuma Istanbul dan Cappadocia.
Dan justru perbedaan antar-kotanya itulah yang bikin perjalanan ke sana menarik.
