Turkish Airlines Economy Class
Turkish Airlines Economy Class Review: Pengalaman Jakarta–Istanbul.
Kalau ditanya salah satu penerbangan Economy Class jarak jauh yang masih saya ingat sampai sekarang, Turkish Airlines termasuk salah satunya.
Saya naik Turkish Airlines dari Jakarta ke Istanbul pada Juni 2019. Waktu itu pesawat yang digunakan adalah Boeing 777-300ER, dan penerbangannya berlangsung hampir 12 jam.
Lumayan panjang.
Tapi anehnya, perjalanan itu tidak terasa terlalu melelahkan.
Mungkin karena saya sibuk makan.
Lalu nonton.
Lalu tidur.
Lalu bangun dan makan lagi.
Hahaha.
Yang paling saya ingat justru bukan cuma soal kursinya, tetapi keseluruhan pengalaman Economy Class-nya. Makanannya enak, hiburannya banyak, ada amenity kit, kursinya cukup nyaman untuk penerbangan jarak jauh, dan pelayanannya waktu itu juga menyenangkan.
Karena sekarang saya juga punya pengalaman Turkish Airlines Business Class, saya sengaja memisahkan dua review ini.
Tulisan ini khusus tentang Turkish Airlines Economy Class, berdasarkan pengalaman saya terbang Jakarta–Istanbul dan kembali ke Indonesia.
Seperti Apa Turkish Airlines Economy Class?
Turkish Airlines adalah maskapai full-service asal Türkiye dan anggota Star Alliance.
Untuk penerbangan internasional dan jarak jauh, Economy Class mereka menawarkan layanan seperti makanan gratis, inflight entertainment, amenity kit pada rute tertentu, bantal dan selimut, serta fasilitas daya di beberapa jenis pesawat.
Saat ini Turkish Airlines sendiri masih menonjolkan beberapa fasilitas utama Economy Class seperti legroom, amenity kit, inflight entertainment, dan makanan. Mereka juga menyebut seat pitch Economy Class sekitar 79 cm pada sebagian armadanya. Turkish Airlines
Tentu pengalaman aktual bisa berbeda tergantung pesawat, rute, dan jadwal penerbangannya.
Pengalaman saya sendiri adalah di Boeing 777-300ER.
Boarding dari Jakarta ke Istanbul
Waktu itu kami berangkat dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
Karena penerbangannya malam dan lalu lintas Jakarta selalu punya bakat membuat orang deg-degan, kami datang cukup awal.
Menurut saya ini penting untuk penerbangan jarak jauh.
Lebih baik duduk santai di bandara daripada lari-lari sambil menyeret koper.
Setelah check-in dan menunggu beberapa waktu, akhirnya boarding dimulai.
Penumpang Business Class masuk lebih dulu, kemudian Economy Class.
Begitu masuk kabin, kesan pertama saya waktu itu cukup positif.
Pesawatnya terlihat rapi, kursinya tidak terasa terlalu sempit, dan suasananya cukup nyaman untuk penerbangan panjang.
Kursi Economy Class Turkish Airlines
Di Boeing 777-300ER yang saya naiki saat itu, konfigurasi Economy Class adalah 3-3-3.
Saya kebetulan duduk di bagian tengah.
Artinya?
Tidak punya jendela.
Hahaha.
Untungnya legroom-nya menurut saya cukup nyaman.
Saya termasuk yang kakinya lumayan panjang, jadi jarak ke kursi depan cukup penting buat saya. Waktu itu saya tidak merasa terlalu terjepit.
Ada juga footrest, yang ternyata lumayan membantu saat penerbangan hampir 12 jam.
Selama penerbangan kami mendapat bantal dan selimut.
Kalau dibanding penerbangan pendek, tentu Economy tetap Economy.
Kursinya tidak bisa tiba-tiba berubah menjadi tempat tidur.
Tapi untuk ukuran penerbangan jarak jauh, saya waktu itu cukup nyaman.
Turkish Airlines saat ini menyebut kursi Economy mereka dapat memiliki seat pitch sekitar 79 cm dan recline hingga sekitar 15 cm, meski spesifikasi persisnya bergantung tipe pesawat.
Jakarta ke Istanbul Berapa Lama?
Pada penerbangan saya waktu itu, jadwal terbangnya sekitar 12 jam.
Ternyata kami sampai sedikit lebih cepat, sekitar 11 jam 45 menit.
Selama terbang, saya cukup sering melihat layar peta penerbangan.
Bukan karena takut.
Lebih karena penasaran.
“Kita sudah sampai mana?”
“Masih berapa jam lagi?”
“Sudah lewat mana?”
Begitu terus.
Untuk penerbangan panjang, fitur flight map begini entah kenapa menyenangkan juga dilihat.
Bagasi Turkish Airlines Economy Class
Nah, bagian ini penting untuk diperbarui.
Di artikel lama saya menulis bagasi Economy Class 20 kg dan kabin 7 kg.
Sekarang saya tidak menyarankan memakai angka itu sebagai aturan umum lagi.
Jatah bagasi Turkish Airlines tergantung rute, jenis tiket, dan sistem bagasi yang digunakan.
Untuk beberapa tiket bisa memakai sistem kilogram, sementara rute tertentu menggunakan sistem jumlah koli atau piece concept.
Jadi paling aman cek langsung allowance pada tiket atau booking masing-masing.
Untuk kabin, aturan pun dapat berubah tergantung fare dan rute.
Saya sengaja tidak menulis angka tetap di sini supaya artikel tidak cepat kedaluwarsa.
Kalau sedang mempersiapkan perjalanan, cek bagian baggage allowance di booking Turkish Airlines sebelum berangkat.
Makanan Turkish Airlines Economy Class
Nah.
Kalau disuruh memilih satu bagian yang paling saya ingat dari penerbangan ini…
makanannya.
Serius.
Dulu saya punya bayangan makanan pesawat itu biasanya ya sekadar supaya penumpang nggak kelaparan.
Ternyata makan di Turkish Airlines lumayan membuat saya semangat menunggu trolley makanan lewat.
Waktu penerbangan Jakarta–Istanbul, saya mendapat menu makan malam dan kemudian sarapan sebelum mendarat.
Turkish Airlines sampai sekarang masih memberikan makanan gratis untuk penerbangan domestik maupun internasional. Untuk penerbangan internasional dan intercontinental, menu disesuaikan dengan durasi dan waktu penerbangan, dengan pilihan makanan Turki maupun internasional. Turkish Airlines
Menu Makan Malam Saya
Waktu itu saya mendapatkan menu yang kira-kira terdiri dari:
- hidangan daging dan telur
- salad
- sayuran
- roti
- butter
- selai
- cheesecake
- jus jeruk
Saya masih ingat presentasinya cukup rapi untuk Economy Class.
Dan alat makannya waktu itu menggunakan stainless steel, bukan sendok garpu plastik.
Detail kecil.
Tapi bikin pengalaman makannya terasa sedikit lebih serius.
Rasanya juga enak.
Bukan “enak karena lapar”.
Memang enak.
Makanya foto makanan Turkish Airlines saya waktu itu lumayan banyak.
Prioritas blogger.
Hahaha.
Sarapan Sebelum Mendarat
Beberapa jam sebelum tiba di Istanbul, lampu kabin mulai terang lagi dan sarapan disajikan.
Menu saya waktu itu kurang lebih:
- scrambled egg
- jamur
- tomat
- keju
- yoghurt
- buah
- roti
- butter dan selai
- jus
Sarapan model seperti ini menurut saya pas untuk penerbangan pagi.
Tidak terlalu berat, tapi cukup mengisi tenaga sebelum mendarat.
Dan setelah duduk berjam-jam di pesawat, ritual trolley makanan lewat memang tiba-tiba terasa menyenangkan.
Bisa Pesan Special Meal
Kalau punya kebutuhan makanan tertentu, Turkish Airlines juga menyediakan special meal.
Saat ini penumpang bisa mengajukan permintaan makanan khusus berdasarkan kebutuhan kesehatan, agama, preferensi diet, termasuk makanan bayi atau anak.
Permintaannya dapat diajukan hingga 24 jam sebelum penerbangan melalui website, aplikasi, call center, atau kantor penjualan Turkish Airlines. Turkish Airlines
Ini lebih baik dicek sebelum terbang daripada berharap bisa minta mendadak ketika sudah di pesawat.
Inflight Entertainment
Untuk penerbangan hampir 12 jam, hiburan di pesawat itu penting.
Banget.
Di depan setiap kursi ada layar inflight entertainment.
Waktu itu pilihan filmnya banyak dan saya malah lebih sering menonton dokumenter tentang Turki.
Mungkin karena sedang excited mau sampai Istanbul.
Layar peta penerbangannya juga saya buka berkali-kali.
Turkish Airlines saat ini masih menyediakan inflight entertainment di Economy Class dengan pilihan film, musik, game, berita, dan pada pesawat tertentu sudah ada konektivitas Bluetooth.
Tapi fitur bisa berbeda tergantung armada.
Jadi jangan terlalu berharap semua pesawat punya spesifikasi persis sama.
Colokan dan Charging
Di kursi saya waktu itu tersedia sumber daya untuk charging.
Ini lumayan penting karena perjalanan panjang.
Apalagi kalau sering foto, buka peta, atau membaca dari gadget.
Turkish Airlines saat ini juga masih mencantumkan power supply sebagai salah satu fitur Economy Class pada armada tertentu.
Saya tetap menyarankan membawa power bank sendiri sebagai cadangan.
Karena namanya perangkat elektronik, kadang ada saja port yang tiba-tiba tidak bekerja.
Amenity Kit di Economy Class
Ini dulu salah satu hal yang membuat saya senang.
Karena saya pikir amenity kit hanya untuk Business Class.
Ternyata di Economy Class pun kami mendapat travel kit.
Waktu penerbangan saya, isinya antara lain:
- kaos kaki
- penutup mata
- dental kit
- ear plug
- beberapa perlengkapan kecil lain
Sekarang Turkish Airlines masih menyediakan travel set untuk Economy Class pada rute tertentu.
Menurut informasi resmi terbaru mereka, amenity kit Economy tersedia pada penerbangan internasional tertentu, termasuk penerbangan lebih dari lima jam. Isinya antara lain sleeping mask, ear plugs, socks, toothbrush, dan toothpaste. Turkish Airlines
Brand pouch atau isi detailnya bisa berubah.
Jadi bagian lama tentang Chopard dan Institut Karité lebih baik tidak dijadikan informasi permanen.
Toilet di Turkish Airlines Economy
Saya termasuk orang yang sering ke toilet kalau sedang terbang.
Entah kenapa kalau udara dingin dan minum banyak, jadi bolak-balik.
Waktu itu toilet di pesawat yang saya naiki cukup bersih selama penerbangan.
Ukuran ya standar toilet pesawat.
Tidak luas.
Tapi terawat.
Saya juga ingat ada beberapa toiletries kecil di dalamnya.
Sekali lagi, ini berdasarkan pengalaman penerbangan saya tahun 2019.
Kondisi toilet sangat tergantung pesawat dan juga perilaku penumpang pada penerbangan masing-masing.
Jadi bagian ini lebih tepat dianggap sebagai pengalaman personal daripada fasilitas yang dijamin akan selalu sama.
Bagaimana Pelayanan Cabin Crew?
Pengalaman saya waktu itu bagus.
Cabin crew ramah dan cukup sigap.
Saat meal service juga terasa teratur meskipun pesawat penuh.
Saya tidak punya pengalaman buruk selama penerbangan Jakarta–Istanbul maupun saat pulang.
Tapi kalau membaca review maskapai mana pun, pengalaman pelayanan memang bisa sangat berbeda antar-penerbangan.
Ada penumpang yang merasa sangat puas, ada juga yang mengalami pelayanan kurang baik.
Jadi saya lebih nyaman mengatakan:
pada penerbangan saya, service-nya bagus.
Bukan berarti setiap penerbangan Turkish Airlines pasti akan identik.
Wi-Fi di Turkish Airlines Economy
Bagian artikel lama tentang paket Wi-Fi $9.99 atau $14.99 sudah sebaiknya dihapus.
Harga dan kebijakan konektivitas berubah.
Saat ini Turkish Airlines menawarkan internet dengan skema berbeda berdasarkan rute, pesawat, dan status Miles&Smiles.
Mereka bahkan mencantumkan kuota gratis tertentu untuk anggota Miles&Smiles dengan tier tertentu. Turkish Airlines
Karena detailnya mudah berubah, saya tidak akan menuliskan harga paket Wi-Fi tertentu sebagai informasi evergreen.
Kalau internet penting selama penerbangan, cek fasilitas pesawat melalui booking sebelum berangkat.
Saya sendiri waktu penerbangan ini malah tidak menggunakan Wi-Fi.
Aktivitas saya jauh lebih penting:
makan, nonton, tidur.
Hahaha.
Hal yang Paling Saya Suka dari Turkish Airlines Economy
Kalau sekarang mengingat kembali penerbangan itu, ada beberapa hal yang paling menonjol buat saya.
Pertama, makanannya.
Ini mungkin yang paling memorable.
Kedua, kursinya cukup nyaman untuk perjalanan panjang.
Setidaknya di Boeing 777-300ER yang saya naiki saat itu.
Ketiga, amenity kit.
Untuk Economy Class, detail kecil seperti kaos kaki dan sleeping mask ternyata lumayan berguna.
Keempat, hiburannya.
Penerbangan hampir 12 jam jadi tidak terasa terlalu panjang.
Dan terakhir, pelayanan cabin crew saya waktu itu bagus.
Ada Kekurangannya Nggak?
Kalau berdasarkan pengalaman pribadi saya, saya memang tidak punya keluhan besar.
Tapi bukan berarti Economy Class tiba-tiba terasa seperti Business Class.
Tetap saja kita duduk berjam-jam dalam kursi Economy.
Kalau duduk di tengah seperti saya, akses ke lorong juga lebih repot.
Dan semakin lama penerbangan, badan tetap terasa capek.
Kalau saya boleh memilih sekarang, untuk penerbangan sepanjang Jakarta–Istanbul saya jelas akan memilih aisle seat.
Lebih gampang bergerak.
Terutama kalau tipe yang sering ke toilet seperti saya.
Turkish Airlines Economy vs Business Class
Nah, sekarang saya justru punya bahan pembanding.
Karena setelah pengalaman ini saya juga pernah mencoba Turkish Airlines Business Class.
Dan tentu saja bedanya terasa.
Terutama pada kursi, privasi, pelayanan makan, lounge, dan keseluruhan kenyamanan.
Tapi saya sengaja tidak membahas detail Business Class di sini supaya artikelnya tidak bercampur.
Kalau ingin tahu perbedaannya, nanti bisa lanjut ke:
[Pengalaman Naik Turkish Airlines Business Class]
Menurut saya dua artikel ini malah bagus kalau saling terhubung.
Yang satu menjawab pembaca yang sedang mempertimbangkan Economy.
Yang satu lagi untuk yang sedang mempertimbangkan upgrade atau ingin tahu apakah Business Class-nya worth it.
Jadi, Turkish Airlines Economy Class Bagus Nggak?
Kalau berdasarkan penerbangan yang saya alami:
iya, saya puas.
Dan kalau harus terbang jarak jauh dengan Turkish Airlines Economy lagi, saya tidak keberatan.
Yang paling membantu adalah kombinasi kursi yang cukup nyaman, makanan yang menurut saya memang enak, inflight entertainment, dan amenity kit.
Bahkan setelah bertahun-tahun, saya masih ingat penerbangan ini dengan kesan positif.
Itu sudah cukup mengatakan banyak.
Waktu artikel lama ini pertama saya tulis, saya bahkan menutupnya dengan harapan suatu hari bisa naik Turkish Airlines lagi.
Ternyata kemudian kesampaian.
Dan bukan cuma naik lagi.
Saya akhirnya mencoba Business Class-nya juga.
Tapi itu cerita lain.
Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi saya naik Turkish Airlines Economy Class rute Jakarta–Istanbul pada Juni 2019. Informasi mengenai layanan Economy Class telah diperbarui berdasarkan informasi resmi Turkish Airlines. Fasilitas, bagasi, menu, jenis pesawat, konektivitas, dan amenity kit dapat berbeda tergantung rute dan tanggal penerbangan.
