Makanan Khas Turki
Makanan Khas Turki: 25 Hidangan yang Wajib Dicoba Saat Liburan.
Kalau sebelum pergi ke Turki saya ditanya makanan Turki apa yang saya tahu, jawabannya mungkin cuma:
kebab dan baklava.
Sudah.
Padahal setelah sampai di sana, ternyata makanan Turki jauh lebih banyak daripada daging yang diputar-putar di depan toko.
Ada pide.
Mantı.
Köfte.
Sup lentil.
Menemen.
Gözleme.
Berbagai macam meze.
Belum dessert-nya yang tingkat kemanisannya kadang membuat saya langsung mencari teh.
Hahaha.
Saya pertama kali keliling Turki pada Juni 2019. Selama sembilan hari, perjalanan saya melewati Istanbul, Bursa, Kuşadası, Ephesus, Pamukkale, Cappadocia, Ankara, lalu kembali ke Istanbul.
Dan karena ikut tour, pengalaman makannya cukup menarik.
Hampir setiap hari ada daging.
Kebab.
Köfte.
Ayam.
Daging lagi.
Sampai suatu titik saya mulai bahagia kalau menemukan sayuran di meja.
Ternyata Turkish cuisine memang sangat luas, dan makanannya juga berubah tergantung daerah yang kita datangi.
Jadi kalau sedang merencanakan liburan ke Turki, jangan cuma mencari kebab.
Sayang banget.
Makanan Khas Turki Seperti Apa?
Masakan Turki atau Turkish cuisine merupakan tradisi kuliner yang sangat beragam, dengan makanan berbasis daging, sayuran, yoghurt, roti, bulgur, nasi, minyak zaitun, kacang-kacangan, serta berbagai pastry dan dessert. Karakter makanannya berbeda menurut wilayah, dari Aegea, Laut Hitam, Anatolia Tengah hingga tenggara Turki.
Di kawasan Aegea, penggunaan olive oil dan sayuran cukup kuat.
Daerah Black Sea terkenal dengan ikan, terutama hamsi.
Anatolia Tengah punya mantı, etli ekmek, dan banyak hidangan berbasis gandum.
Sementara Gaziantep dan wilayah tenggara terkenal dengan kebab, pistachio, serta makanan dengan rasa yang lebih kuat.
Jadi sebenarnya agak susah mengatakan:
“Masakan Turki rasanya begini.”
Turkinya sebelah mana dulu?
Sama seperti makanan Indonesia.
Masakan Padang, Jawa, Manado, dan Bali kan jelas tidak bisa dimasukkan ke satu rasa yang sama.
Makanan Khas Turki yang Paling Terkenal
Kalau cuma punya waktu singkat, ini gambaran makanan yang menurut saya paling layak dicari terlebih dahulu.
| Makanan | Jenis | Yang menarik |
|---|---|---|
| Döner kebab | daging | paling mudah ditemukan |
| İskender kebab | daging | khas Bursa |
| Adana kebab | daging | lebih pedas |
| Köfte | daging | seperti meatball/patty |
| Pide | roti | sering disebut Turkish pizza |
| Lahmacun | flatbread | tipis dengan topping daging |
| Mantı | pasta/dumpling | khas Kayseri |
| Menemen | telur | populer untuk sarapan |
| Gözleme | flatbread | banyak pilihan isi |
| Mercimek çorbası | sup | lentil soup |
| Sarma & dolma | sayuran | isian nasi/daging |
| Kumpir | street food | baked potato |
| Balık ekmek | street food | sandwich ikan |
| Simit | roti/snack | wijen, mudah ditemukan |
| Börek | pastry | gurih dan flaky |
| Baklava | dessert | pistachio/walnut |
| Künefe | dessert | keju + pastry + syrup |
| Lokum | manisan | Turkish delight |
| Dondurma | dessert | Turkish ice cream |
| Sütlaç | dessert | rice pudding |
Sekarang kita bahas satu-satu.
1. Döner Kebab
Kita mulai dari makanan yang paling terkenal.
Döner kebab.
Döner berarti sesuatu yang berputar, mengacu pada cara daging dipanggang secara vertikal sambil terus berputar.
Daging kemudian dipotong tipis ketika bagian luarnya sudah matang.
Jenis dagingnya bisa sapi, domba, atau ayam.
Cara makannya juga tidak selalu seperti kebab yang populer di Indonesia.
Bisa disajikan:
- di atas piring
- dengan nasi
- dalam roti
- dibungkus lavaş menjadi dürüm
Nah, satu hal yang ingin saya koreksi dari artikel lama: döner, shawarma, dan gyros bukan sekadar nama berbeda untuk makanan yang sama.
Mereka memang masih satu keluarga teknik memasak daging vertikal dan saling berpengaruh secara historis, tetapi bumbu, penyajian, roti, dan tradisi kulinernya berbeda.
Kalau ke Turki, cari yang namanya döner.
2. İskender Kebab
Ini salah satu jenis kebab yang menurut saya menarik karena punya asal daerah yang jelas.
İskender kebab berasal dari Bursa.
Daging döner dipotong tipis lalu disajikan di atas potongan pide, diberi tomato sauce, yoghurt, dan butter panas.
Jadi rasanya lebih rich dibanding döner biasa.
Makanan ini dikaitkan dengan İskender Efendi di Bursa sejak abad ke-19.
Kalau itinerary memang melewati Bursa seperti perjalanan saya, menurut saya ini jauh lebih masuk akal dicari di sana.
3. Adana Kebab
Kalau suka rasa sedikit lebih pedas dan berbumbu, cari Adana kebab.
Daging cincang dibumbui kemudian ditempelkan memanjang pada tusuk besi besar dan dipanggang di atas bara.
Biasanya disajikan dengan:
- flatbread
- roasted tomato
- grilled pepper
- onion
- salad
Namanya berasal dari Kota Adana di bagian selatan Turki.
Dibanding kebab yang rasanya lebih mild, Adana memang punya karakter lebih kuat.
4. Şiş Kebab
Ini mungkin jenis kebab yang bentuknya paling gampang dikenali.
Potongan daging ditusuk seperti sate, kemudian dipanggang.
Bisa memakai lamb, beef, atau chicken.
Buat lidah Indonesia menurut saya ini termasuk yang paling mudah diterima.
Kita sudah terbiasa melihat daging ditusuk lalu dibakar.
Cuma di sana tidak datang bersama sambal kacang.
Sayangnya.
Hahaha.
5. Köfte
Köfte kurang lebih merupakan meatball atau meat patty ala Turki.
Daging cincang dicampur bumbu kemudian dibentuk dan dimasak dengan berbagai cara.
Setiap daerah bisa punya versi sendiri.
Ada İzmir köfte.
İnegöl köfte.
Tekirdağ köfte.
Dan entah berapa lagi.
Saya pernah makan di Köfteci Yusuf dalam perjalanan ke Bursa.
Porsinya besar sekali.
Daging semua.
Waktu itu saya masih semangat.
Belum masuk fase mencari sayur.
Hahaha.
Kalau tidak terlalu suka kebab, köfte bisa jadi alternatif.
6. Mantı
Kalau melihat mantı pertama kali, bayangkan dumpling kecil-kecil.
Mantı adalah adonan berisi daging cincang yang biasanya disajikan dengan yoghurt bawang putih, lalu diberi butter atau sauce berbumbu.
Kayseri sangat terkenal dengan mantı.
Bahkan ukuran mantı tradisional Kayseri terkenal kecil sekali.
Yang menarik justru kombinasi yoghurt dengan dumpling hangatnya.
Orang Indonesia yang tidak biasa makan yoghurt sebagai makanan gurih mungkin awalnya agak bingung.
Saya dulu juga begitu.
Karena yoghurt buat saya ya rasa strawberry.
Ternyata di Turki yoghurt punya kehidupan lain.
7. Pide
Pide sering dijuluki Turkish pizza, walaupun sebenarnya punya identitas sendiri.
Adonannya berbentuk memanjang seperti perahu, kemudian diberi topping.
Pilihan topping bisa berupa:
- minced meat
- cheese
- sucuk
- egg
- vegetables
Lalu dipanggang di oven.
Ini salah satu makanan yang menurut saya gampang disukai orang Indonesia.
Hangat.
Gurih.
Ada roti.
Ada daging atau keju.
Sulit salah.
Ada juga variasi regional seperti Karadeniz pidesi dari wilayah Black Sea.
8. Lahmacun
Sekilas mirip pizza tipis.
Tapi jauh lebih tipis daripada pide.
Lahmacun berupa flatbread dengan lapisan tipis campuran minced meat, tomat, paprika, onion, herbs, dan bumbu.
Cara makannya sering ditambah parsley, salad atau lemon kemudian digulung.
Nah, ini menurut saya enak untuk makan cepat.
Tidak terlalu berat.
Walaupun kalau makan dua atau tiga…
ya jadi berat juga.
9. Etli Ekmek
Kalau ke Konya, coba cari etli ekmek.
Secara harfiah namanya berarti “roti dengan daging”.
Bentuknya sangat panjang dan tipis, kemudian diberi topping minced meat, bawang, tomat, dan paprika.
Sedikit mirip pide, tetapi karakter bentuk dan teksturnya berbeda.
Etli ekmek sangat identik dengan Konya dan biasanya dimakan dengan ayran.
Kalau nanti saya kembali ke Konya, ini salah satu yang ingin saya cari lebih serius.
10. Gözleme
Kalau melihat proses membuat gözleme, saya dulu langsung kepikiran martabak.
Adonan tipis dibuka lebar, diberi isian, dilipat, lalu dimasak di atas permukaan panas.
Isiannya bisa:
- cheese
- spinach
- potato
- minced meat
- mushrooms
Menurut saya ini salah satu makanan paling aman kalau sedang bosan makan kebab.
Gözleme hangat ditemani çay?
Enak.
Dan tidak membuat kita merasa baru saja makan setengah ekor domba.
Hahaha.
11. Menemen
Ini salah satu makanan Turki yang justru banyak muncul saat sarapan.
Menemen dibuat dari telur, tomat, dan green pepper yang dimasak bersama.
Ada yang menambahkan bawang.
Ada yang tidak.
Dan rupanya urusan bawang dalam menemen bisa menjadi debat tersendiri di Turki.
Saya tidak ikut campur.
Saya tamu.
Hahaha.
Menemen biasanya dimakan dengan roti.
Roti dicocol langsung ke telur dan saus tomatnya.
Kalau baru pertama mencoba Turkish breakfast, ini salah satu yang saya rekomendasikan.
12. Sucuklu Yumurta
Masih dari meja sarapan.
Sucuk adalah sosis kering berbumbu yang populer di Turki.
Ketika dimasak bersama telur disebut sucuklu yumurta.
Sucuk punya rasa bawang putih dan rempah yang cukup kuat.
Setelah dipanaskan, minyaknya keluar lalu bercampur dengan telur.
Buat saya ini juga mudah diterima.
Sosis dan telur.
Kita nggak perlu banyak adaptasi budaya untuk memahami kenapa kombinasi itu enak.
13. Mercimek Çorbası
Kalau sudah beberapa hari traveling di Turki, kemungkinan besar akan bertemu mercimek çorbası.
Ini sup lentil.
Warnanya bisa kuning-oranye atau kemerahan.
Biasanya disajikan bersama lemon dan roti.
Saya cukup sering mendapat sup sebagai pembuka saat makan dalam perjalanan.
Masalah saya cuma satu.
Porsinya kadang terlalu besar.
Kalau saya habiskan, nanti makanan utama datang saya sudah kenyang.
Jadi biasanya mulai belajar:
supnya jangan dihabiskan.
Masih ada daging setelah ini.
Hahaha.
Sup memang punya tempat penting dalam masakan Turki. Selain mercimek, ada pula yayla çorbası yang berbasis yoghurt, ezogelin, tarhana, dan banyak jenis lain.
14. Meze
Meze bukan satu makanan tertentu.
Lebih tepat dianggap sebagai kumpulan hidangan kecil yang disajikan sebelum atau bersama makanan utama.
Isi meja meze bisa bermacam-macam.
Misalnya:
- haydari
- cacık
- hummus
- eggplant salad
- fava
- ezme
- stuffed vegetables
Ini juga alasan saya mengeluarkan hummus dari daftar “makanan khas Turki” sebagai satu item utama.
Hummus memang dimakan di Turki, tetapi juga merupakan bagian dari tradisi kuliner Levant dan Timur Tengah yang jauh lebih luas.
Kalau di Turki, lebih berguna mengenalnya sebagai salah satu jenis meze.
15. Sarma dan Dolma
Dua istilah ini sering muncul berdampingan.
Sarma berasal dari kata yang berarti membungkus.
Contoh yang sangat terkenal adalah daun anggur yang membungkus nasi berbumbu.
Sementara dolma merujuk pada sesuatu yang diisi.
Misalnya:
- paprika
- zucchini
- eggplant
- tomato
Isinya bisa berupa nasi berbumbu atau campuran daging, tergantung resep dan daerahnya.
Saya justru suka makanan seperti ini karena setelah beberapa hari makan daging, menemukan sayur terasa menyenangkan sekali.
Ternyata manusia memang baru menghargai sayur ketika kehilangan.
16. Karnıyarık
Ini salah satu makanan berbasis terong yang terkenal di Turki.
Terong dibelah kemudian diisi dengan minced meat, onion, tomato, dan bumbu.
Kalau versi tanpa daging yang dimasak dengan olive oil, ada hidangan lain bernama imam bayıldı.
Turkish cuisine memang punya banyak sekali menu terong.
Jadi kalau mengira makanan Turki semuanya kebab…
terong-terong ini akan membantah.
17. Testi Kebab
Kalau ke Cappadocia, cari testi kebab.
Ini bukan sekadar makanan, tapi juga pengalaman penyajiannya.
Daging dan sayuran dimasak perlahan di dalam clay pot tertutup.
Ketika akan disajikan, potnya dibuka atau dipecahkan.
Cappadocia dan wilayah Nevşehir sangat identik dengan hidangan ini.
Saya suka makanan yang punya sedikit drama meja seperti ini.
Asal bukan saya yang disuruh memecahkan kendi.
Takut dagingnya ikut terbang.
18. Kumpir
Sekarang masuk street food.
Kumpir adalah baked potato berukuran besar yang dibelah lalu bagian dalamnya dicampur butter dan cheese sampai creamy.
Setelah itu topping-nya…
tergantung kemampuan kita menahan diri.
Bisa ada:
- corn
- olives
- pickles
- sausage
- peas
- salad
- sauces
Area Ortaköy di Istanbul sangat terkenal dengan kumpir.
Kalau lihat display topping-nya, kadang saya bingung ini kentang atau sedang membangun buffet kecil.
19. Balık Ekmek
Secara harfiah:
balık = ikan, ekmek = roti.
Jadi ya sandwich ikan.
Sederhana.
Tapi sangat identik dengan Istanbul, terutama kawasan Eminönü dan sekitar Golden Horn/Bosphorus.
Ikan panggang dimasukkan ke dalam roti bersama onion atau salad.
Kalau sedang jalan kaki seharian di Istanbul, makanan seperti ini justru enak.
Tidak perlu duduk formal.
Makan.
Lanjut jalan.
20. Simit
Simit sebenarnya bukan makanan berat.
Tapi susah menulis soal makanan Turki tanpa memasukkannya.
Bentuknya bulat seperti cincin dan permukaannya penuh wijen.
Di Istanbul gampang sekali ditemukan.
Gerobak merah penjual simit ada di banyak sudut kota.
Saya dulu merasa teksturnya agak keras dibanding roti Indonesia.
Maklum.
Kita terbiasa roti yang empuk sekali.
Simit memang lebih chewy.
Biasanya dimakan dengan cheese, jam, atau cukup ditemani çay.
Buat orang Turki, simit bisa jadi sarapan cepat atau snack sepanjang hari.
21. Börek
Börek adalah pastry gurih dengan adonan tipis berlapis.
Isinya bisa macam-macam:
- cheese
- spinach
- potato
- minced meat
Ada banyak bentuk dan jenis börek.
Salah satu yang terkenal adalah su böreği, yang teksturnya lebih lembut dan berlapis.
Saya termasuk yang gampang suka makanan seperti ini.
Karena pastry + keju sudah punya modal besar untuk jadi enak.
22. Baklava
Nah.
Masuk ke bagian yang berbahaya.
Dessert Turki.
Baklava terbuat dari lapisan phyllo pastry yang sangat tipis, diberi nuts seperti pistachio atau walnut, kemudian disiram syrup.
Saya suka.
Tapi dalam jumlah kecil.
Karena manisnya…
serius.
Hahaha.
Gaziantep sangat terkenal dengan baklava pistachio-nya.
Kalau baru pertama mencoba, jangan langsung ambil empat potong karena ukurannya kecil.
Mulai satu dulu.
Trust me.
23. Künefe
Kalau baklava belum cukup manis, kita lanjut ke künefe.
Dessert ini menggunakan shredded pastry seperti benang-benang halus, diisi cheese, dipanggang sampai crispy, kemudian diberi syrup.
Biasanya ditaburi pistachio.
Yang membuatnya menarik adalah perpaduan:
crispy.
Manis.
Keju yang meleleh.
Kalau datang masih hangat, enak sekali.
Tapi setelah makan satu porsi sendiri, mungkin kebutuhan gula seminggu sudah aman.
24. Lokum atau Turkish Delight
Ini juga sudah sangat terkenal.
Lokum dibuat dari starch dan sugar kemudian diberi berbagai rasa.
Ada rose.
Lemon.
Mint.
Pomegranate.
Ada juga yang berisi pistachio, hazelnut, atau walnut.
Kalau hanya mencoba lokum polos yang murah, mungkin reaksinya:
“Cuma begini?”
Saya justru lebih suka versi yang banyak kacangnya.
Lebih ada teksturnya dan rasa manisnya sedikit lebih seimbang.
Lokum juga salah satu pilihan oleh-oleh yang paling gampang dibawa pulang.
25. Dondurma
Terakhir, tentu saja es krim Turki.
Dondurma terkenal dengan teksturnya yang lebih elastis dan tidak cepat meleleh dibanding es krim biasa.
Versi yang paling dikenal berasal dari Kahramanmaraş dan memakai salep serta mastic dalam pembuatannya.
Dan tentu saja terkenal dengan penjualnya.
Beli es krim saja bisa dibuat olahraga tangan.
Cone dikasih.
Ditarik.
Diputar.
Dikasih lagi.
Diambil lagi.
Kalau sedang capek sebenarnya kadang mau bilang:
“Mas, es krimnya aja deh.”
Hahaha.
Tapi ya itulah bagian pertunjukannya.
Dessert Turki Lain yang Layak Dicoba
Daftar dessert Turki sebenarnya bisa menjadi artikel sendiri.
Selain baklava, künefe, lokum, dan dondurma, masih ada:
Sütlaç
Rice pudding berbahan susu dan beras, biasanya lebih ringan dibanding dessert syrup.
Kazandibi
Milk pudding dengan bagian permukaan yang dikaramelisasi.
Catatan penting: artikel lama saya menulis kazandibi terbuat dari dada ayam. Itu tidak tepat untuk kazandibi biasa. Dessert Ottoman yang memang menggunakan shredded chicken adalah tavuk göğsü.
Şekerpare
Semolina cookie yang direndam syrup.
Revani
Semolina cake dengan syrup.
Aşure
Dessert dari grains, legumes, dried fruits, dan nuts yang punya tradisi kuat terutama sekitar Muharram.
Pişmaniye
Manisan berserat yang bentuknya mirip rambut nenek.
Ayva tatlısı
Quince yang dimasak dengan syrup dan sering disajikan bersama kaymak.
Kalau suka makanan manis, Turki menyenangkan.
Kalau tidak terlalu suka manis…
pesan çay.
Banyak.
Bagaimana dengan Turkish Breakfast?
Saya sengaja tidak memasukkan semua menu sarapan ke daftar utama karena Turkish breakfast atau kahvaltı sebenarnya merupakan pengalaman makan tersendiri.
Satu meja bisa berisi:
- cheese
- olives
- tomato
- cucumber
- jam
- honey
- kaymak
- menemen
- sucuk
- simit
- börek
- bread
- çay
Kalau ingin mencoba versi lengkap, cari serpme kahvaltı.
Saya sudah menulis khusus tentang Turkish Breakfast, karena kalau semuanya dimasukkan ke sini artikel ini bisa kembali menjadi 85 makanan lagi.
Dan kita tidak mau mengulang kesalahan lama.
Hahaha.
Minuman Khas Turki yang Perlu Dicoba
Walaupun judul artikel ini makanan, ada beberapa minuman yang rasanya sayang tidak disebut.
Çay
Ini yang paling sering saya lihat.
Teh hitam Turki disajikan dalam gelas kecil berbentuk tulip.
Orang minum çay saat sarapan.
Setelah makan.
Saat ngobrol.
Di toko.
Di rumah.
Pokoknya teh terus.
Turkish Coffee
Turkish coffee dibuat dari kopi yang digiling sangat halus kemudian dimasak menggunakan cezve.
Tidak disaring.
Jadi bubuk kopinya mengendap di bawah cangkir.
Jangan diminum sampai tegukan terakhir dengan semangat.
Nanti dapat bonus ampas.
Ayran
Ini minuman dari yoghurt, air, dan garam.
Pertama kali mencoba mungkin terasa agak aneh kalau terbiasa yoghurt manis.
Tapi diminum dingin bersama kebab atau pide ternyata cocok.
Apakah Makanan Turki Pedas?
Kalau dibanding makanan Indonesia?
Menurut saya kebanyakan tidak terlalu pedas.
Ada hidangan dari wilayah seperti Adana atau tenggara Turki yang rasanya lebih spicy.
Ada juga penggunaan pul biber atau red pepper.
Tapi jangan bayangkan tingkat pedas sambal rawit Indonesia.
Berbeda.
Yang justru paling terasa bagi saya adalah:
daging.
Bread.
Yoghurt.
Tomato.
Butter.
Olive oil.
Dan dessert yang manis.
Jadi kalau takut karena membayangkan semua masakan Turki penuh rempah dan pedas seperti sebagian makanan Timur Tengah, sebenarnya tidak juga.
Apakah Makanan di Turki Halal?
Karena mayoritas penduduk Türkiye beragama Islam, makanan halal relatif mudah ditemukan.
Pork tidak umum dalam traditional Turkish cuisine dan restoran lokal banyak menggunakan beef, lamb, atau chicken.
Tapi saya tetap tidak suka membuat klaim “semua makanan di Turki pasti halal”.
Kalau membutuhkan kepastian halal, terutama di restoran internasional, hotel, kawasan wisata, atau tempat yang menjual alkohol dan produk impor, tetap tanyakan kepada restorannya.
Itu lebih aman daripada berasumsi.
Makanan Turki yang Menurut Saya Cocok untuk Lidah Indonesia
Kalau baru pertama kali dan takut tidak cocok makanan, saya akan mulai dari:
Köfte
Rasa daging panggangnya familiar.
Şiş kebab
Mirip konsep sate tanpa saus kacang.
Pide
Roti hangat dengan topping. Aman.
Lahmacun
Tipis dan gurih.
Mercimek çorbası
Sup hangat yang relatif ringan.
Gözleme
Flatbread dengan isian.
Menemen
Telur dan tomat.
Baklava
Kalau suka manis.
Kalau agak adventurous baru lanjut:
mantı dengan yoghurt.
ayran.
kokoreç.
atau makanan yang citarasanya lebih regional.
Pengalaman Saya Makan Selama Keliling Turki
Yang paling saya ingat dari perjalanan pertama justru bukan satu makanan tertentu.
Tapi pola makannya.
Banyak daging.
Hahaha.
Karena ikut group tour, menu makan kami tentu sudah ditentukan.
Hari pertama masih bahagia melihat kebab.
Hari kedua:
“Wah daging lagi.”
Hari ketiga:
“Hmm… daging.”
Beberapa hari kemudian:
“Ada sayur nggak?”
Saya juga baru sadar selama perjalanan kalau soup sering muncul sebelum makanan utama.
Roti selalu ada.
Yoghurt jauh lebih sering digunakan sebagai makanan gurih daripada yang saya bayangkan.
Dan dessert mereka memang manis.
Manis banget malah.
Tapi setelah pulang justru ada beberapa yang bikin kangen.
Simit.
Sup lentil.
Pide.
Turkish breakfast.
Baklava sedikit.
Sedikit ya.
Jangan satu loyang.
Makanan Turki Berbeda di Setiap Daerah
Kalau punya waktu lebih lama, justru ini yang menarik.
Jangan makan menu yang sama di setiap kota.
Bursa
Cari İskender kebab dan kestane şekeri.
Kayseri
Terkenal dengan mantı dan pastırma.
Konya
Cari etli ekmek.
Cappadocia/Nevşehir
Coba testi kebab.
Gaziantep
Kebab, baklava, pistachio, katmer, dan banyak sekali kuliner lokal.
Black Sea
Cari hamsi dan hidangan berbasis jagung.
Aegea
Lebih banyak olive oil dishes, herbs, dan sayuran.
Jadi makan saat traveling di Turki menurut saya paling menarik kalau mengikuti daerahnya.
Bukan mencari döner yang sama sembilan hari berturut-turut.
Kalau Cuma Bisa Mencoba 10 Makanan, Pilih yang Mana?
Kalau pertama kali ke Turki dan waktunya terbatas, pilihan pribadi saya:
- Döner kebab
- İskender kebab kalau mampir Bursa
- Pide
- Mantı
- Menemen
- Mercimek çorbası
- Simit
- Testi kebab kalau ke Cappadocia
- Baklava
- Künefe
Lalu tambah Turkish breakfast satu pagi.
Dan minum çay.
Sudah.
Itu saja sebenarnya sudah memberi gambaran yang lumayan luas tentang Turkish cuisine.
Tidak perlu mengejar 85 makanan dalam sembilan hari.
Kalau dipaksakan…
pulangnya bukan bawa oleh-oleh.
Bawa kolesterol.
Hahaha.
Jadi, Makanan Turki Enak Nggak?
Menurut saya:
enak, tapi jangan cuma makan kebab.
Itu kesimpulan paling sederhana.
Saya dulu datang dengan bayangan Turkish cuisine hampir semuanya daging.
Ternyata setelah mengenalnya lebih jauh, justru banyak sekali makanan berbahan sayuran, yoghurt, olive oil, grains, legumes, pastry, dan seafood.
Dan setiap daerah punya ceritanya sendiri.
Itulah yang menurut saya menarik.
Perjalanan kuliner di Turki sebenarnya mirip perjalanan wisatanya.
Semakin banyak kota yang didatangi, semakin kelihatan kalau negara ini tidak bisa dirangkum dengan satu gambar.
Istanbul beda dengan Bursa.
Cappadocia beda dengan Gaziantep.
Black Sea beda lagi.
Begitu juga makanannya.
Jadi kalau nanti liburan ke Turki, coba kebab tentu saja.
Tapi setelah itu…
cari menu lain.
Siapa tahu makanan yang paling bikin kangen setelah pulang justru bukan kebab sama sekali.
Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi saya traveling di Turki dan sumber referensi kuliner Türkiye. Beberapa makanan yang dibahas belum semuanya saya coba sendiri; bagian pengalaman pribadi saya bedakan dari informasi umum mengenai Turkish cuisine.
