Minuman Khas Turki
Minuman Khas Turki: 10 Minuman yang Wajib Dicoba Saat Liburan
Kalau membahas kuliner Turki, orang biasanya langsung kepikiran kebab, baklava, atau Turkish breakfast.
Minumannya?
Paling cuma dua:
Turkish coffee dan çay.
Saya dulu juga begitu.
Padahal setelah traveling keliling Turki, saya baru sadar kalau budaya minumnya cukup menarik.
Teh diminum terus sepanjang hari.
Kopi disajikan kecil tapi kuat.
Ada yoghurt yang diberi air dan garam lalu diminum dingin.
Ada minuman musim dingin yang hangat dan kental.
Ada juga minuman fermentasi tradisional yang rasanya mungkin tidak langsung cocok untuk semua orang.
Yang jelas, minuman khas Turki jauh lebih beragam daripada kopi dan teh saja.
Saya sendiri paling sering bertemu çay selama perjalanan.
Pagi.
Siang.
Sore.
Malam.
Rasanya di mana ada kursi, di situ ada teh.
Hahaha.
Minuman Khas Turki Apa Saja?
Kalau ingin versi singkatnya, ini beberapa minuman yang paling layak dicoba saat traveling ke Turki:
| Minuman | Rasanya | Biasanya diminum |
|---|---|---|
| Çay | teh hitam, cukup kuat | sepanjang hari |
| Turkish coffee | pekat dan kuat | setelah makan |
| Ayran | yoghurt asin | bersama makanan |
| Salep | creamy, hangat | musim dingin |
| Boza | manis-asam, fermentasi | musim dingin |
| Şalgam | asam, asin, sedikit pedas | dengan kebab/daging |
| Limonata | segar, lemon | cuaca panas |
| Şerbet | manis, rempah/buah | tradisional & acara tertentu |
| Ihlamur | herbal, ringan | musim dingin |
| Rakı | alkohol rasa anise | bersama meze |
Kalau first timer dan hanya ingin mencoba yang benar-benar populer, saya akan mulai dari:
çay, Turkish coffee, ayran, dan salep.
Empat ini saja sudah memberi gambaran yang cukup luas.
1. Çay, Minuman yang Rasanya Ada di Mana-Mana
Kalau ada satu minuman yang menurut saya paling mewakili kehidupan sehari-hari orang Turki, jawabannya:
çay.
Bukan kopi.
Teh.
Çay adalah teh hitam yang diseduh cukup pekat lalu disajikan dalam gelas kecil berbentuk seperti tulip.
Dan orang Turki memang serius soal teh.
Di hotel ada.
Restoran ada.
Toko ada.
Rumah ada.
Kadang baru masuk toko saja sudah ditawari teh.
Saya sampai pernah berpikir:
“Ini orang Turki memang minum teh terus ya?”
Ternyata memang budaya çay sangat kuat.
GoTürkiye juga menggambarkan teh sebagai bagian penting dari aktivitas sosial masyarakat Turki, dengan kawasan Rize di Laut Hitam sebagai pusat utama perkebunan teh.
Bagaimana Çay Disajikan?
Secara tradisional teh Turki dibuat menggunakan çaydanlık, teko dua tingkat.
Bagian bawah untuk air panas.
Bagian atas untuk teh yang diseduh pekat.
Saat akan disajikan, teh dari teko atas dituangkan lebih dulu, kemudian ditambah air panas dari teko bawah.
Jadi tingkat kekuatannya bisa diatur.
Kalau ingin lebih pekat, biasanya disebut demli.
Kalau ingin lebih ringan, minta açık.
Tehnya sendiri biasanya tidak otomatis manis.
Gula disajikan terpisah.
Saya termasuk yang kalau minum teh begini…
ya tetap butuh gula.
Lumayan.
Hahaha.
Çay dan Simit, Pasangan yang Sederhana tapi Enak
Salah satu kombinasi yang paling sering saya lihat adalah:
çay + simit.
Simit itu roti bundar berwijen yang banyak dijual di jalan.
Simple.
Murah.
Dan cocok buat sarapan cepat atau snack.
Kalau Turkish breakfast lengkap terasa terlalu berat, çay dan simit saja sebenarnya sudah terasa Turki banget.
2. Turkish Coffee
Selain teh, tentu ada Turkish coffee atau Türk kahvesi.
Ini salah satu tradisi kopi yang paling terkenal di dunia.
Dan rasanya memang berbeda dari kopi yang biasa saya minum.
Pekat.
Kuat.
Dan ada ampasnya.
Turkish coffee dibuat dari kopi yang digiling sangat halus lalu dimasak menggunakan pot kecil bernama cezve.
Kopinya tidak disaring.
Jadi setelah diminum, ampas akan tertinggal di dasar cangkir.
Kalau baru pertama kali minum, jangan langsung ditenggak sampai habis.
Nanti dapat bonus bubuk kopi.
Hahaha.
Turkish coffee juga tercatat sebagai bagian dari UNESCO Intangible Cultural Heritage karena tradisi dan budaya sosial yang menyertainya.
Kenapa Turkish Coffee Rasanya Kuat?
Sebenarnya yang khas bukan jenis biji kopinya.
Yang khas adalah cara penggilingan dan metode penyeduhannya.
Bubuk kopi sangat halus.
Dimasak langsung bersama air.
Kemudian dituangkan tanpa disaring.
Hasilnya memang lebih intense.
Saya sendiri waktu pertama mencoba merasa:
“Ini terlalu kuat buat saya.”
Tapi buat coffee addict mungkin justru menarik.
Turkish Coffee Biasanya Disajikan dengan Air
Turkish coffee sering datang bersama segelas kecil air.
Fungsinya untuk membersihkan palate sebelum atau sesudah kopi.
Kadang juga ditemani lokum atau makanan manis kecil.
Jadi kalau lihat kopi cuma satu cangkir mungil, jangan merasa kurang.
Percayalah.
Rasanya cukup untuk membangunkan satu meja.
Turkish Sand Coffee Itu Bukan Jenis Kopi yang Berbeda
Di artikel lama saya dulu membahas Turkish Sand Coffee sebagai minuman tersendiri.
Sekarang saya koreksi.
Lebih tepat disebut sebagai salah satu cara memasak Turkish coffee.
Cezve diletakkan di atas pasir panas sehingga panas menyebar lebih merata dan kopi perlahan naik.
Metode ini memang sangat menarik dilihat.
Cocok banget buat video.
Tapi hasil akhirnya tetap Turkish coffee.
Jadi saya tidak lagi memasukkannya sebagai minuman nomor tersendiri.
3. Ayran
Ini salah satu minuman yang menurut saya paling unik untuk orang Indonesia.
Ayran dibuat dari yoghurt, air, dan garam.
Iya.
Garam.
Bukan gula.
Hahaha.
Waktu pertama kali membayangkan yoghurt dicampur garam, saya juga agak bingung.
Karena di Indonesia yoghurt identiknya:
strawberry.
blueberry.
mango.
Manis.
Di Turki justru yoghurt sering masuk ke makanan gurih.
Ayran salah satu contohnya.
GoTürkiye menyebut ayran sebagai minuman yoghurt dengan air yang populer di Turki dan paling enak diminum dingin.
Rasanya Ayran Seperti Apa?
Asam.
Sedikit asin.
Creamy.
Segar kalau diminum dingin.
Biasanya disajikan bersama makanan berat seperti:
- kebab
- pide
- köfte
- lahmacun
Dan ternyata masuk.
Mungkin karena setelah makan daging berbumbu, ayran terasa lebih ringan dan refreshing.
Kalau minum sendirian tanpa makanan, saya masih merasa sedikit aneh.
Tapi kalau bareng kebab?
Nah, lebih masuk akal.
Apakah Ayran Dibuat dari Yoghurt Domba?
Artikel lama saya menyebut ayran dibuat dari yoghurt domba.
Itu terlalu spesifik.
Ayran tidak harus dibuat dari yoghurt domba.
Yoghurt susu sapi juga sangat umum digunakan.
Yang penting adalah kombinasi yoghurt, air, dan garam.
Jadi bagian itu saya koreksi.
4. Salep
Kalau ke Turki saat musim dingin, saya justru ingin mencoba salep.
Salep adalah minuman hangat yang dibuat dari susu dan bubuk salep, secara tradisional berasal dari umbi anggrek tertentu.
Teksturnya lebih kental daripada susu biasa.
Biasanya diberi taburan cinnamon.
GoTürkiye menyebut salep sebagai salah satu minuman musim dingin khas Istanbul, dengan tradisi yang sudah ada sejak masa Ottoman.
Kalau dibayangkan sekilas mungkin mirip:
susu hangat yang lebih creamy dan aromatik.
Saya suka ide minuman seperti ini.
Apalagi kalau cuaca dingin.
Salep Juga Dipakai untuk Turkish Ice Cream
Yang menarik, salep bukan cuma digunakan sebagai minuman.
Bubuk salep juga menjadi salah satu bahan penting pada Maraş dondurma, es krim Turki yang teksturnya elastis.
Jadi satu bahan bisa muncul dalam dua dunia yang berbeda:
musim dingin sebagai minuman panas.
musim panas sebagai es krim.
Lumayan fleksibel.
5. Boza
Boza adalah minuman tradisional fermentasi yang punya sejarah panjang.
Teksturnya cukup kental.
Rasanya perpaduan:
manis.
sedikit asam.
fermented.
Boza dibuat dari grains yang difermentasi, dengan bahan yang bisa berbeda menurut tradisi daerah.
GoTürkiye menggambarkannya sebagai minuman yang erat dengan musim dingin dan biasa disajikan bersama cinnamon serta roasted chickpeas.
Kalau ada satu tempat paling terkenal untuk mencoba boza di Istanbul, namanya sering muncul:
Vefa Bozacısı.
Sudah legendaris.
Kalau suatu saat saya kembali ke Istanbul saat winter, ini masuk daftar.
6. Şalgam Suyu
Nah, yang ini agak challenging.
Şalgam adalah minuman fermentasi berbahan black carrot dengan karakter asam, asin, dan kadang sedikit pedas.
Minuman ini sangat populer terutama di wilayah selatan seperti Adana dan Mersin.
GoTürkiye juga memasukkan şalgam sebagai salah satu traditional Turkish drinks yang terkenal, terutama untuk mendampingi makanan daging.
Biasanya diminum bersama kebab.
Kalau lihat warnanya merah keunguan, jangan terkecoh.
Ini bukan jus buah manis.
Sama sekali.
Hahaha.
7. Limonata
Kalau ingin minuman yang jauh lebih aman:
limonata.
Lemonade ala Turki.
Rasanya segar, manis, dan cocok untuk musim panas.
Beberapa versi dibuat dengan kulit lemon juga, sehingga aromanya lebih kuat.
Kadang ada mint.
Kalau sudah jalan kaki seharian di Istanbul atau Ephesus dalam udara panas, minuman seperti ini rasanya nikmat banget.
Nggak perlu penjelasan budaya panjang.
Haus.
Minum limonata.
Bahagia.
8. Şerbet
Şerbet atau sherbet adalah kategori minuman tradisional yang dibuat dari buah, bunga, rempah, gula, atau kombinasi berbagai bahan.
Jenisnya banyak.
Ada yang berbasis:
- rose
- tamarind
- pomegranate
- cherry
- berbagai rempah
Tradisi minuman seperti ini sudah lama hadir dalam budaya Ottoman.
Şerbet juga punya konteks sosial dan sejarah, misalnya untuk acara tertentu atau penyambutan tamu.
Jadi sebenarnya bukan satu resep tunggal.
Lebih tepat dipahami sebagai kelompok minuman tradisional.
9. Ihlamur
Kalau di Turki saat musim dingin, bisa juga menemukan ıhlamur, teh herbal dari bunga linden.
Rasanya ringan dan aromatik.
Biasanya disajikan hangat.
Kadang ditambahkan:
- lemon
- madu
- cinnamon
Ini bukan minuman yang seikonik çay atau Turkish coffee, tapi cukup umum sebagai herbal infusion.
Kalau sudah terlalu banyak minum black tea seharian, ıhlamur mungkin perubahan yang menyenangkan.
10. Rakı
Yang terakhir saya masukkan karena memang penting dalam budaya kuliner Turki, walaupun ini minuman beralkohol.
Rakı dibuat dari grapes dan anise.
Warnanya awalnya transparan.
Ketika dicampur air, warnanya berubah putih keruh.
Karena itu kadang disebut lion’s milk.
Rakı biasanya diminum perlahan bersama meze, seafood, dan obrolan panjang.
GoTürkiye juga mencantumkan rakı sebagai salah satu minuman tradisional Turki yang terkenal.
Saya sendiri tidak minum alkohol, jadi bagian ini bukan pengalaman pribadi saya.
Saya memasukkannya karena secara budaya memang cukup penting untuk memahami dunia kuliner Turki.
Bagaimana dengan Apple Tea?
Nah, ini menarik.
Kalau pernah ke toko souvenir di Turki, kemungkinan besar pernah ditawari apple tea.
Manis.
Wangi.
Gampang diminum.
Dan turis suka.
Tapi saya sengaja tidak memasukkan apple tea dalam daftar utama minuman tradisional Turki.
Kenapa?
Karena kalau berbicara minuman sehari-hari yang benar-benar kuat dalam budaya Turki, çay jauh lebih penting.
Apple tea justru sangat identik dengan pengalaman wisata dan toko souvenir.
Bukan berarti nggak boleh diminum.
Enak kok.
Tapi jangan pulang lalu mengira orang Turki minum apple tea sepanjang hari.
Yang mereka minum terus ya çay.
Pomegranate Juice dan Orange Juice
Di Turki kita juga gampang menemukan jus segar seperti:
nar suyu, jus delima.
portakal suyu, jus jeruk.
Terutama di kota wisata.
Saya suka lihat penjual yang langsung memeras buah di depan kita.
Tapi lagi-lagi, saya tidak memasukkannya sebagai “minuman khas Turki” utama karena jus buah segar juga umum di banyak negara.
Kalau sedang traveling dan menemukannya?
Minum saja.
Apalagi delima.
Warnanya saja sudah menggoda.
Minuman Apa yang Paling Sering Diminum Orang Turki?
Kalau harus memilih satu:
çay.
Ini yang paling terasa selama saya traveling.
Teh menjadi bagian dari:
- sarapan
- obrolan
- menerima tamu
- istirahat kerja
- setelah makan
- duduk santai
Turkish coffee memang jauh lebih terkenal secara internasional.
Tapi untuk rutinitas sehari-hari, teh terasa jauh lebih dominan.
Itu juga yang saya lihat sendiri selama perjalanan.
Apa Bedanya Turkish Coffee dan Turkish Tea dalam Budaya Turki?
Kalau saya sederhanakan:
Çay adalah minuman sehari-hari.
Turkish coffee terasa lebih ritual dan lebih spesial.
Kopi bisa muncul setelah makan.
Saat menerima tamu.
Dalam tradisi sosial tertentu.
Bahkan Turkish coffee punya hubungan dengan budaya membaca ampas kopi dan tradisi pertunangan.
Sedangkan çay?
Ya kapan saja.
Kalau melihat ada orang duduk ngobrol di Turki, peluang ada gelas çay di mejanya cukup besar.
Minuman Turki yang Cocok untuk Lidah Indonesia
Kalau baru pertama kali, saya akan mulai dari:
Çay
Paling mudah.
Limonata
Nggak perlu adaptasi.
Turkish coffee
Kalau memang suka kopi pekat.
Salep
Kalau suka susu hangat.
Baru kemudian coba:
Ayran
Unik karena asin.
Boza
Fermented.
Şalgam
Paling challenging.
Kalau saya pribadi, çay tetap yang paling gampang dinikmati.
Ayran?
Masih perlu makanan pendamping.
Hahaha.
Minuman yang Menurut Saya Wajib Dicoba Saat Pertama ke Turki
Kalau perjalanan cuma singkat, tidak perlu mengejar sepuluh.
Cukup cari empat ini:
1. Çay
Karena ini bagian dari kehidupan sehari-hari.
2. Turkish Coffee
Karena metode penyajian dan budayanya unik.
3. Ayran
Karena sangat berbeda dengan yoghurt yang biasa kita minum di Indonesia.
4. Salep
Kalau kebetulan datang saat cuaca dingin.
Kalau pergi summer seperti saya, tukar salep dengan limonata.
Selesai.
Pengalaman Saya dengan Minuman di Turki
Kalau melihat kembali perjalanan pertama saya, yang paling membekas memang tehnya.
Bukan karena saya pencinta teh berat.
Tapi karena teh ada terus.
Di meja sarapan ada.
Restoran ada.
Kadang di tempat belanja juga ditawari.
Gelasnya kecil jadi rasanya seperti:
“Ah satu lagi.”
Lalu satu lagi.
Hahaha.
Turkish coffee justru saya ingat karena rasanya terlalu strong buat saya.
Ayran saya ingat karena awalnya bingung.
Yoghurt kok asin?
Tapi setelah makan daging terus beberapa hari, saya mulai mengerti kenapa minuman seperti ayran cocok sekali dengan makanan Turki.
Itulah yang menyenangkan dari mencoba minuman lokal.
Kadang bukan soal:
“Ini enak banget.”
Tapi tentang memahami kenapa orang di tempat itu suka minuman tersebut.
Dan itu yang saya rasakan di Turki.
Jadi, Minuman Khas Turki Mana yang Paling Saya Suka?
Kalau berdasarkan apa yang paling gampang saya minum lagi:
çay.
Simple.
Nggak terlalu aneh.
Dan selalu mengingatkan pada Turki.
Kalau ingin sesuatu yang lebih khas, Turkish coffee tentu wajib dicoba setidaknya sekali.
Ayran juga.
Walaupun reaksi pertama mungkin:
“Hmm…”
Hahaha.
Tapi justru itulah serunya traveling.
Kalau semua rasanya sama seperti di rumah, buat apa pergi jauh-jauh?
Jadi kalau nanti liburan ke Turki, jangan cuma fokus pada makanannya.
Sesekali lihat juga apa yang ada di gelas.
Karena ternyata budaya minumnya tidak kalah menarik.
Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi saya traveling di Turki dan referensi mengenai budaya kuliner Türkiye. Tidak semua minuman dalam artikel ini pernah saya coba sendiri; pengalaman pribadi saya bedakan dari informasi umum.
