Layar Seafood Surabaya
Layar Seafood Surabaya: Review, Menu Favorit, dan Pengalaman Makan
Kalau ditanya restoran seafood di Surabaya yang sampai sekarang masih gampang saya ingat, salah satunya pasti Layar Seafood.
Saya pertama kali makan di sini sudah cukup lama, dan waktu itu kesan pertama saya bukan hanya soal makanannya. Saya justru langsung memperhatikan restorannya yang terasa jauh lebih proper dan nyaman dibanding bayangan saya tentang restoran seafood pada umumnya.
Tempatnya besar, interiornya cantik, ber-AC, dan suasananya lebih seperti restoran keluarga premium daripada tempat makan seafood yang serba ramai dan panas.
Lalu setelah makanannya datang?
Nah, baru masalah sebenarnya muncul.
Banyak yang enak.
Hahaha.
Waktu itu kami sampai memesan cukup banyak menu dan hampir semuanya saya suka. Itu juga alasan tulisan lama saya punya judul agak optimistis: pesan banyak dan semuanya enak.
Setelah bertahun-tahun, Layar Seafood masih beroperasi dan tetap punya dua cabang di Surabaya. Jadi artikel lama ini memang layak saya update daripada dibiarkan penuh informasi yang sudah berubah.
Layar Seafood Surabaya Seperti Apa?
Layar Seafood adalah restoran seafood dengan konsep yang menurut saya cukup lengkap.
Kita bisa datang untuk makan keluarga biasa, acara bersama grup, sampai makan malam yang ingin sedikit lebih proper.
Yang menjadi daya tarik utamanya tentu pilihan seafood segar. Di restoran ini kita bisa memilih ikan atau seafood dari display dan live tank, lalu menentukan cara masaknya.
Menu resminya sekarang masih sangat luas: ada kepiting, king crab, soft-shell crab, kakap, berbagai ikan laut, kerapu, bandeng, gurami, nila, pari, lobster, beberapa jenis udang, kerang, cumi, sampai udang ronggeng. Di luar seafood masih ada ayam, sapi, appetizer, soup, masakan oriental, sayuran, dan dessert.
Jadi kalau datang bersama keluarga dan ada satu orang yang tiba-tiba bilang:
“Aku nggak mau seafood.”
Masih ada pilihan.
Walaupun menurut saya kalau niat datang ke Layar terus nggak pesan seafood sedikit pun ya sayang juga.
Pengalaman Saya Makan di Layar Seafood Surabaya
Yang saya ingat dari kunjungan saya dulu adalah suasananya terasa cukup mewah.
Interiornya banyak memakai warna natural, unsur kayu, tanaman, lampu gantung besar, dan dekorasi yang sedikit mengingatkan saya pada resort di Bali.
Ada tangga yang cukup dramatis.
Ada kolam dekoratif.
Ada ornamen-ornamen yang membuat tempatnya terasa lebih niat daripada sekadar restoran tempat orang datang, makan ikan, lalu pulang.
Buat saya suasana restoran memang bukan yang paling penting kalau makanannya tidak enak. Tapi kalau makanannya enak dan tempatnya nyaman, ya jelas nilainya naik.
Apalagi untuk keluarga.
Makan seafood itu kan bukan tipe makan yang selesai dalam 20 menit.
Pesan banyak.
Makan pelan.
Ngobrol.
Kadang rebutan kepiting.
Hahaha.
Sistem Pilih Seafood dari Live Tank
Salah satu bagian yang saya suka di Layar Seafood adalah konsep memilih seafood dari display atau live tank.
Kita bisa melihat langsung bahan yang akan dimasak.
Kalau tidak ingin repot memilih, tentu bisa minta bantuan staf.
Menurut saya konsep seperti ini cocok untuk restoran seafood karena kita bisa melihat ukuran dan kondisi bahannya terlebih dahulu.
Dan di Layar, menu memang banyak yang dihitung atau dibedakan berdasarkan jenis dan ukuran seafood.
Jadi sebelum pesan, terutama untuk kepiting, lobster atau ikan besar, sebaiknya tanyakan:
- berat seafood
- harga per berat/unit
- cara masak
- apakah saus atau side dish dikenakan tambahan
- estimasi total harga
Ini bukan karena Layar “mahal tersembunyi”, tetapi seafood memang gampang membuat tagihan melonjak kalau kita pesan hanya berdasarkan:
“Yang besar saja, Mas.”
Lalu ketika bill datang…
ternyata benar besar.
Hahaha.
Menu Layar Seafood Surabaya
Menu resmi Layar sekarang masih sangat lengkap. Selain berbagai jenis ikan dan seafood, pilihan cara memasaknya juga banyak. Bahkan untuk cumi saja, situs resmi saat ini masih mencantumkan pilihan seperti salted egg, butter, sweet and sour, Padang sauce, balado, crispy, Thai sauce, oseng petai, oseng Madura, hingga bakar Sasak dan Taliwang.
Tapi kalau untuk review, saya lebih suka cerita soal menu yang memang pernah saya coba daripada menyalin seluruh daftar restoran.
Ini beberapa yang paling saya ingat.
Kepiting: Salah Satu Menu yang Menurut Saya Wajib Dicoba
Kalau datang ke Layar dan memang suka kepiting, menurut saya ini salah satu menu yang paling menarik.
Dulu pilihannya banyak sekali, mulai dari berbagai ukuran kepiting sampai soft-shell crab dan king crab.
Dan yang bikin seru justru pilihan sausnya.
Saya paling ingat saus telur asin dan saus bawang.
Saus telur asinnya creamy, gurih, dan rasanya cukup kuat tanpa menutupi rasa kepiting.
Sementara saus bawang lebih aromatic dan buat saya justru sangat cocok dengan seafood.
Dulu saya sampai merasa:
sausnya saja dimakan dengan nasi sudah enak.
Hahaha.
Kalau sekarang datang lagi, kemungkinan besar saya tetap akan pesan kepiting.
Kepiting Saus Telur Asin
Ini salah satu pilihan yang menurut saya sulit salah.
Kalau suka salted egg, kombinasi dengan kepiting memang cocok karena ada rasa:
gurih.
creamy.
sedikit buttery.
dan tetap ada manis alami dari daging kepiting.
Cuma jangan terlalu banyak pesan makanan lain dulu karena kepiting tipe begini cukup rich.
Satu potong terlihat kecil.
Lalu satu lagi.
Lalu nasi.
Lalu baru sadar kenyang.
Saus Bawang, Favorit Saya yang Lain
Selain salted egg, saya juga suka saus bawangnya.
Aromanya kuat tetapi tidak berlebihan.
Waktu itu ada sentuhan daun kemangi juga yang membuat rasanya lebih segar dan tidak terlalu berat.
Saya justru suka saus yang model begini untuk seafood karena rasanya tetap menonjolkan bahan utama.
Kalau seafood-nya fresh, sebenarnya tidak perlu terlalu banyak disembunyikan bumbu.
Gurame Goreng
Menu gurame gorengnya dulu juga saya suka.
Bagian luarnya crispy tetapi dagingnya tetap lembut.
Dan kalau pesan gurame, saya sangat suka kalau ada sambal mangga sebagai pendamping.
Asam.
Pedas.
Segar.
Setelah beberapa menu seafood yang gurih dan buttery, sambal mangga membantu banget.
Saya termasuk orang yang kalau makan ikan goreng memang merasa harus ada sesuatu yang pedas atau asam di sebelahnya.
Kalau tidak, rasanya kurang lengkap.
Tumis Pakis
Nah, ini justru salah satu menu yang kadang dilupakan karena semua orang sibuk memilih seafood.
Tumis pakis.
Saya suka.
Apalagi kalau sudah memesan banyak seafood dengan saus berat.
Harus ada sayur.
Bukan cuma supaya merasa hidup lebih sehat.
Tapi memang membantu menyeimbangkan meja.
Hahaha.
Di Layar dulu ada Tumis Pakis Asap yang termasuk menu favorit mereka dan menurut saya layak dicoba kalau masih tersedia saat datang.
Tahu dan Appetizer
Layar juga punya beberapa appetizer seperti tahu renyah dan menu ringan lainnya.
Saya dulu pesan karena sambil menunggu main course datang.
Enak.
Masalah appetizer di restoran seperti ini cuma satu:
jangan terlalu semangat.
Kalau datang ramai dan lapar, tahu bisa habis dua piring sebelum kepiting muncul.
Begitu main course datang semua sudah mulai bilang:
“Aku sebenarnya sudah agak kenyang.”
Jangan.
Hemat kapasitas.
Bakmi Ulang Tahun
Ini juga termasuk menu yang saya ingat karena bukan seafood.
Namanya Bakmi Ulang Tahun.
Menu seperti ini memang cocok kalau datang dalam rombongan atau sedang merayakan sesuatu.
Dan ini menunjukkan Layar bukan restoran yang hanya punya ikan dan kepiting, tetapi cukup banyak menu Chinese-Indonesian atau oriental untuk sharing.
Dessert
Dulu pilihan dessert-nya tidak sebanyak main course.
Ada rujak dan jajanan tradisional.
Menurut saya justru tidak masalah karena setelah makan kepiting, ikan, sayur, nasi, dan segala macam…
biasanya kapasitas dessert saya sudah tinggal sedikit.
Kalau masih ada tempat, saya lebih suka dessert yang segar daripada cake berat.
Menu Apa yang Paling Saya Rekomendasikan?
Kalau baru pertama datang dan tidak ingin bingung melihat menu panjang, saya pribadi akan mulai dari:
Kepiting dengan salah satu saus favorit
Salted egg atau saus bawang.
Satu ikan
Misalnya gurame atau ikan laut yang sedang bagus hari itu.
Cumi atau udang
Pilih satu saja kalau rombongannya tidak terlalu besar.
Satu sayuran
Pakis kalau tersedia.
Appetizer secukupnya.
Baru kalau orangnya banyak, tambah menu lain.
Menurut saya restoran seafood paling enak memang datang ramai-ramai.
Bisa sharing.
Bisa coba banyak rasa tanpa satu orang harus makan satu ekor kepiting sendirian.
Walaupun kalau memang sanggup…
silakan.
Hahaha.
Berapa Harga Makan di Layar Seafood?
Saya sengaja tidak menulis daftar harga detail di artikel ini.
Alasannya sederhana: harga seafood sangat tergantung pada jenis, ukuran, berat, dan harga yang berlaku saat itu.
Selain itu, menu resmi Layar sekarang menggunakan e-menu dan pricelist yang bisa dicek langsung sebelum memesan.
Yang bisa saya bilang dari pengalaman:
Layar bukan restoran seafood murah.
Posisinya lebih ke restoran seafood keluarga kelas menengah atas.
Tapi menurut saya dulu masih sepadan dengan:
- kualitas seafood
- ukuran
- rasa masakan
- kenyamanan restoran
- pelayanan
- pilihan menu
Kalau mau menjaga budget, cara terbaik bukan mencari angka lama di blog.
Tapi:
tentukan budget per orang lalu tanyakan harga seafood sebelum memilih ukuran.
Ini jauh lebih efektif.
Apakah Layar Seafood Cocok untuk Keluarga?
Menurut saya:
iya.
Ini justru salah satu tipe restoran yang paling enak untuk makan keluarga besar.
Mejanya untuk sharing.
Menu banyak.
Ada seafood dan non-seafood.
Tempat nyaman.
Dan kalau datang dengan orang tua atau anak-anak, restoran ber-AC yang proper jelas lebih gampang daripada tempat seafood outdoor yang panas.
Tripadvisor saat ini juga masih menampilkan Layar Seafood Surabaya dengan rating sekitar 4,3/5 dari lebih dari seribu ulasan, sementara listing lokal cabangnya punya ribuan review dan rating sekitar 4,7/5.
Tentu rating bukan jaminan semua kunjungan sempurna.
Tapi setidaknya menunjukkan restorannya masih cukup konsisten populer sampai sekarang.
Sebaiknya Reservasi atau Langsung Datang?
Kalau datang saat:
- weekend
- jam makan siang
- jam makan malam
- rombongan besar
saya akan reservasi dulu.
Layar termasuk restoran yang bisa ramai.
Apalagi kalau butuh meja besar untuk keluarga.
Situs resmi menyediakan nomor telepon dan WhatsApp masing-masing cabang untuk reservasi.
Kalau cuma dua orang datang sebelum jam makan utama, mungkin lebih santai.
Tapi saya tetap tipe yang lebih suka reservasi kalau restoran memang sudah tahu mau didatangi.
Daripada sampai sana lalu berdiri melihat orang lain makan.
Menyedihkan.
Cabang Layar Seafood Surabaya
Saat artikel ini saya update, situs resmi Layar mencantumkan dua cabang Surabaya.
Layar Seafood Manyar
Layar Seafood Manyar Kertoarjo
Jl. Raya Manyar Kertoarjo No. 23–25, Surabaya Timur.
Situs resmi mencantumkan jam buka 11.00–22.00.
Layar Seafood Bukit Mas
Layar Seafood KH Abdul Wahab Siamin
Jl. Abdul Wahab Siamin No. 216, Surabaya Barat.
Situs resmi juga mencantumkan jam buka 11.00–22.00.
Alamat ini berbeda dengan tulisan lama saya, jadi kalau pernah menyimpan alamat lama sebaiknya update sebelum berangkat.
Layar Seafood Juga Ada di Jakarta
Dulu setelah makan di Surabaya saya sempat penasaran:
“Yang di Jakarta seenak ini nggak ya?”
Akhirnya saya memang pernah mencoba cabang Jakarta juga.
Dan menurut saya secara rasa masih sama-sama enak.
Sekarang Layar Seafood punya cabang Jakarta di Pesanggrahan Raya dan Kelapa Gading, selain dua cabang Surabaya.
Tapi pengalaman Jakarta saya bahas di artikel terpisah supaya tulisan ini tetap fokus ke Surabaya.
Worth It Nggak Makan di Layar Seafood Surabaya?
Kalau pertanyaannya:
murah nggak?
Bukan kategori murah.
Kalau pertanyaannya:
worth it nggak?
Buat saya:
iya, terutama kalau datang ramai-ramai dan memang suka seafood.
Yang saya suka bukan hanya satu menu tertentu.
Justru keseluruhannya.
Seafood-nya fresh.
Banyak pilihan cara masak.
Tempatnya nyaman.
Interiornya proper.
Dan kita bisa datang bersama keluarga tanpa merasa tempatnya terlalu formal.
Kalau ke Surabaya dan ingin makan seafood dalam suasana yang lebih nyaman daripada warung seafood biasa, saya masih akan memasukkan Layar ke daftar.
Pengalaman Saya: Banyak Pesan dan Hampir Semua Enak
Saya membaca lagi tulisan lama saya tentang Layar dan ternyata dulu saya begitu semangat.
Semua dibilang enak.
Hahaha.
Setelah dipikir lagi, memang begitu kesannya waktu itu.
Biasanya kalau restoran punya menu sangat banyak, ada risiko beberapa masakan terasa biasa saja.
Tapi kunjungan saya dulu cukup konsisten.
Kepiting enak.
Ikan enak.
Sausnya enak.
Sayurnya juga enak.
Dan suasana tempatnya jelas membantu membuat pengalaman makannya lebih menyenangkan.
Saya juga masih suka konsep memilih seafood sebelum dimasak.
Ada sesuatu yang menyenangkan ketika lihat ikan segar, pilih sendiri, lalu beberapa saat kemudian sudah muncul di meja dalam bentuk yang jauh lebih menggoda.
Kalau saya kembali sekarang, kemungkinan besar saya tidak akan mencoba dua belas menu lagi.
Umur mengajarkan kontrol.
Hahaha.
Saya akan pilih beberapa favorit saja:
kepiting.
ikan.
pakis.
mungkin satu appetizer.
Lalu duduk santai.
Karena kadang restoran yang sudah pernah kita suka nggak perlu dibuktikan lagi dengan memesan seluruh buku menu.
Artikel ini berdasarkan pengalaman pribadi saya makan di Layar Seafood Surabaya. Alamat, cabang, jam operasional, serta ketersediaan menu diperbarui menggunakan situs resmi Layar Seafood. Harga dan pilihan seafood dapat berubah mengikuti jenis, berat, dan ketersediaan bahan.
