Pasar Ikan Hias Jatinegara
Pasar Ikan Hias Jatinegara: Lokasi, Jam Buka, Harga, dan Pengalaman Main Sekeluarga
Kalau punya suami yang hobinya ikan dan akuarium, pergi ke pasar ikan itu ternyata bisa berubah jadi acara keluarga.
Hahaha.
Begitulah awalnya kami sekeluarga main ke Pasar Ikan Hias Jatinegara.
Awalnya tentu karena Apak yang memang suka ikan. Tapi begitu sampai, anak-anak juga ikut semangat lihat ikan warna-warni, cupang, discus, akuarium, sampai aquascape.
Saya?
Awalnya menemani saja.
Ujung-ujungnya malah sibuk foto.
Ya begitulah nasib blogger.
Pasar ini memang bukan tempat wisata dalam arti biasa. Jangan membayangkan tempat yang rapi, dingin, atau estetik seperti aquarium indoor.
Ini pasar beneran.
Lorongnya sempit, bisa becek, ramai, dan suasananya sangat lokal.
Tapi justru itu yang bikin seru.
Pasar Ikan Hias Jatinegara Masih Ada?
Masih.
Sampai 2026, Pasar Ikan Hias Jatinegara masih aktif dan tetap menjadi salah satu sentra ikan hias yang ramai di Jakarta Timur. Liputan terbaru bahkan menunjukkan suasananya masih hidup, terutama malam hari dan akhir pekan, dengan pedagang ikan hias, akuarium, perlengkapan aquarium, bahkan hewan lain seperti hamster dan reptil.
Jadi kalau pernah membaca artikel lama yang bilang tempat ini sudah pindah atau berubah, intinya sekarang kawasan pasar ikan di Jatinegara masih tetap aktif.
Lokasi Pasar Ikan Hias Jatinegara
Lokasinya berada di kawasan Bali Mester, Jatinegara, Jakarta Timur.
Listing bisnis terbaru mencantumkan Pasar Ikan Hias Jatinegara di area Bali Mester, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Pasar Ikan Hias Jatinegara
Lokasi yang saya kunjungi dulu merupakan area hasil relokasi dari pedagang yang sebelumnya berjualan di trotoar sekitar Jalan Matraman Raya.
Setelah direlokasi, pedagang jadi lebih terkumpul di satu area.
Menurut saya justru lebih enak begitu.
Kalau cari ikan, aquarium, makanan ikan, filter, lampu, atau perlengkapan lainnya, tinggal muter satu area.
Tidak perlu pindah-pindah jauh.
Jam Buka Pasar Ikan Hias Jatinegara
Nah, ini agak unik.
Listing bisnis terbaru mencantumkan kawasan pasar ini sebagai buka 24 jam.
Tapi bukan berarti semua pedagang buka nonstop.
Ini penting.
Dari liputan terbaru, suasana pasar justru mulai ramai pada sore sampai malam, dan malam Minggu disebut sebagai salah satu waktu paling ramai.
Jadi kalau mau datang, menurut saya ada dua pilihan:
Pagi sampai siang
Lebih nyaman kalau bawa anak-anak, tidak terlalu malam, dan suasananya cenderung lebih santai.
Sore sampai malam
Pedagang lebih banyak aktif dan suasananya lebih ramai.
Dulu kami datang sekitar pagi menjelang siang, dan menurut saya itu sudah cukup nyaman buat family time.
Kalau bawa anak kecil, saya pribadi tetap pilih siang daripada tengah malam.
Walaupun pasar ikan malam pasti punya suasana sendiri.
Waktu Terbaik Datang
Kalau berdasarkan pengalaman saya:
sekitar jam 9–10 pagi sudah enak.
Tidak terlalu pagi.
Belum terlalu panas.
Anak-anak masih semangat.
Dan kita masih punya sisa hari setelah selesai.
Kalau memang tujuan utama hunting ikan dan ingin banyak pilihan lapak aktif, sore atau malam bisa lebih menarik.
Weekend biasanya lebih ramai.
Dan kalau suaminya memang penghobi berat…
siapkan waktu lebih panjang.
Serius.
Hahaha.
Apa Saja yang Dijual di Pasar Ikan Hias Jatinegara?
Namanya memang pasar ikan hias, tapi isinya tidak cuma ikan.
Di sini saya melihat:
- ikan cupang
- guppy
- molly
- neon tetra
- discus
- koi
- ikan predator tertentu
- ikan hias air tawar lain
- aquarium
- filter
- aerator
- lampu aquarium
- tanaman air
- makanan ikan
- batu dan pasir aquarium
- dekorasi aquascape
- perlengkapan perawatan aquarium
Bahkan liputan terbaru menunjukkan kawasan ini sekarang juga punya pedagang hewan lain seperti hamster, kelinci, iguana, dan reptil tertentu.
Jadi kalau datang hanya mau beli satu ikan…
belum tentu pulangnya cuma bawa satu ikan.
Bahaya tempat seperti ini memang begitu.
Harga Ikan Hias di Jatinegara
Salah satu alasan pasar ini tetap menarik adalah range harganya luas.
Ada ikan murah untuk pemula.
Ada juga ikan yang harganya jutaan.
Pantauan harga pada Agustus 2026 misalnya masih menemukan beberapa ikan hias mulai sekitar:
- Rp10.000 untuk jenis tertentu
- Rp15.000–Rp30.000 untuk beberapa guppy atau livebearer
- paket beberapa ekor dengan harga puluhan ribu
Tentu harga bisa berubah berdasarkan:
- jenis ikan
- ukuran
- warna
- kualitas
- lokal atau impor
- kondisi ikan
- breeder
Jadi jangan pakai artikel ini sebagai pricelist tetap.
Yang menarik justru karena masih bisa cari ikan murah.
Dulu anak saya saja bisa sibuk memilih ikan cupang yang harganya masih belasan ribu.
Bisa Ditawar Nggak?
Nah ini salah satu enaknya pasar tradisional.
Bisa.
Tapi ya sewajarnya.
Hahaha.
Kalau harganya Rp20.000 jangan ditawar Rp5.000 lalu berharap penjualnya senyum manis.
Biasanya kalau beli beberapa ekor atau beberapa barang sekaligus, ruang negosiasinya lebih enak.
Dan menurut pengalaman saya, kalau kita ngobrol baik-baik dengan pedagang, mereka malah sering kasih banyak informasi gratis.
Pengalaman Kami Datang Sekeluarga
Yang paling saya ingat justru bagaimana anak-anak langsung sibuk sendiri.
Adik waktu itu ingin punya ikan cupang.
Jadi mulai deh:
“Yang ini bagus.”
“Eh yang itu lebih bagus.”
“Boleh nambah nggak?”
Hahaha.
Anak kalau sudah melihat ikan warna-warni memang gampang tergoda.
Dan buat saya, pengalaman pilih ikan sendiri seperti ini justru lebih menyenangkan dibanding langsung beli dari toko online.
Mereka bisa lihat langsung.
Bandingkan warna.
Perhatikan geraknya.
Dan belajar sedikit soal bagaimana merawat ikan.
Beli Ikan Biasanya Dibungkus Bagaimana?
Kalau sudah pilih ikan, pedagang biasanya memasukkan ikan ke kantong plastik khusus.
Kalau perjalanan pulang cukup jauh, kita bisa bilang ke penjual.
Nanti mereka akan menyesuaikan air dan menambahkan oksigen bila diperlukan.
Dulu kami juga ditanya kira-kira rumahnya jauh atau tidak.
Menurut saya ini sederhana tapi penting.
Karena ikan bukan barang mati yang tinggal dilempar ke bagasi.
Pedagangnya Bisa Diajak Konsultasi
Ini salah satu bagian yang paling saya suka.
Kalau baru belajar pelihara ikan, jangan malu bertanya.
Dulu kami bisa ngobrol cukup lama dengan pedagang tentang:
- jenis ikan yang cocok
- ukuran aquarium
- makanan
- filter
- aerator
- pencahayaan
- berapa ekor ikan yang ideal
- ikan mana yang bisa dicampur
Dan kalau suami sudah mulai ngobrol soal setting aquarium…
nah.
Saya biasanya tahu:
ini masih lama.
Hahaha.
Karena setelah ikan selesai dibahas, lanjut filter.
Lanjut lampu.
Lanjut makanan.
Lanjut kualitas air.
Lanjut entah apa lagi.
Namanya juga hobi.
Ikan Discus, Cantik Tapi Harganya Bisa Bikin Mikir
Salah satu ikan yang paling saya suka lihat di sana adalah discus.
Bentuknya bulat pipih, warna dan motifnya cantik banget.
Ada merah.
Biru.
Oranye.
Motif campur-campur.
Dulu saya sempat melihat discus yang harganya sampai jutaan rupiah per ekor.
Reaksi saya cuma:
“Kalau mati nggak nyesek banget ya?”
Hahaha.
Tapi memang kualitas discus sangat beragam.
Ada lokal.
Ada grade tertentu.
Ada ukuran kecil.
Ada breeder premium.
Jadi harganya bisa jauh sekali bedanya.
Kalau masih pemula, menurut saya tidak perlu langsung beli yang mahal.
Mulai dari ikan yang lebih mudah dirawat dulu.
Aquascape Juga Lengkap
Selain ikan, salah satu bagian yang menurut saya paling menarik adalah aquascape.
Sekarang konsep aquarium bukan sekadar:
air + ikan + batu warna-warni.
Bisa benar-benar dibuat seperti landscape mini.
Ada tanaman.
Kayu.
Batu.
Moss.
Lighting.
CO₂.
Sampai desain yang rumit.
Di Jatinegara banyak pedagang yang menjual perlengkapannya.
Kalau benar-benar mulai dari nol, kita juga bisa konsultasi soal budget.
Mau aquarium sederhana?
Bisa.
Mau aquascape serius sampai harganya bikin mikir dua kali?
Juga bisa.
Bisa Bikin Aquarium Sekalian?
Bisa.
Ini juga alasan pasar seperti ini menarik dibanding toko kecil.
Ada pedagang yang tidak hanya menjual ikan tetapi juga bisa membantu:
- buat aquarium
- setting filter
- aquascape
- instalasi lampu
- setup ikan
- bahkan datang ke rumah
Dulu suami saya punya langganan pedagang di sini yang bisa membantu setting aquarium di rumah.
Kalau sekarang mau memakai jasa pedagang tertentu, saya sarankan cek ulang kontak dan keberadaan tokonya saat datang.
Saya tidak akan lagi mencantumkan nomor telepon lama di artikel utama sebelum diverifikasi bahwa nomor dan tokonya masih aktif.
Artikel lama saya punya nomor kontak Bang Tyo, tapi karena sudah beberapa tahun, lebih aman tidak menganggap detail itu masih valid.
Kondisi Pasarnya Seperti Apa?
Jangan berharap seperti mall.
Pasarnya bisa:
becek.
sempit.
ramai.
panas.
Dan ada aroma khas pasar hewan.
Tapi waktu kami datang, menurut saya kondisinya masih cukup nyaman untuk dijelajahi.
Yang penting pakai alas kaki yang aman.
Saya tidak akan menyarankan sepatu putih baru.
Hahaha.
Sandal atau sepatu yang gampang dibersihkan jauh lebih masuk akal.
Parkir di Pasar Ikan Hias Jatinegara
Waktu kami datang, tersedia area parkir di sekitar kawasan pasar.
Motor relatif lebih gampang.
Untuk mobil, ruangnya lebih terbatas sehingga kadang perlu parkir di area sekitar.
Review terbaru juga menyebut pengunjung mobil kadang memilih parkir di area lain di sekitar Jatinegara lalu berjalan kaki ke pasar.
Kalau datang weekend, menurut saya jangan berharap parkir tepat di depan pintu.
Datang lebih pagi akan lebih nyaman.
Cocok Nggak Buat Anak?
Menurut saya:
cocok, asal anaknya memang suka lihat hewan dan kita tetap awasi.
Ini bukan playground.
Jadi jalannya bukan lantai empuk.
Ada air.
Ada barang dagangan.
Lorong sempit.
Dan tentu banyak aquarium.
Tapi buat anak yang suka ikan, ini bisa jadi pengalaman yang seru.
Dulu anak-anak saya cukup menikmati proses memilih ikan sendiri.
Dan menurut saya ada unsur edukasinya juga.
Mereka jadi tahu ikan itu beda-beda.
Perawatannya beda.
Tidak semua ikan bisa dicampur.
Dan punya peliharaan itu berarti ada tanggung jawab.
Lebih meaningful daripada hanya beli ikan lalu pulang.
Tips Kalau Mau Beli Ikan di Pasar Jatinegara
Ada beberapa hal yang menurut saya berguna:
Muter dulu sebelum beli.
Bandingkan beberapa pedagang.
Lihat kondisi ikan.
Pilih ikan yang aktif, siripnya tidak rusak, dan tidak terlihat sakit.
Tanya cara merawatnya.
Terutama kalau belum pernah punya jenis tersebut.
Jangan langsung masukkan ikan ke aquarium rumah.
Biasanya perlu proses adaptasi suhu dan air.
Tanya apakah bisa dicampur dengan ikan yang sudah ada.
Kalau perjalanan pulang lama, bilang ke penjual.
Supaya packing disesuaikan.
Jangan membeli hanya karena warnanya cantik.
Ini susah sih.
Hahaha.
Tapi benar.
Jenis ikan tertentu membutuhkan kondisi air dan perawatan lebih khusus.
Berapa Lama Enaknya Keliling?
Kalau cuma mau lihat-lihat:
sekitar 1 jam cukup.
Kalau mau benar-benar beli ikan dan konsultasi:
bisa dua jam.
Kalau datang bersama orang yang hobinya aquarium?
Tidak ada estimasi.
Hahaha.
Dulu masalah kami bukan tempatnya terlalu besar.
Masalahnya adalah setiap beberapa meter Apak berhenti lagi.
Ngobrol.
Lihat ikan.
Bandingkan.
Tanya.
Pindah lapak.
Ulang lagi.
Saya dan Kakak akhirnya lebih banyak cari angle buat foto.
Sama-sama sibuk.
Pasar Ikan Hias Jatinegara vs Toko Aquarium Biasa
Kalau cuma butuh makanan ikan atau satu alat kecil, toko aquarium dekat rumah tentu lebih praktis.
Tapi pasar seperti Jatinegara unggul di:
pilihan lebih banyak
harga lebih beragam
bisa membandingkan banyak penjual
bisa konsultasi langsung
bisa sekalian lihat ikan yang jarang ada di toko kecil
Dan buat penghobi, keliling pasar itu sendiri sudah hiburan.
Sama kayak saya masuk toko buku.
Nggak harus beli.
Tapi biasanya tetap keluar bawa sesuatu.
Hahaha.
Apakah Pasar Ikan Hias Jatinegara Worth It Dikunjungi?
Kalau suka ikan hias:
iya.
Kalau sedang mau mulai bikin aquarium:
lebih iya lagi.
Kalau cuma cari tempat main keluarga yang bersih, ber-AC, dan estetik?
Bukan di sini.
Hahaha.
Tapi buat kami waktu itu, justru seru karena beda.
Anak-anak bisa pilih ikan.
Bapaknya puas lihat aquarium.
Saya dapat foto dan bahan tulisan.
Semua senang.
Walaupun proses pulangnya tentu membawa satu masalah baru:
sekarang ikannya harus dirawat.
Pengalaman Saya: Family Time yang Nggak Harus ke Mall
Kalau sekarang saya lihat lagi foto-foto kunjungan kami ke Pasar Ikan Hias Jatinegara, lucu juga.
Awalnya saya merasa cuma menemani suami yang hobi ikan.
Ternyata malah jadi outing keluarga.
Adik sibuk pilih cupang.
Kakak ikut lihat-lihat.
Apak tentu saja paling betah.
Saya sibuk motret ikan discus dan aquascape.
Dan menurut saya family time memang nggak harus selalu:
mall.
restoran.
tempat wisata mahal.
Kadang cukup pergi ke pasar yang belum pernah didatangi.
Lihat sesuatu yang baru.
Ngobrol dengan pedagang.
Anak-anak pilih ikan.
Lalu pulang bawa cerita.
Dan mungkin satu plastik berisi ikan.
Atau dua.
Atau tiga kalau bapaknya mulai kalap.
Hahaha.
Artikel ini berdasarkan pengalaman kami sekeluarga mengunjungi Pasar Ikan Hias Jatinegara. Kondisi pasar, harga, pedagang, jam aktivitas, parkir, dan jenis ikan dapat berubah, jadi cek kembali sebelum berkunjung.
